alexametrics

Problem Based Learning Aktivitas Belajar Siswa Masa Daring

Oleh : Amiruddin, S.Ag., M.S.I.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Desain untuk membelajarkan siswa adalah melalui pembelajaran. Itu berarti siswa sudah ditempatkan pada tempatnya yaitu sebagai subyek pembelajaran. Pembelajaran yang seperti ini lebih berorientasi pada aktivitas siswa untuk memperoleh hasil belajar berupa perpaduan antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotor secara proposional. Keaktifan siswa SMP Negeri 3 Kedungwuni ada yang secara langsung dapat diamati dan ada yang tidak dapat diamati secara langsung, seperti mengerjakan tugas, berdiskusi, dan mengumpulkan data. Apalagi di masa pandemi sekarang ini.

Proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti mestinya menekankan pada pemberian pengalaman langsung kepada siswa, sehingga siswa memperoleh pemahaman mendalam tentang aktivitas penerapan ibadah dan prospek pengembangan lebih lanjut dapat menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Kecenderungan pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti saat ini, siswa hanya mempelajari sebagai produk, menghapalkan konsep, teori dan hukum, serta berorientasi pada hafalan. Fakta di lapangan menunjukan bahwa siswa cenderung malas berpikir secara mandiri.

Baca juga:  Pembelajaran Penjas di Masa Pandemi

Untuk meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa dibutuhkan suatu pembelajaran yang efektif. Salah satu caranya yaitu dengan menggunakan metode Problem Based Learning yakni metode pembelajaran yang berbasis teori belajar konstruktivistik yang dikenalkan oleh (John Dewey oleh Djamaroh dkk,2010). Secara umum pembelajaran berdasarkan masalah terdiri dari menyajikan kepada siswa situasi masalah yang otentik dan bermakna yang dapat memberikan kemudahan kepada mereka untuk melakukan penyelidikan dan inkuiri.

Salah satu metode pembelajaran yang diharapkan dapat meningkatkan keaktifan siswa adalah metode Problem Based Learning. Metode ini mempersiapkan siswa untuk berpikir kritis dan analitis, untuk mencari serta menggunakan sumber pembelajaran yang sesuai (Amir, 2010 : 21). Dalam metode Problem Based Learning, sebelum pelajaran dimulai, siswa diberikan masalah-masalah. Masalah yang disajikan adalah masalah yang memiliki konteks dengan dunia nyata, semakin dekat dengan dunia nyata, maka akan semakin baik pengaruhnya pada peningkatan kecakapan pada siswa. Dunia nyata tersebut dekat dengan lingkungan siswa di rumah dan mudah diperoleh karena masa pandemi siswa banyak menghabiskan waktu di lingkungan rumah. Dari masalah yang diberikan ini siswa kemudian bekerjasama dalam kelompok, mencoba memecahkan masalah dengan kemampuan yang dimiliki, dan sekaligus mencari informasi-informasi baru yang relevan. Disini peran guru adalah sebagai fasilitator yang mengarahkan siswa dalam mencari dan menemukan solusi dan sekaligus menentukan kriteria pencapaian proses pembelajarannya. Pengarahan melalui online jarak jauh bisa lewat daring maupun luring.

Baca juga:  Enam Tips Menghadapi Pembelajaran New Normal

Pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek di masa pandemi Covid-19 dilakukan dengan menggunakan media yang tepat karena pembelajaran tidak dilakukan secara tatap muka tetapi dilakukan dengan menggunakan metode pembelajaran jarak jauh. Media pembelajaran berbasis tehnologi yang dipilih adalah dengan criteria yang bersifat umum, mudah digunakan, dan tidak berbayar/hanya menggunakan kuota yaitu google form kolaborasi dengan group Whatsapp.

Project Based Learning membuat siswa berkembang karena ketika siswa belajar dengan caranya sendiri, mereka mengembangkan kemampuan untuk memfokuskan diri dan merenung. Bekerja dengan mereka sendiri juga memberi kesempatan untuk memikul tanggungjawab pribadi atas apa yang mereka pelajari. (bp2/ton)

Guru SMPN 3 Kedungwuni

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya