alexametrics

Pembelajaran IPS Lebih Semangat dengan Metode Talking Stick

Oleh : Endang Hadi Wahyuningsih, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Metode pembelajaran talking stick merupakan salah satu model pembelajaran yang dilaksanakan dengan cara memberi kebebasan kepada peserta didik untuk dapat dan bertindak dengan leluasa dan menghindari unsur-unsur paksaan. Hal ini dapat menumbuhkan dan mengembangkan rasa percaya diri peserta didik.

Menurut Kagan (2000:1) model pembelajaran talking stick adalah suatu strategi belajar yang menggunakan kelompok-kelompok kecil, setiap kelompok terdiri dari peserta didik dengan tingkat kemampuan yang berbeda-beda.

Pembelajaran dengan menggunakan model talking stick ini mengaplikasikan peserta didik dalam penggunaan tongkat untuk kegiatan pembelajaran, dengan tujuan untuk mengembangkan sikap saling menghargai pendapat dan memberikan kesempatan kepada peserta didik lain untuk mengembangkan gagasannya dengan cara menyampaikan pendapat mereka secara kelompok.

Dalam pembelajaran IPS, materinya banyak dan luas yang mencakup beberapa hal. Tidak mengherankan bila peserta didik harus serius di dalam pembelajaran juga harus sering membaca buku materi atau buku paket, tapi bila peserta didik sudah dihinggapi rasa malas belajar dan membaca buku yang berkepanjangan menjadikan pelajaran IPS tidak menarik bagi peserta didik.

Baca juga:  SFAE Meningkatkan Aktifitas Siswa Memahami Kebutuhan Manusia

Tidak mengherankan di setiap ulangan banyak yang mendapat nilai kurang memuaskan. Masalah inilah yang sering dihadapi di SMP Negeri 4 Semarang yang membuat guru-guru IPS prihatin. Untuk mengurangi rasa malas membaca dan untuk meningkatkan gemar membaca maka digunakan salah satu model pembelajaran talking stick yang diharapkan agar peserta didik senang dan tertarik dengan pelajaran IPS.
Langkah-langkah penerapan model pembelajaran talking stick, pertama guru menjelaskan materi yang akan disampaikan. Kedua peserta didik diberi kesempatan untuk membaca dan mempelajari materi pada buku pegangan atau buku paket. Ketiga guru mempersilakan peserta didik untuk menutup bukunya. Keempat guru menyiapkan sebuah tongkat dan diberikan kepada peserta didik, kemudian guru memberikan pertanyaan kepada peserta didik yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya dan seterusnya.

Baca juga:  Tingkatkan Kerjasama Orang Tua dan Guru dengan Aplikasi Whatsapp

Kelima saat tongkat atau stick bergulir dari peserta didik satu ke peserta didik lainnya sebaiknya diiringi musik untuk mengurangi ketegangan peserta didik dan untuk menambah hangat suasana pembelajaran.

Keenam guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk melakukan refleksi terhadap materi yang telah dipelajari. Ketujuh guru bersama peserta didik merumuskan kesimpulan.
Ada beberapa kelebihan dan kekurangan pada model pembelajaran talking stick. Kelebihannya antara lain peserta didik lebih giat belajar, melatih memahami materi dengan cepat dan berani mengemukakan pendapat. Adapun kekurangannya antara lain membuat jantung berdebar, tegang selama pembelajaran, menimbulkan ketakutan akan pertanyaan yang diberikan oleh guru dan merasa malu bila tidak bisa menjawab pertanyaan dari guru.

Baca juga:  Penerapan Sistem Pembelajaran Daring dan Luring di Tengah Pandemi Covid-19

Untuk meningkatkan semangat belajar peserta didik maka penggunaan model pembelajaran talking stick sangat tepat karena peserta didik akan lebih giat dan tekun dalam mempelajari materi sehingga rasa malas belajar akan teratasi selain itu juga untuk meningkatkan tanggung jawab dan sikap kepemimpinan sehingga mampu berinteraksi dan belajar bersama-sama dengan peserta didik yang berbeda latar belakang. (ips1/lis)

Guru IPS SMP Negeri 4 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya