alexametrics

Gambar Berseri Memudahkan Siswa Menulis Cerita Narasi

Oleh : Ponco Adi Nugroho, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kompetensi siswa dalam keterampilan menulis perlu mendapat perhatian yang serius dari mulai jenjang sekolah dasar. Hal ini dikarenakan keterampilan menulis tentu tidak terbentuk secara instan. Kemampuan menulis tidak dapat diperoleh secara alamiah, tetapi melalui proses belajar atau latihan yang banyak dan teratur (Sabarti Akhadiah, dkk. 1991: 81).

Kegiatan pembelajaran yang dilakukan di SDN Lamper Lor, yaitu pada materi menulis cerita narasi banyak siswa yang kurang terampil. Mereka kesulitan dalam menjabarkan ide ke dalam bentuk kalimat dan mengembangkan paragraf. Ada beberapa hal yang menyebabkan peserta didik mengalami kesulitan dalam mengeluarkan ide dan gagasannya dalam bentuk karangan. Menurut Zaenudin (2015: 10) faktor-faktor tersebut di antaranya: (a) kurang lancarnya mereka dalam mengeluarkan ide-ide menggunakan bahasa Indonesia, (b) kurang terbiasanya mereka menggunakan bahasa Indonesia dalam berkomunikasi sehari-hari, (c) kurangnya pemahaman siswa tentang tema cerita, (d) kurangnya kemampuan mereka dalam berpikir abstrak, (e) perkembangan kognisi siswa yang baru mencapai tahap operasional konkrit, sehingga masih sangat membutuhkan media benda konkrit, media gambar, atau alat bantu lain untuk membantu mengeluarkan ide dan gagasannya dalam bentuk karangan.

Baca juga:  Model Inkuiri Terbimbing Berbasis Lingkungan Meningkatkan Hasil Belajar

Upaya yang dilakukan Guru dalam kegiatan pembelajaran keterampilan menulis narasi sebenarnya sudah berjalan cukup baik, namun masih terasa sangat belum optimal. Untuk dapat menciptakan suasana belajar yang menarik perhatian peserta didik diperlukan media pembelajaran yang efektif dan efisien, yaitu media gambar. Salah satu upaya yang memungkinkan dapat dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi siswa dalam menulis cerita narasi adalah dengan menggunakan media gambar seri.

Media gambar seri adalah media pembelajaran yang terdiri atas dua gambar atau lebih yang mengandung cerita dengan urutan tertentu yang saling berhubungan antara satu gambar dengan gambar yang lain, dan merupakan sebuah rangkaian peristiwa. Media ini sendiri sangat sesuai digunakan untuk dapat membantu siswa menyajikan suatu peristiwa kronologis yang dapat memudahkan siswa dalam menuangkan gagasannya dalam menuliskan bercerita. Penggunaan media gambar seri dalam pembelajaran menulis karangan narasi juga dapat memotivasi siswa dalam mengembangkan imajinasi dan daya nalar peserta didik. Suatu gambar atau seri gambar dapat dijadikan bahan menyusun sebuah paragraf.

Baca juga:  Turunan Fungsi dengan Google Classroom pada Pembelajaran Matematika Daring

Tahapan menulis cerita berdasarkan gambar seri adalah : (1) Guru menunjukkan gambar seri yang urutannya masih acak, kemudian siswa mengamati gambar tersebut, (2) Guru menunjuk siswa secara bergantian mengurutkan gambar seri, (3) Siswa diminta untuk membuat kalimat pokok pada setiap gambar, (4) Kemudian kalimat pokok tersebut dikembangkan lagi dengan menambahkan beberapa kalimat penjelas hingga menjadi sebuah paragraf. (5) Dari tiap-tiap paragraph yang telah dibuat kemudian digabung hingga menjdi sebah cerita. (6) Langkah terakhir adalah tinggal memberi judul yang disesuaikan denggan tema.

Setelah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan media gambar seri ada perbedaan hasil belajar siswa khususnya pada aspek menulis. Penggunaan media gambar seri pada pembelajaran menulis karangan narasi mengalami peningkatan di setiap prosesnya. Sehingga hasil keterampilan menulis narasi siswa dapat meningkat dari kondisi awal dalam kategori kurang menjadi kategori baik. (ips2/ton)

Baca juga:  Power Point, Mudahkan Belajar Bahasa Jerman

Guru SD Negeri Lamper Lor

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya