alexametrics

Pembelajaran Speaking dengan Empat Corners

Oleh : Dian Andansari S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KEMAMPUAN berbicara merupakan salah satu standar belajar bahasa Inggris. Pesera didik yang tidak mampu berbicara dengan lancar akan mengalami kesulitan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, guru perlu merancang pembelajaran berbicara dengan baik sehingga mampu menumbuhkan kebiasaan berbicara sebagai sesuatu yang menyenangkan. Suasana belajar harus dapat diciptakan melalui kegiatan permainan. Kadang guru masih mengalami kesulitan meningkatkan kemampuan peserta didik dalam berbicara.

Berbicara adalah salah satu keterampilan bahasa yang sangat ditakuti oleh siswa. Ada beberapa kendala dalam mengajarkan keterampilan berbicara, di antaranya perasaan malu dan keterbatasan kosakata yang dimiliki siswa. Bagaimana supaya pembelajaran berbicara menjadi menyenangkan dan tak ditakuti oleh siswa. Disini pentingnya guru menggunakan metode/cara yang lebih bervariasi untuk meningkatkan kemampuan berbicara. Maka, guru perlu mengadakan pembelajaran bahasa Inggris siswa kelas X MIPA SMA Negeri 2 Demak dengan menggunakan permainan empat corners. Guru berharap dengan permainan ini, dapat meningkatkan aktivitas belajar peserta didik dan kreativitas peserta didik dalam berbicara.
Permainan ini disebut empat corners (empat sudut). Tiap sudut akan ada kelompok yang mengerjakan tugas yang berbeda, sesuai dengan kartu permainan yang ada. Tiap permainan membutuhkan waktu sekitar 15 menit. Dalam permainan ini, siswa dituntut berbicara (speaking) dalam menjawab soal.

Baca juga:  Menulis Deskriptif Bahasa Inggris dengan Strategi Picture Word Inductive

Pada first corner (sudut pertama) menggunakan papan permainan yang disebut use a word. Dalam permainan ini, menggunakan mata dadu. Siswa akan mendapatkan pertanyaan di papan permainan dengan satu kata. Kemudian siswa akan menyampaikan kalimat dengan satu kata yang ada secara lisan. Contoh kata yang digunakan, last year, pets, trees dan lain-lain.
Second corner (sudut kedua), siswa akan mendapatkan papan pertanyaan what someone does? Jadi menanyakan apa yang seseorang biasanya lakukan. Permainan ini seperti monopoli. Pemainan ini menggunakan mata dadu. Tiap siswa dalam kelompok mendapatkan kesempatan bermain. Tiap siswa yang bermain akan mendapatkan pertanyaan sesuai dengan jumlah mata dadu. Contoh pertanyaan, in a movie theatre, at the beach, at a wedding party, when hungry dan lain-lain. Siswa secara bergantian akan menceritakan yang biasa orang lakukan, jika pada situasi tersebut dengan kalimat yang sederhana.

Baca juga:  Benrit Semangatkan Belajar di Rumah

Third corner (sudut ketiga). Pada sudut ini permainannya menggunakan papan kartu yang melingkar, tapi tetap menggunakan mata dadu dengan pertanyaan, name 3…. Pada permainan ini, siswa diminta menyebutkan tiga hal yang sesuai dengan pertanyaan pada papan permainan. Contoh pertanyaan, things you’ve learned in the past week…., important events in your life? Why? ….. things you have never done. Maka siswa akan menyebutkan tiga hal/peristiwa yang berhubungan dengan pertanyaan beserta alasannya.

Fourth corner (sudut keempat). Pada sudut yang terakhir ini disediakan kartu bergambar dengan berbagai tema yang berhubungan dengan hobi. Siswa dibagi berpasangan, setelah itu bisa bergantian pasangan, tapi masih dalam satu grup. Adapun contoh pertanyaan yang disampaikan yaitu menyebutkan hobi, alasannya, apa yang telah dilakukan dengan hobinya dan lain-lain. Itulah macam-macam permainan yang bisa digunakan untuk meningkatkan kemampuan speaking siswa. Dengan bermain, mereka juga belajar. (ips2/ida)

Baca juga:  Gerabah jadi Media Ciptakan Ragam Hias Cantik

Guru Bahasa Inggris SMA Negeri 2 Demak

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya