alexametrics

Model Time Token dan Peningkatan Kualitas Pembelajaran PAI

Oleh: Netty Kurnia Dewi, S.Pd.I

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Proses pembelajaran dan hasil belajar siswa bergantung kepada kualitas pembelajaran guru di sekolah. Keberhasilan proses pembelajaran sangat dipengaruhi oleh model pembelajaran yang guru aplikasikan. Model pembelajaran yang menarik akan meningkatkan motivasi dan perhatian siswa, secara otomatis berdampak pada kualitas pembelajaran yang akan meningkat pula.

Realitas di lapangan atau sekolah-sekolah dan guru-guru saat ini masih banyak yang menggunakan model pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru atau disebut teacher oriented, hal ini tentu akan menimbulkan kejenuhan bagi siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Oleh karena itu, guru sudah selayaknya mempersiapkan dan mempersiapkan proses pembelajaran dengan model yang interaktif dan kooperatif.

Pembelajaran kooperatif mendidik siswa untuk selalu bekerjasama dengan siswa yang lain lebih spesifik lagi dengan menggunakan tehnik time token. Model pembelajaran dengan tehnik time token bertujuan agar siswa tidak hanya melihat, mendengar, merangkum dan mengerjakan tugas, akan tetapi siswa diberikan stimulan untuk berperan aktif dalam proses pembelajaran. Metode ini akan mendorong keberhasilan siswa untuk memahami materi pelajaran yang di ajarkan oleh gurunya.

Baca juga:  Momen Hari Raya Kurban dalam Membentuk Karakter Pelajar Pancasila

Wina Sanjaya (2008: 227) mengungkapkan bahwa time token adalah model pembelajaran yang bertumpu pada pengembangan kemampuan berpikir, artinya tujuan yang ingin dicapai oleh time token adalah bukan sekadar siswa dapat menguasai sejumlah materi pelajaran, akan tetapi bagaimana siswa dapat mengembangkan gagasan-gagasan dan ide-ide melalui kemampuan berbahasa. Penulis selaku guru SMP N 3 Doro juga mengadopsi model time token ini dalam pembelajaran PAI dan BP kelas delapan semester 1 tentang bahaya mengonsumsi minuman keras, judi, dan pertengkaran.

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut, guru menjelaskan tujuan pembelajaran/KD. Kemudian guru mendesain kelas untuk melaksanakan diskusi dengan pembagian kelompok menyesuaikan jumlah siswa di kelas. guru memberi tugas pada siswa untuk mempelajari materi yang sedang di bahas dari berbagai referensi yang telah disiapkan sebelumnya. Selanjutnya, guru memberi sejumlah kupon berbicara yang berisi tema/ pokok materi pembelajaran dan memberikan durasi waktu maksimal 30 detik per kupon pada tiap siswa. Guru meminta siswa menyerahkan kupon terlebih dahulu sebelum berbicara atau memberi komentar. Setiap tampil berbicara satu kupon. Siswa yang belum siap berbicara di beri kesempatan untuk mengatakan “pas” dengan risiko masih menyimpan kupon berbicara lebih banyak yang harus diselesaikan. Siswa dapat tampil lagi setelah bergiliran dengan siswa lainnya. Siswa yang telah habis kuponnya tak boleh bicara lagi. Siswa yang masih memegang kupon harus bicara sampai semua kuponnya habis. Demikian seterusnya hingga semua anak berbicara dan menyelesaikannya.

Baca juga:  Tingkatkan Kemampuan Bercerita dengan String Game

Guru melakukan pendampingan, pengamatan dan memberikan penilaian sesuai dengan kriteria penilaian yang telah disiapkan. Penulis merasa bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif dengan tehnik time token dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, terlihat dari meningkatnya daya respon, suasana belajar yang kompetitif akan meningkatkan kecepatan siswa meberikan respon. Setiap respon yang sesuai dengan tujuan akan segera mendapat penguatan sehingga suasana belajar menjadi cair, komunikatif dan lebih menyenangkan. (bp2/ton)

SMP Negeri 3 Doro Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya