alexametrics

Mentoring In On In Tingkatkan Pemahaman Guru tentang PTK

Oleh : Zumaroh Nazulaningsih MSI

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SALAH satu upaya meningkatkan kompetensi guru dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah dengan supervisi akademik kelompok teknik mentoring pola in on in. Dengan teknik ini, guru mendapatkan bimbingan dan pendampingan secara intensif. Guru dan supervisor akan bertemu secara periodik, sehingga kendala-kendala yang dihadapi segera teratasi. Bahkan, para guru akan selalu terpantau dalam melaksanakan penelitiannya.

Mentoring pola In On In pada dasarnya merupakan pola pembimbingan atau mentoring yang bergiliran antara fase In dan fase On secara terus menerus. Pada fase In merupakan fase para guru bertemu tatap muka dengan pembimbing melakukan pelatihan dan bimbingan terkait konsep atau teori, koreksi terhadap hasil pekerjaan dan pemberian tugas oleh para guru. Pada fase on merupakan fase guru mengerjakan secara mandiri tugas-tugas yang diberikan kepada oleh pembimbing mentor selama 2 minggu di rumah atau tempat tugas. Pada teknik mentoring pola In On In ini akan terjadi terus menrus atau bersiklus antara fase in dan fase on secara intensif. Lamanya waktu antara fase in dengan fase on adalah 2 minggu.
Langkah-langkah mentoring pola In On In ada empat tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut. Tahap persiapan diisi dengan melakukan koordinasi dengan guru tentang teknis pelaksanaan mentoring terkait peserta, materi, tempat dan waktu mentoring tahap pelaksanaan. Yakni, diawali dengan pertemuan tatap muka antara mentor dan guru sebagai menti. Pada pertemuan tatap muka ini, dilaksanakn diskusi dan pendampingan tentang konsep PTK dan cara pembuatan laporannya. Pada setiap akhir pertemuan tatap muka (fase in) mentor memberikan tugas agar dikerjakan oleh para menti pada saat di tempat tugas atau di rumah. Fase dimana menti mengerjakan tugas dirumah disebut fase on.

Baca juga:  SUPAK Mewujudkan Guru Menjadi Profesional

Pada tahap fase in 2 (pertemuan kedua) peserta menyampaikan hasil kerja yang ditugaskan pada in 1. Mentor melakukan mentoring kepada para peserta. Selanjutnya mentor mengoreksi hasil kerja guru dan memberikan penguatan terhadap hal-hal yang belum dipahami oleh peserta. Pada akhir pertemuan in 2 mentor memberikan tugas kembali kepada para guru peserta mentoring. Teknik mentoring ini dilaksanakan selama 5 kali pertemuan

(In 5). Pada pertemuan terakhir In 5, para guru peserta bimbingan mengumpulkan laporan hasil PTK, selanjutnya mentor melakukan penilaian produk laporan hasil PTK dengan instrumen penilaian yang telah disiapkan pada tahap perencanaan. Setelah mentoring dilaksanakan, maka mentor melaksanakan evaluasi terhadap proses mentoring yang telah dilaksanakan pada aspek perencanaan, pelaksanaan, dan pada hasil pendampingan. Berdasarkan pada hasil evaluasi tersebut menjadi catatan untuk diperbaiki pada pelaksanaan mentoring berikutnya. Sehingga apa yang menjadi kelemahan dan kendala dijadikan sebagai bahan masukan untuk pelaksanaan mentoring berikutnya, begitu juga apa yang menjadi faktor pendukung keberhasilan di suatu kelompok akan dijadikan perimbangan pelaksanaan mentoring berikutnya.

Baca juga:  Model Pembelajaran Learning Cycle 5E sebagai Solusi Pembelajaran di TKJ

Pada tahap tindak lanjut hasil evaluasi yang berupa kendala dalam pelaksanaan mentoring dianalisa. Hasilnya dijadikan bahan perbaikan pelaksanaan mentoring berikutnya. Sedangkan masukan yang berupa keberhasilan pada tahap sebelumnya dapat dipertahankan dan perlu diperbaiki untuk tahap berikutnya. Pelaksanaan supervisi dengan mentoring in on in terbukti dapat meningkatkan kemampuan guru untuk membuat PTK. (ips2/ida)

Kepala MIN 1 Jogjakarta

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya