alexametrics

Aplikasi Pendekatan Problem Based Learning Tingkatkan Aktivitas Pembelajaran

Oleh : Muhammad Taufiq, S.Ag., M.S.I

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Permasalahan yang selalu muncul dalam dunia pendidikan adalah bagaimana suatu proses pembelajaran dirancang dan diturunkan dalam praktik. Baik dan buruknya kualitas pendidikan sangat berhubungan dengan kinerja guru dalam menjalankan profesinya sebagai pembelajar. Dalam ruang ini, seorang guru selalu ditantang untuk dapat menemukan format yang tepat dan memformulasikan dalam strategi yang taktis suatu rancangan pembelajaran yang mencerahkan (Parman, 2017:9).

Berangkat dari latar belakang tersebut, secara mikro (praksis pembelajaran) perlu ditemukan cara terbaik untuk menyampaikan konsep yang diajarkan di dalam mata pelajaran tertentu khususnya Pendidikan dan Budi Pekerti. Sehingga siswa dapat menggunakan dan mengingat lebih lama konsep-konsep tersebut sebagai suatu kompetensi yang berguna.
Pendekatan pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning) adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai konteks bagi siswa untuk belajar tentang cara berfikir kritis dan keterampilan memecahkan masalah. Dengan asumsi dasar pada batasan masalah tersebut, Problem-Based Learning (PBL) menjadi relevan untuk diterapkan sebagai strategi pembelajaran PAI dan Budi Pekerti.

Baca juga:  Mudahnya Belajar Ilmu Tajwid dengan Matching Card

Dengan pendekatan PBL diasumsikan pembelajaran akan menjadi menarik karena objek yang dipelajari situasi dunia nyata yang dekat dengan kehidupan siswa. Di samping itu, konsep pengetahuan esensial yang dipelajari akan menggerakkan pada kemampuan berpikir tingkat tinggi, dan dengan sendirinya akan mendorong siswa untuk belajar pada situasi bagaimana belajar.

Problem-Based Learning (PBL) merupakan salah satu metode pembelajaran dimana authentic assesment (penilaian nyata) dapat diterapkan secara komprehensif. Keuntungan dari pembelajaran PBL yakni, memberikan fokus yang menarik bagi siswa dalam menyusun pemecahan masalah yang nyata dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan permasalahan yang kontekstual melalui penerapan ceramah dan penggabungan penelitian sehingga siswa akan senantiasa aktif menyusun konsep yang akhirnya dimemorikan dalam kognitifnya di dalam pembelajaran yang bermakna.

Baca juga:  Examples Non Examples Tingkatkan Prestasi Belajar Thaharah

Tujuan digunakannya model pembelajaran tersebut untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI dan Budi Pekerti melalui pendekatan PBL. Untuk mengetahui tingkah laku yang menyertai peningkatan pembelajaran tersebut.

Karakteristik dalam metode Problem Based Leaning ini antara lain pemunculan masalah dari siswa atau situasi masalah dari guru. Pengajuan pertanyaan masalah atau soal yang berfokus pada keterkaitan antardisiplin. Penyelidikan authentic atau penyelidikan dalam rangka melakukan reinvention (pengulangan pernyataan masalah). Menghasilkan produk, karya atau penyelesaian masalah. Kerja sama (berpasangan, kelompok kecil atau kelompok besar sesuai dengan pilihan guru dan siswa). Uraian tersebut di merupakan proses yang harus dilakukan guru dalam rangka membentuk suatu metode PBL dalam kelas.

Langkah pembelajaran PBL adalah persiapan yang meliputi penjelasan materi dan metode pembelajaran yang akan digunakan. Pemunculan masalah dari siswa maupun guru dan kenyataan hidup yang ada. Investigasi dan inkuiri masalah terkait dalam kehidupan nyata. Presentasi hasil untuk mengetahui hasil karya atau produk dari investigasi dan inkuiri.
Penerapan pembelajaran yang penting dalam dunia pendidikan sekarang, menekankan pada pembelajaran dengan memberikan ruang bagi siswa untuk mengambil peranan secara aktif dalam belajar. Paradigma baru ini menekankan pada pilihan metode mengajar yang menekankan students-active approach atau student-centered instruction.

Baca juga:  Situs Web Animaker sebagai Media Pembelajaran Seni Rupa selama PJJ

Setelah diaplikasikan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMP Negeri 1 Bojong diambil atas dasar perubahan hasil tes dan nontes menunjukkan kenaikan positif secara signifikan. Berarti terjadi peningkatan hasil pembelajaran, tetapi masih perlu perbaikan lagi pelaksanaan model pembelajaran yang diterapkan. Sedangkan perubahan hasil nontes baik dari wawancara, angket maupun jurnal, diungkap apa adanya sesuai hasil yang telah terkumpul sebagai perbandingan. (bp2/lis)

Guru PAI & BP SMP Negeri 1 Bojong

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya