alexametrics

Peningkatan Hasil Belajar IPA melalui Model STAD

Oleh : Susi Handayaningsih S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, DUNIA pendidikan perlu ditingkatkan kualitasnya melalui berbagai upaya. Salah satunya dengan penguatan proses pembelajaran. Alasannya, proses pembelajaran menjadi poin dalam transfer of knowledge dan transfer of value. Oleh sebab itu, perlu penyiapan proses pembelajaran yang baik dalam setiap ruang-ruang kelas.

Secara umum, pembelajaran merupakan upaya menciptakan iklim dan pelayanan terhadap kemampuan, potensi, minat, bakat dan kebutuhan peserta didik yang beragam. Tujuannya agar terjadi interaksi antara guru dan peserta didik, serta dengan peserta didik lainnya. Tujuan pembelajaran ini memerlukan suatu strategi, yaitu perencanaan dan tindakan yang cermat mengenai kegiatan pembelajaran agar kompetensi yang diinginkan tercapai. Selain itu, pemilihan metode dalam mengajar, teknik mengajar dan penggunaan alat peraga pembelajaran juga berpengaruh terhadap keberhasilan pembelajaran itu sendiri. Salah satunya dalam pembelajaran IPA.

Baca juga:  Belajar Perencanaan Pelayaran dengan Model Pembelajaran Kooperatif

Dalam pembelajaran ini, guru tidak cukup hanya fokus pada satu metode tertentu saja. Guru perlu mencoba metode yang sesuai dengan tuntutan materi pembelajaran. Salah satunya, dengan menggunakan metode Student Teams Achievements Division (STAD). Metode ini dinilai dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik sesuai yang diinginkan.
Keunggulannya, peserta didik dapat belajar lebih aktif, mengeluarkan pendapatnya dalam suasana yang kondusif untuk mengembangkan pengetahuan, sikap, keaktifan serta keterampilan sosial, seperti keterampilan bekerja sama yang bermanfaat bagi kehidupannya di tengah masyarakat. Sehingga, STAD sangat tepat dilakukan dalam pembelajaran IPA. Utamanya materi tentang pengenalan struktur tumbuhan dan hewan.

Berikut langkah-langkah pembelajarannya. Pertama, penyampaian tujuan dan motivasi. Penyampaian tujuan yang ingin dicapai pada pembelajaran tersebut sekaligus untuk memotivasi siswa agar fokus dan siap untuk belajar. Kedua, pembagian kelompok. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok, di mana setiap kelompok terdiri dari empat sampai lima siswa yang memprioritaskan heterogenitas kelas dalam prestasi akademik, jenis kelamin, ras, atau etnik. Pembagian kelompok secara heterogen ini dimaksudkan untuk membangun sikap saling menghargai dalam perbedaan. Ketiga, presentasi dari guru. Guru menyampaikan materi pelajaran dengan terlebih dahulu menjelaskan tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pertemuan tersebut serta pentingnya pokok bahasan tersebut dipelajari. Keempat, kegiatan belajar dalam tim (kerja tim). Siswa bekerja dalam kelompok yang telah dibentuk. Kerja tim merupakan ciri terpenting dari metode STAD. Kelima, evaluasi. Guru mengevaluasi hasil belajar melalui pemberian kuis tentang materi yang dipelajari dan juga melakukan penilaian terhadap presentasi hasil kerja masing-masing kelompok. Keenam, penghargaan prestasi atas keberhasilan kelompok.

Baca juga:  Komik Bervisi Etis untuk Belajar IPA

Dengan penerapan metode pembelajaran STAD ini, diharapkan berbagai hambatan dan masalah dalam pembelajaran IPA di SD Negeri Palebon 03 Semarang dapat diatasi. Dengan demikian, hal itu juga berdampak pada tercapainya tujuan pembelajaran secara lebih optimal. (ips2/ida)

Guru SD Negeri Palebon 03 Kota Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya