alexametrics

Si Pilu Menjadikan Belajar Matematika Lebih Bermakna

Oleh : Mokhamad Heri Prasetyo, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pada umumnya proses pembelajaran di kelas menuntut siswa hanya duduk mendengarkan penjelasan guru, tanpa melibatkan siswa aktif dalam pembelajaran. Fenomena ini terjadi hampir di setiap sekolah pada semua mata pelajaran, termasuk pelajaran eksak, seperti matematika.

Hal ini tentu akan menyebabkan kebosanan pada siswa. Salah satu komponen yang paling utama dalam proses pembelajaran adalah guru. Agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik serta mencapai tujuan yang diharapkan, maka guru harus mampu menumbuhkan aktivitas belajar siswa, karena rendahnya aktivitas belajar siswa akan berdampak terhadap hasil belajar siswa. Tentu hal ini memerlukan kreativitas guru dalam mengelola pembelajaran termasuk di dalamnya penggunaan strategi pembelajaran.

Rendahnya hasil belajar siswa kelas VI pada materi pengolahan dan penyajian data di SD Negeri 03 Petarukan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang menjadi momok tersendiri bagi guru. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurang tepatnya strategi pembelajaran yang digunakan. Dengan menggunakan strategi pembelajaran yang tepat, maka suasana pembelajaran dapat berjalan dengan kondusif, menyenangkan, dan siswa tertarik dalam mengikuti proses pembelajaran, sehingga akan terwujud pembelajaran yang bermakna bagi siswa.
Menurut Ausubel dalam Dahar (1996: 112), pembelajaran bermakna merupakan suatu proses mengaitkan informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. Struktur kognitif ialah fakta-fakta, konsep-konsep, dan generalisasi-generalisasi yang telah dipelajari dan diingat siswa.

Baca juga:  Pelayanan Prima dalam Pembelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan

Penanaman konsep di kelas VI memerlukan strategi khusus menuju pembelajaran bermakna, mengingat salah satu aspek perkembangan psikis siswa usia sekolah dasar yang lebih menaruh perhatian pada pembelajaran berbentuk permainan. Oleh karena itu, guru menggunakan strategi simulasi dalam memberikan pengalaman dalam pembelajaran matematika.

Guru memulai tindakan dengan penanaman konsep materi pengolahan dan penyajian data. Dengan penanaman konsep awal, maka siswa dapat memahami proses dari pengumpulan data sampai dengan penyajian data. Untuk memberikan pembelajaran berupa proses pengumpulan data, guru menciptakan strategi pembelajaran berupa simulasi yang terinspirasi dari penerapan sistem demokrasi di Indonesia, yaitu pemilihan umum. Strategi tersebut dinamakan strategi simulasi pemilihan umum (si Pilu). Strategi ini dilaksanakan dengan mengabsorbsi tahapan-tahapan pemilihan umum di Indonesia.

Baca juga:  PMR Tingkatkan Motivasi Belajar Matematika

Adapun langkah-langkahnya yaitu sebagai berikut. Pertama, guru membentuk panitia pemilihan yang semuanya berasal dari siswa. Kedua, guru meminta siswa menyebutkan cabang-cabang olahraga yang digemari. Ketiga, guru mereduksi cabang-cabang olahraga menjadi tiga cabang olahraga, kemudian menjadikannya ikon terpilih untuk dipromosikan. Keempat, menunjuk tiga siswa untuk mempromosikan ikon tersebut kepada siswa lain untuk dipilih (satu siswa mewakili satu ikon). Kelima, siswa memberikan hak pilihnya dengan cara mencoblos salah satu ikon yang menjadi pilihannya. Keenam, siswa yang ditunjuk sebagai panitia mengumpulkan surat suara, kemudian menghitung suara dan disaksikan siswa satu kelas sebagai wujud transparansi. Ketujuh, setelah data terkumpul, data disajikan dalam bentuk tabel. Kedelapan, siswa menentukan data tertinggi dan terendah dari tabel data. Kesembilan, siswa bersama guru menyimpulkan hasil dari kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.

Baca juga:  Meningkatkan Keaktifan Siswa Belajar Procedure Text dengan Linoit

Melalui peningkatan aktivitas yang terstruktur dalam strategi simulasi pemilu (si Pilu) yang telah dilaksanakan, terbukti dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna pada siswa. Selain itu, strategi yang tergolong baru ini dapat meningkatkan minat siswa pada pembelajaran matematika di kelas. Dampak positif lain yang ditimbulkan oleh strategi ini adalah semakin meningkatnya hasil belajar siswa. (ips2.1/lis)

Guru SD Negeri 03 Petarukan, Kec. Petarukan, Kabupaten Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya