alexametrics

Video Interaktif sebagai Solusi Pembelajaran Daring Siswa SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid-19 menjadikan pemerintah mengambil kebijakan untuk melakukan phsycal distancing. Phsycal distancing merupakan pembatasan fisik yang dilakukan saat berkegiatan di luar rumah. Adanya kebijakan untuk melakukan pembatasan fisik berimbas pada aspek pendidikan. Pilihan yang tidak bisa dihindari adalah melakukan kegiatan belajar-mengajar dengan jarak jauh. Hal ini merupakan alternatif yang dapat dilakukan dari pada peserta didik tidak melakukan kegiatan belajar sama sekali.

Pembelajaran jarak jauh yang dapat dilakukannya ini dengan memanfaatkan teknologi dengan sistem online atau sering disebut pembelajaran daring (dalam jaringan). Hal itu juga dilakukan di sekolah penulis di SD Negeri Wonosari 02, Ngaliyan, Kota Semarang.

Pembelajaran secara daring dengan memanfaatkan teknologi yang dilakukan oleh para pendidik sejauh ini berkutat pada e-learning, media sosial (WhatsApp Group, Youtube, Line, dan lainnya), Google Classroom, Google Meet dan lain sebagainya. Berbagai sarana tersebut layaknya sebuah koin yang memiliki dua sisi. Dua sisi tersebut adalah kelebihan dan kekurangan yang ditimbulkan. Meski demikian, pembelajaran dengan sistem semacam ini mau tidak mau harus dilakukan dari pada aktivitas pembelajaran terhenti total.

Baca juga:  Gaya Belajar Asyik Bahasa melalui Cublak-Cublak Suweng

Pendidik sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran harus mampu mengimplementasikan ide-ide inovatif agar pembelajaran jarak jauh tidak terasa membosankan. Keterbatasan dalam bertatap muka dalam menyampaikan materi pembelajaran tidak bisa terelakkan. Di sinilah ide-ide inovatif dibutuhkan agar kegiatan tersebut dapat berjalan meski masih memiliki keterbatasan.

Salah satu hal yang dapat diaplikasikan dalam kegiatan pembelajaran jarak jauh namun serupa dengan kegiatan tatap muka, yakni melalui video pembelajaran interaktif. Terdapat beberapa kelebihan dari sebuah video pembelajaran apabila digunakan dalam pembelajaran jarak jauh yakni: pertama, dapat menunjang peserta didik untuk memahami materi sesuai dengan kecepatan pemahamannya. Hal ini karena video dapat diatur kecepatannya, diberhentikan, diulang, dan lain sebagainya. Kedua, video dapat disimak di mana saja dan kapan saja, sehingga tidak membatasi ruang dan waktu peserta didik dalam kegiatan belajar. Ketiga, fitur video juga dapat disematkan dalam bentuk pertanyaan atau kuis, sehingga ada timbal balik terhadap materi yang telah disampaikan.

Baca juga:  Implementasi Google Classroom Solusi Alternatif Pembelajaran Daring

Dalam pembuatan video pembelajaran interaktif terdapat langkah-langkah yang perlu dipersiapkan. Beberapa tips dan trik dalam membuat video yaitu: menyiapkan skenario, mengumpulkan ilustrasi yang mendukung, merekam video di ruangan yang kedap suara, dan menggabungkan hasil rekaman.

Pertama, proses menyiapkan skenario. Mempersiapkan skenario dapat dikatakan semacam menyiapkan narasi sehingga materi yang akan disampaikan, bentuk penyajian dalam menyampaikan, dan hal-hal yang dibutuhkan telah tersedia di awal. Hal ini harus disiapkan secara matang agar proses pembuatan yang akan berlangsung tidak banyak melakukan pengulangan.

Kedua, mengumpulkan ilustrasi yang mendukung. Ilustrasi berfungsi sebagai daya tarik siswa untuk tetap fokus menyaksikan video pembelajaran. Ilustrasi dapat diperoleh dari laman internet atau dokumentasi pribadi. Selain itu, ilustrasi juga dapat mewakili dari materi yang disampaikan.

Baca juga:  Meningkatkan Kualitas Guru dalam Pembelajaran Daring dengan Google Workspace

Ketiga, merekam video pada ruangan yang kedap suara. Dalam hal ini ruangan yang dimaksud adalah steril dari suara yang bising sehingga rekaman suaranya bersih dan dapat disimak dengan jelas oleh peserta didik.

Keempat, menggabungkan hasil rekaman video. Hasil dari rekaman video danilustrasi yang telah didapat kemudian digabungkan menjadi satu video. Penggabungan video dapat dilakukan melalui berbagai aplikasi yang diakses melalui laman internet atau pun tidak.

Meskipun video bukan satu-satunya hal yang dapat dilakukan dalam kegiatan pembelajaran jarak jauh, namun video pembelajaran dapat menjadi angin segar sebagai alternatif kegiatan yang dapat dilakukan. Semoga pandemi ini dapat segera selesai, sehingga kegiatan pembelajaran dapat dilakukan seperti semula. (ips1/aro)

Guru SD Negeri Wonosari 02, Ngaliyan, Kota Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya