alexametrics

Penemuan Terbimbing, Cara Jitu Tingkatkan Pemahaman Konsep Gerak Benda

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pengajaran merupakan perpaduan dari dua aktivitas, yaitu aktivitas mengajar dan aktivitas belajar. Aktivitas mengajar menyangkut peranan seorang guru dalam konteks mengupayakan terciptanya jalinan komunikasi yang harmonis antara mengajar itu sendiri dengan belajar. Jalinan komunikasi yang harmonis inilah yang menjadi indikator suatu aktivitas/proses pengajaran akan berjalan dengan baik (Ahmad Rohani, 2004: 4).

Dalam pembelajaran terkadang guru menemui beberapa masalah sehingga berakibat tidak maksimalnya hasil belajar siswa. Dan masih terdapat sebagian besar siswa yang tidak tuntas dalam pembelajaran. Pengalaman penulis dalam pembelajaran IPA materi gerak benda di SDN 02 Ujunggede Kecamatan Ampelgading Kabupaten Pemalang menunjukkan bahwa penguasaan terhadap materi masih rendah. Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa proses kegiatan belajar mengajar belum berjalan dengan optimal dan efektif. Oleh karena itu penulis melakukan analisis untuk mengetahui faktor-faktor penyebab timbulnya masalah di atas. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan diatas adalah dengan menggunakan metode penemuan terbimbing.

Baca juga:  LKPD Mempermudah Belajar Materi Tekanan Hidrostatis

Metode penemuan adalah terjemahan dari discovery.

Dr. J. Richard dan asistennya mencoba self-learning siswa (belajar sendiri), sehingga situasi belajar mengajar berpindah dari situasi teacher dominated learnning menjadi situasi student dominated learning. Dengan metode penemuan terbimbing siswa akan lebih banyak dilibatkan dalam proses kegiatan mental melalui tukar pendapat, dengan diskusi, seminar, membaca dan mencoba sendiri agar anak dapat belajar sendiri. (Roestiyah,1991:20).

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa metode penemuan terbimbing adalah suatu metode yang proses belajar mengajarnya membebaskan siswanya menemukan sendiri informasi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan belajar.

Pada metode penemuan terbimbing guru mengarahkan tentang materi yang hendak dibahas dalam pertemuan tersebut. Bentuk bimbingan yang diberikan guru dapat berupa petunjuk, arahan, pertanyaan atau dialog, sehingga diharapkan siswa dapat menyimpulkan sesuai dengan rancangan guru. Kesimpulan yang harus ditemukan oleh siswa harus dirancang secara jelas oleh guru. Pengajaran dengan metode penemuan siswa benar-benar aktif belajar menemukan sendiri bahan yang dipelajari.

Baca juga:  Pinjam Teman, untuk Belajar Alat Gerak

Langkah-langkah metode penemuan terbimbing menurut Richard Scuhman adalah identifikasi kebutuhan siswa, seleksi pendahuluan terhadap prinsip-prinsip, pengertian, konsep dan generalisasi yang akan dipelajari.

Seleksi bahan dan problema atau tugas-tugas, membantu memperjelas problema yang akan dipelajari dan peran masing-masing siswa, mempersiapkan setting kelas dan alat-alat yang akan dipergunakan, Mencetak pemahaman siswa terhadap masalah yang akan dipecahkan dan tugas-tugas siswa, memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan penemuan, membantu siswa dengan informasi atau data. Jika diperlukan siswa, memimpin analisis sendiri dengan pertanyaan yang mengarahkan dan mengidentifikasi proses, merangsang terjadinya interaksi antarsiswa dengan siswa. Memuji dan membesarkan siswa yang bergiat dalam poses penemuan, membantu siswa merumuskan prinsip-prinsip dan generalisasi atas hasil penemuannya (Suryobroto, 2002:199).

Baca juga:  Pembelajaran Materi Peredaran Darah Manusia dengan Bermain Peran

Menurut Roestiyah (1991:20-21), pembelajaran dengan metode penemuan terbibing memiliki kelebihan di antaranya metode ini mampu membantu siswa untuk mengembangkan, memperbanyak kesiapan, serta penguasaan keterampilan dalam proses kognitif/pengenalan siswa.

Siswa memperoleh pengetahuan yang bersifat sangat pribadi atau individu sehingga dapat membekas atau tertambat dalam jiwa siswa tersebut. Dapat meningkatkan kegairahan belajar siswa, membantu siswa untuk memperkuat dan menambah rasa percaya diri karena telah menemukan sendiri atau menjadi andil dalam penemuan kelompok; mampu mengarahkan cara siswa belajar. Sehingga lebih memiliki motivasi yang kuat untuk belajar lebih giat lagi.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode penemuan terbimbing dapat meningkatkan pemahaman konsep materi gerak benda di SDN 02 Ujunggede Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang. (db1/lis)

Guru SDN 02 Ujunggede Kec. Ampelgading, Kabupaten Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya