alexametrics

BLT Tingkatkan Keterampilan Lompat Tinggi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MATERI pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah ada bermacam-macam, salah satunya lompat tinggi. Yakni salah satu cabang olahraga atletik yang menguji keterampilan melompat dengan melewati tiang mistar. Tujuan olahraga lompat tinggi ini, untuk memperoleh lompatan setinggi-tingginya saat melewati mistar. Lompat tinggi merupakan salah satu dari olahraga atletik yang sangat dominan menggunakan otot tungkai.

Untuk itu, dalam upaya meningkatkan hasil lompat tinggi, yang perlu dilatih adalah otot tungkai. Selain otot tungkai, lompat tali melibatkan otot tubuh lainnya seperti otot lengan, bahu, dan dada. Permainan lompat tali dapat dijadikan olahraga yang praktis dan menyehatkan.

BLT dalam hal ini bukan Bantuan Langsung Tunai, melainkan Bermain Lompat Tali. Adalah permainan yang melatih ketangkasan, konsentrasi, dan kelincahan. Permainan ini minimal dilakukan oleh tiga orang, dua orang sebagai pemegang tali dan satu orang sebagai pelompat tali. Tali yang dipakai terbuat dari karet gelang yang disambung-sambungkan dengan simpul tertentu. Namun, ada juga yang langsung menggunakan tali dalam permainan ini.

Baca juga:  Pembelajaran Nama dan Tugas Malaikat Asyik dengan Bernyanyi

Aturan permainan dari permainan ini adalah dua orang pemegang tali mengatur tinggi talinya setinggi lutut, kemudian pelompat harus berhasil melompati tali tersebut. Jika berhasil, maka tinggi tali dinaikkan menjadi seperut, sedada, telinga, kepala, dan terakhir setinggi tangan diangkat di atas kepala. Jika pemain gagal dalam melompati tali tersebut, dia harus bergantian menjadi pemegang tali.

Bermain Lompat Tali (BLT) merupakan permainan tradisional yang sangat popular di seluruh penjuru Indonesia. Bisa dikatakan hampir seluruh siswa SMP sudah mengenal permainan ini. Manfaat yang diperoleh dalam BLT antara lain, untuk membentuk otot tubuh bagian atas dan bawah, menambah daya tahan tubuh, melatih koordinasi tubuh, serta meningkatkan kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Permainan tradisional Lompat Tali sangat digemari anak-anak, khususnya siswa SMP Muhammadiyah 10 Surakarta. Permainan ini dilakukan dengan gembira sehingga mempunyai daya tarik bagi para penonton untuk mengikutinya. Permainan ini sangat sederhana dan dapat dimainkan di sela-sela waktu istirahat. Latihan dalam bentuk permainan seperti ini berpengaruh sekali dalam peningkatan kekuatan otot tungkai. Tidak terasa dalam kegembiraan bermain, ternyata ada peningkatan otot tungkai. Penulis memfasilitasi tali yang dipakai terbuat dari karet gelang yang disambung-sambungkan dengan simpul tertentu untuk permainan tali di halaman sekolahan.

Baca juga:  Terapkan Pupet pada Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial

Para siswa melompat-lompat mengikuti aturan-aturan yang mereka sepakati bersama. Secara tidak langsung otot-otot tungkai mereka menjadi terlatih untuk menahan beban tubuh. Otot tungkai menjadi kuat, sehingga lompatan juga otomatis meningkat. Dibuktikan dengan keterangan–keterangan di atas bahwa permainan tradisional Lompat Tali sangat baik untuk melatih kekuatan otot tungkai anak, sehingga sangat berpengaruh dalam meningkatkan hasil lompatan pada olahraga atletik nomor lompat tinggi. Selain itu, hasil belajar siswa mempunyai peningkatan signifkan, sesuai dengan indikator pencapaian pada kompetensi dasar. Maka disarankan bagi guru, untuk memberikan modifikasi bermain lompat tali dalam pembelajaran lompat tinggi. Bagi siswa diharapkan selalu memperhatikan anjuran guru dan melaksanakan program pembelajaran dengan baik guna meningkatkan pengaruh modifikasi media pembelajaran terhadap kemampuan lompat tinggi. (fbs1/ida)

Baca juga:  Mudah Pahami Luas Permukaan Bangun Ruang dengan Snowball Throwing

Guru Olah Raga SMP Muhammadiyah 10 Surakarta

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya