alexametrics

Bikin Siswa Aktif Belajar Bangun Datar dengan NHT

Oleh: Rumyanto, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KEGIATAN belajar matematika yang selama ini dilaksanakan sifatnya teacher centered dimana siswa yang hanya duduk diam, mendengarkan materi, menerima rumus, mengerjakan latihan soal dengan bimbingan guru. Kegiatan belajar seperti ini menyebabkan siswa mengalami kejenuhan, sehingga kurang kreatif dalam memahami dan mengaplikasikan konsep matematika. Situasi yang belajar monoton tanpa melibatkan keaktifan dan kreativitas siswa akan membuat siswa pasif, karena segala sesuatu tergantung guru.

Pemilihan model pembelajaran yang tepat akan sangat membantu siswa untuk menguasai materi pelajaran. Salah satu model pembelajaran yang cukup bervariasi dan dapat melibatkan peran aktif siswa dalam kegiatan belajar mengajar adalah pembelajaran kooperatif. Seperti yang terjadi di SDN 01 Blado Kabupaten Batang kelas II ( Dua), 50% peserta didiknya mengalami penurunan hasil belajar pada mata pelajaran matematika khususnya materi Bangun Datar .

Baca juga:  Asyiknya Belajar Pecahan dengan Media KeTuPat

Maka penulis menerapkan sebuah perumbakan cara pembelajaran yaitu dengan megaplikasikan metode asyik dan menyenangkan bagi siswa. Dan Numbered Head Together (NHT) pilihan yang cocok untuk materi bangun datar kelas II, NHT adalah suatu model pembelajaran kooperatif yang menggunakan angka yang diletakkan diatas kepala dengan tujuan untuk memudahkan guru dalam mengeksplor aktifitas siswa dalam mencari, mengolah, dan melaporkan informasi dari berbagai sumber yang akhirnya dipresentasikan di depan kelas. Strategi ini pertama kali dikenalkan oleh Spencer Kagan pada tahun 1992 dalam Suprijono (2009:92).

Tahapan langkah-langkahnya sebagai berikut: Satu, Persiapan. Guru mempersiapkan rancangan pelajaran dengan membuat Skenario Pembelajaran (SP), Lembar Kerja Siswa (LKS) yang sesuai dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Kedua, Pembentukan kelompok. Dalam pembentukan kelompok disesuaikan dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Guru membagi para siswa menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 3-5 orang siswa. Guru memberi nomor kepada setiap siswa dalam kelompok dan nama kelompok yang berbeda. Kelompok yang dibentuk merupakan percampuran yang ditinjau dari latar belakang sosial, ras, suku, jenis kelamin dan kemampuan belajar. Selain itu, dalam pembentukan kelompok digunakan nilai tes awal (pre-test) sebagai dasar dalam menentukan masing-masing kelompok. Ketiga, Tiap kelompok harus memiliki buku paket atau buku panduan.

Baca juga:  Indahnya Berbagi dalam Pecahan

Tiap kelompok harus memiliki buku paket atau buku panduan agar memudahkan siswa dalam menyelesaikan LKS atau masalah yang diberikan oleh guru. Keempat, Diskusi masalah. Guru membagikan LKS kepada setiap siswa sebagai bahan yang akan dipelajari. Dalam kerja kelompok setiap siswa berpikir bersama untuk menggambarkan dan meyakinkan bahwa tiap orang mengetahui jawaban dari pertanyaan yang telah ada dalam LKS atau pertanyaan yang telah diberikan oleh guru.

Pertanyaan dapat bervariasi, dari yang bersifat spesifik sampai yang bersifat umum. Kelima, Memanggil nomor anggota atau pemberian jawaban. Guru menyebut satu nomor dan para siswa dari tiap kelompok dengan nomor yang sama mengangkat tangan dan menyiapkan jawaban kepada siswa di kelas. Keenam, Memberi kesimpulan, guru bersama siswa menyimpulkan jawaban akhir dari semua pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang disajikan.

Baca juga:  Trik Tingkatkan Motivasi Kinerja Guru

Bagi siswa penerapan model pembelajaran Number Head Together ini terbukti bisa meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran karena suasana pembelajaran yang menyenangkan, memotivasi siswa untuk belajar sehingga hasil belajarpun akan meningkat. (fbs2/zal)

Guru SDN 01 Blado, Kabupaten Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya