alexametrics

Video Animasi membuat Daring semakin Menyenangkan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Penderita Covid 19 Semakin hari bukannya menurun malah semakin meningkat dan bertambah setiap harinya, begitu juga di Kabupaten Pekalongan penderita Covid 19 mengalami peningkatan yang memprihatinkan. Guru sebagai pendidik diminta untuk memfasilitasi dan menyiasati kondisi yang tidak kondusif dengan melaksanakan BDR (Belajar dari Rumah). Sesuai dengan panduan pembelajaran jarak jauh dari Kemdikbud terdapat dua metode dalam melaksanakan BDR selama masa pandemi, yaitu : (1) Pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (daring) atau online, metode ini menggunakan gawai (gadget) atau laptop melalui aplikasi pembelajaran secara daring. (2) Pembelajaran jarak jauh luar jaringan (luring) atau offline, caranya dengan menggunakan televisi, radio, modul belajar mandiri serta lembar kerja, bahan ajar cetak, alat peraga, dan media belajar dari benda di lingkungan sekitar.

Untuk menyukseskan kebijakan physical distancing yang diprogramkan oleh pemerintah kabupaten maka SD Negeri 01 Sidosari Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan menerapkan belajar dari rumah (BDR) dengan sistem daring atau online. Banyak aplikasi yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan BDR secara daring, salah satu aplikasi yang penulis gunakan adalah whatshapp. Pembelajaran daring dengan menggunakan aplikasi whatshapp perlu strategi yang jitu dan tepat sasaran agar peserta didik dapat memahami dengan mudah materi yang dibagikan oleh guru.

Baca juga:  Optimalkan Fungsi Manajerial Kepala Sekolah dalam Pengelolaan Satuan Pendidikan

Untuk memudahkan kegiatan pembelajaran dari rumah secara online guru membuat grup whatshapp yang beranggotakan peserta didik di kelas yang penulis ampu. Anak sekolah usia sekolah dasar pada dasarnya masih suka bermain, untuk itu guru mencoba metode yang jitu agar anak tertarik mengikuti kegiatan BDR dengan antusias. Metode yang guru video animasi. Yang dimaksud dengan video animasi adalah gambar bergerak yang berasal dari berbagai objek yang disusun secara khusus sehingga bergerak sesuai alur yang sudah ditentukan. Objek yang dipakai bisa berupa gambar manusia, gambar hewan, gambar tumbuhan, gambar gedung, tulisan teks, dan sebagainya. Selain itu guru juga menambahkan suara sesuai dengan video animasi yang telah dibuat, agar siswa lebih memahami materi yang akan disampaikan.

Baca juga:  Mengatasi Kejenuhan Siswa Belajar Bumiku dengan Video Animasi Berbasis Powtoon

Dalam kegiatan pembelajaran bimbingan ada beberapa langkah sebagai berikut: (a) Melaksanakan kegiatan pembelajaran di grup whatshapp sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh sekolah; (b) Sebelum memulai pembelajaran guru mengajak peserta didik mengawali kegiatan pembelajaran dengan berdoa, dilanjut dengan mengirimkan materi dalam bentuk video animasi untuk mempermudah peserta didik memahami materi yang dibagikan; (c) Peserta didik diminta untuk mengamati dan mempelajari video animasi yang telah dibagikan; (d) Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk tanya jawab materi yang belum dipahami, bisa melalui teks atau voice note, (e) Kegiatan diakhiri dengan memberikan dikumpulkan dengan memfotonya dan mengirimkan kepada guru langsung; (f) Selanjutnya guru menyampaikan materi yang akan dipelajari esok hari dan menutup pembelajaran dengan salam.

Baca juga:  Belajar Teks Analytical Exposition dengan Metode Role Play

Video animasi membuat peserta didik lebih menikmati pembelajaran yang disampaikan oleh guru, karena materi yang rumit menjadi lebih mudah dipahami dan dibayangkan. Selain itu peserta didik dapat mengulang video animasi yang telah dibagikan baik secara keseluruhan ataupun pada bagian-bagian tertentu agar peserta didik lebih memahami materi yang telah disampaikan. Pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan menyenangkan, peserta didik tidak terbebani untuk membaca teks panjang yang membosankan dan membuat jenuh. (ips1/ton)

Guru Kelas 6 SDN 01 Sidosari, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya