alexametrics

Pembelajaran Penyembelihan Aqiqah dan Kurban dengan Model DMR

Oleh: Suharno, S.Ag

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Proses pembelajaran atau seringkali disebut sebagai transfer of knowledge lambat laun mengalami perkembangan dan pembaharuan. Perkembangan dan pembaharuan proses pembelajaran akan menyesuaikan dengan perubahan zaman. Akan tetapi, tidak sedikit dijumpai di beberapa sekolah seakan menampik perubahan itu. Guru-guru di sekolah tersebut masih nyaman dan melestarikan penggunaan model pembelajaran konvensional atau kuno.

Pentingnya penggunaan model pembelajaran yang modern, karena model pembelajaran merupakan faktor yang menentukan hasil belajar siswa. Kurang tepatnya seorang guru dalam memilih suatu model pembelajaran akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proses pembelajaran yang akhirnya mengurangi keoptimalan hasil belajar siswa.

Dalam pencapaian tujuan pembelajaran itu perlu diterapkan pembelajaran yang aktif, dinamis dan bersifat kerja sama atau kooperatif. Suprijono (2010:54) menjelaskan pembelajaran kooperatif adalah semua jenis kerja kelompok termasuk bentuk-bentuk yang lebih diarahkan oleh guru.

Baca juga:  Galery Walk Tingkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar

Secara umum pembelajaran kooperatif dianggap lebih diarahkan oleh guru. Guru menetapkan tugas dan pertanyaan-pertanyaan serta menyediakan bahan-bahan dan informasi yang dirancang untuk membantu peserta didik menyelesaikan masalah yang dimaksud.

Pembelajaran kooperatif digunakan untuk mengaktifkan siswa. Baik dalam bekerja sama dan menemukan konsep hingga mencapai pemahaman yang diinginkan agar hasil belajar yang diharapkan dapat tercapai dengan maksimal.

Salah satu model pembelajaran kooperatif yang tepat adalah model pembelajaran DMR (Diskursus Multi Reprentasi). Menurut Ngalimun (2013) DMR adalah pembelajaran yang berorientasi pada pembentukan, penggunaan dan pemanfaatan berbagai representasi dengan setting kelas dan kerja kelompok. Sebagai guru PAI dan BP kelas sembilan SMP Negeri 1 Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, penulis memanfaatkan model pembelajaran DMR untuk menjelaskan materi penyembelihan aqiqah dan kurban.

Baca juga:  Fun Learning sebagai Strategi Meningkatkan Aktivitas Belajar PAI

Adapun langkah-langkah pada saat proses pembelajaran menggunakan model DMR terdiri dari beberapa tahapan. Tahap pertama yaitu persiapan yang diisi dengan guru menyiapkan perencanaan pembelajaran, lembar materi, penggunaan media, dan lembar kerja siswa termasuk di dalamnya membuat kelompok belajar secara heterogen.

Tahap kedua yaitu penerapan, pada tahap ini berisi diskusi kelompok dengan pembagian tugas pada masing-masing anggota, dilanjutkan presentasi dan tanya jawab dengan kelompok lain.

Tahap ketiga adalah penutup. Guru membagikan lembar kerja siswa. Siswa mengerjakan lembar kerja secara individu. Lembar kerja siswa dikumpulkan untuk dinilai. Kemudian guru bersama siswa membuat simpulan materi. Penulis merasakan bahwa penggunaan model pembelajaran DMR dapat lebih meningkatkan semangat belajar, keaktifan siswa dan hasil belajar seluruh siswa di kelas. (bp2/lis)

Baca juga:  Matre Tingkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif

Guru SMPN 1 Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya