alexametrics

Strategi Pembelajaran Online Mapel Matematika di Era Pandemi Covid

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran tatap muka selama ini menjadi pembelajaran yang paling efektif. Pandemi Covid-19 telah mengubah kebiasaan berbagai aspek kehidupan, tidak terkecuali pembelajaran di sekolah. Metode pembelajaran klasik dengan tatap muka mendadak harus berubah drastis dengan model daring (online).

Guru mata pelajaran Matematika menghadapi kendala metode pembelajaran yang tidak mudah. Selama ini Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang dianggap momok bagi siswa. Dengan pembelajaran tatap muka biasa saja, banyak siswa yang mengalami kesulitan, apalagi jika dilaksanakan secara daring.

Ada beberapa materi matematika yang sulit diberikan kepada siswa melalui pembelajaran online, contohnya Dimensi Tiga. Pembelajaran Matematika yang ideal harus memperhatikan perbedaan kecepatan berpikir, daya juang, gaya belajar anak, minat dan motivasi anak. Meskipun metode daring merupakan metode pembelajaran baru dan banyak kendala, namun seorang guru Matematika harus mampu membangun kreativitas agar proses pembelajaran tetap berjalan menarik dan efektif.

Baca juga:  Pembelajaran Sistem Pertidaksamaan Dua Variabel Menggunakan Geogebra

Ada tiga hal yang akan menentukan efektivitas dalam pembelajaran jarak jauh. Pertama, teknologi. Dalam hal ini guru dan siswa harus punya akses yang mudah terhadap jaringan dengan waktu seminim mungkin. Kedua, karakteristik pengajar. Guru sebagai pengajar memegang peranan penting dalam efektivitas pembelajaran secara daring. Ketiga, karakteristik siswa sendiri. Setiap siswa memiliki karateristik spesifik yang harus dipahami oleh guru, menurut CL Dillon and C.N Gunawardena (1995). Karakteristik yang kompleks dan membutuhkan daya abstraksi yang tinggi, mengharuskan guru Matematika memilih pendekatan yang tepat dalam menyampaikan materi.

Pemilihan media daring harus mampu mengakomodasi semua komponen yang ada dalam pembelajaran Matematika. Yaitu adanya materi yang sesuai tujuan pembelajaran, metode pembelajaran yang sesuai, adanya forum diskusi, penugasan dan penilaian. Presensi online dapat digunakan google form atau memperhatikan peserta lewat bilik forum chat. Untuk pengemasan materi, hendaknya memperhatikan bentuk bahan ajar yang sesuai gaya belajar anak, yaitu berupa teks atau video pembelajaran. Untuk tatap muka dapat digunakan media seperti Zoom, Google Meet, Hangout dan masih banyak lagi. Tatap muka secara tidak langsung dapat juga dilaksanakan dengan menayangkan bahan ajar berupa word atau powerpoint yang diisi suara dari guru yang bersangkutan. Dalam pembelajaran Matematika juga harus menyediakan forum diskusi. Untuk forum diskusi bisa menggunakan media populer yang biasa digunakan yaitu line, whatshap, telegram, atau forum diskusi yang disiapkan LMS.

Baca juga:  Belajar Matematika Mudah dan Asyik dengan PBL

Hal yang tidak kalah penting dalam proses pembelajaran adalah penilaian. Penilaian terdiri dari penilaian pengetahuan dan ketrampilan. Penilaian dapat dilaksanakan secara pada saat pembelajaran online dari keaktifan siswa, tes menggunakan google form. Untuk penilaian secara online dapat dilakukan dengan menugaskan peserta mengerjakan soal-soal latihan dan jawabannya dikirim via online.

Dengan adanya pandemi covid seperti saat ini, seorang guru matematika harus pandai memilih strategi pembelajaran online. Suatu tantangan bagi guru untuk selalu menyiapkan materi pembelajaran online sehingga siswa akan merasa senang, mudah dalam menerima materi pelajaran, dan tujuan pembelajaran akan tercapai. (dj2/ton)

Guru Matematika MAN 4 Bantul DIY

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya