alexametrics

Perankan Tokoh Drama ketika Pembelajaran Daring dengan Roleplayer

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Memerankan tokoh drama berarti mengaktualisasikan segala hal yang terdapat di dalam naskah drama ke dalam lakon drama di atas pentas. Aktivitas yang menonjol dalam memerankan drama ialah dialog antartokoh, monolog, ekspresi mimik, gerak anggota badan, dan perpindahan letak pemain. Pada saat melakukan dialog ataupun monolog, aspek-aspek suprasegmental (lafal, intonasi, nada atau tekanan dan mimik) mempunyai peranan sangat penting.

Permasalahan yang dihadapi penulis sebagai pengajar Bahasa Indonesia ketika mengajarkan praktik dalam memerankan sebuah drama kepada peserta didik adalah tidak memungkinkannya dilaksanakan pementasan sebagai bentuk praktik dalam memerankan tokoh drama. Hal ini dikarenakan beberapa faktor : Pertama, adanya Covid-19. Kedua, adanya peraturan bahwa pembelajaran di sekolah sepenuhnya dilaksanakan secara daring. Berdasarkan CNBC Indonesia, pada 7 Agustus 2020 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (Kemendikbud) merilis kurikulum darurat bagi sekolah yang tetap menerapkan kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh. Kurikulum ini disusun untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), SD, SMP, SMA dan SMK yang berfungsi sebagai penyederhanaan kompetensi dasar.

Baca juga:  Perdalam Materi Saklar Otomatik dengan Probing-Prompting

Praktik dalam memerankan tokoh drama ini penulis ajarkan pada salah satu KD di kelas XI SMK N Ampelgading, yaitu 4.18 mengenai “Mempertunjukkan salah satu tokoh dalam drama yang dibaca atau ditonton secara lisan.” Untuk tetap dapat mempertunjukkan tokoh drama seperti pada KD yang ada, penulis menggunakan roleplayer sebagai media pembelajaran. Roleplayer ini sudah cukup terkenal di kalangan anak muda dan bukan hal yang baru lagi pastinya. Terlebih bagi pelajar sekolah menengah yang sudah terbiasa dengan media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, Telegram, Whatsapp, dll.

Role jika diterjemahkan adalah peran atau peranan sedangkan player jika diterjemahkan adalah pemain sehingga dapat diambil kesimpulan roleplayer adalah pemain peran atau biasa disebut juga bermain peran. Pengertan dari roleplayer sendiri adalah sebuah kegiatan dimana memainkan suatu peran menjadi orang atau tokoh melalui media sosial.

Baca juga:  Kendala Sinyal dalam Pembelajaran Daring pada Mapel Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan

Penulis menggunakan roleplayer dalam pembelajaran karena merupakan salah satu cara yang bisa digunakan untuk praktik memerankan sebuah drama ketika pembelajaran daring seperti saat ini. Langkah awal yang penulis lakukan untuk menggunakan roleplayer ini sebagai media pembelajaran yaitu pertama, penulis meminta peserta didik untuk memiliki akun Whatsapp. Kedua, membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok yang satu kelompoknya berisikan delapan orang. Ketiga, meminta setiap kelompok membuat grup Whatsapp dan memasukkan penulis ke dalam setiap grup yang sudah peserta didik buat. Keempat, meminta peserta didik untuk mencari bahan cerita yang akan diperankan sekaligus membagi peran. Kelima, peserta didik akan bermain peran melalui video call Whatsapp yang nantinya akan direkam dan hasil rekaman ini akan dikumpulkan.

Baca juga:  Indahnya Berbagi dalam Pecahan

Melalui roleplayer ini, penulis menyimpulkan peserta didik tetap bisa mempraktikan bagaimana cara memerankan suatu tokoh dalam drama, cara mengekspresikan mimik, gerak anggota badan saat mendalami suatu peran meski dengan pembelajaran daring sekalipun. Selain itu, roleplayer ini merupakan cara yang jauh lebih mudah dan sederhana jika dibandingkan melakukan suatu pementasan seperti biasa yang membutuhkan pikiran, tenaga, juga waktu yang tidak sedikit. (fbs2/ton)

Guru SMK N Ampelgading

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya