alexametrics

Asyiknya Belajar Suku Bangsa di Indonesia dengan Tebak Kata

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Indonesia merupakan negara yang memiliki beragam suku bangsa. Banyaknya suku bangsa di Indonesia patut disyukuri. Suku bangsa di Indonesia jumlahnya sangat banyak, yang mendiami seluruh wilayah Indonesia. Tiap suku bangsa memiliki ciri khas baik dalam budaya maupun bahasa.

Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sebuah penelitian pada 2010 bahwa di Indonesia terdapat 1.128 suku bangsa. Tiap suku bangsa di Indonesia memiliki berbagai perbedaan, dan itulah yang membentuk keaneka ragaman di Indonesia.

Suku bangsa merupakan kesatuan sosial yang dapat dibedakan dari kesatuan sosial dan berdasarkan kesadaran akan identitas budaya khususnya bahasa. Suku disebut juga etnis (Koentjaraningrat) adalah sekelompok manusia yang memiliki kesatuan budaya dan terikat oleh kesadaran dan identitas tersebut.

Baca juga:  Tantangan Mengajar di Masa Pandemi Covid-19

Pembelajaran suku bangsa di Indonesia dengan model tebak kata membuat anak-anak kelas VII C SMP Negeri 5 Sragi menjadi semangat. Tebak kata merupakan model pembelajaran yang dapat dilakukan baik secara sendiri atau berkelompok. Model tebak kata akan mengaktifkan setiap anak dalam satu kelas, karena anak dituntut terlibat bersama teman temanya. Model tebak kata juga membuat pembelajaran tidak kaku, anak terkesan santai, yang awalnya tidak berani menjawab menjadi berani.

Penulis mencontohkan dengan mengambil tumpukan kertas secara acak, muncul nama suku “Sunda”, anak-anak antusias menjawab “Jawa Barat”. Penulis mengambil tumpukan kertas lagi acak, muncul nama suku “Asmat”, salah seorang anak berdiri dan menjawab “Papua”. Penulis bersama anak-anak lain memberikan applause.

Baca juga:  Pemanfaatan Google Form sebagai Evaluasi Daring PPKn

Penulis kembali mengambil kartu tebak kata secara acak dan menunjukkan ke anak-anak dan mempersilahkan anak tunjuk jari, beberapa anak tunjuk jari, dan satu anak menjawab menjawab “Batak”. Giliran ketua kelas maju kedepan membawa beberapa tumpukan kertas sebagai kartu tebak kata. Diambilnya secara acak muncullah tulisan “Dayak”, satu anak dipojok belakang langsung tunjuk jari dan menjawab “Sumatera”. Applause pun terjadi tanpa diperintah dari penulis. Terlihat anak-anak sangat antusias bermain tebak kata untuk mengetahui suku bangsa di Indonesia.

Kemudian penulis membagi anak-anak dalam satu kelas menjadi delapan kelompok, satu kelompok terdapat 4 anak. Dalam satu kelompok setiap ada berhadap hadapan, satu tumpukan paket kartu tebak kata sudah mereka siapkan. Satu anak mengambil kartu tebak kata, dan satu anak dihadapanya menjawab pertanyaan yang ada pada kertas kartu tebak kata tersebut. Beberapa anak terlihat masih harus mencari buku dalam menjawab pertanyaan.

Baca juga:  Tingkatkan Hasil Belajar Dribbling dalam Permainan Bola Basket dengan Metode Inklusif

Kegiatan yang terakhir yang dilakukan anak-anak adalah mempraktikkan tebak kata antarkelompok. Antarkelompok berhadapan dan bergantian memberi pertanyaan yang ada pada kartu tebak kata. Dalam pembelajaran ini antarkelompok dapat dipertandingkan dan dihitung jumlah skor tiap kelompok.

Dengan model pembelajaran tebak kata, anak merasa bahwa dirinya bisa melakukan, karena mereka sendiri yang membuat kartu tebak kata, mereka sendiri yang membuat pertanyaan untuk teman-temanya dan mereka yang menjawab pertanyaan dari teman-temanya. (ips2.2/ton)

Guru PPKn SMP Negeri 5 Sragi Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya