alexametrics

Penggunaan Metode Card Sort Efetif untuk Meningkatkan Partisipasi Siswa

Oleh : Danar, S.Pd.I

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan agama Islam adalah usaha sadar untuk menyiapkan siswa dalam meyakini, memahami, menghayati dan mengamalkan agama Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan atau latihan (Muhaimin, 2002:75).

Pendidikan agama Islam di sekolah dasar bertujuan untuk menumbuhkembangkan akidah melalui pemberian, pemupukan dan pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengalaman, pembiasaan, serta pengalaman peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi manusia yang terus perkembang keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah SWT.

Selain itu bertujuan untukmewujudkan manusia Indonesia yang taat beragama dan berakhlak mulia. Yaitu manusia yang berpengetahuan, rajin beribadah, cerdas, produktif, jujur, adil, etis, berdisiplin, bertoleransi (tasamuh), menjaga keharmonisan secara personal dan sosial serta mengembangkan budaya agama dalam komunitas sekolah.

Salah satu materi pokok pendidikan agama Islam di sekolah dasar adalah aspek fiqih adalah puasa Ramadan, dengan standar kompetensi mengenal puasa wajib dan kompetensi dasar menyebutkan ketentuan-ketentuan puasa Ramadan, dan menyebutkan hikmah puasa.

Baca juga:  Belajar Kisah Para Sahabat Nabi Muhammad SAW dengan Media Komik

Kompetensi dasar ketentuan-ketentuan puasa Ramadan dan hikmah puasa itu termasuk materi yang penting untuk diajarkan pada siswa. Pentingnya pemahaman tentang upaya meningkatkan hasil belajar kompetensi dasar tersebut bagi siswa dikandung maksud agar prestasi belajar siswa di atas kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang ditetapkan sekolah dapat terpenuhi.
Pengalaman penulis dalam penelitian, menemukan kondisi nyata siswa dalam menguasai kompetensi dasar ketentuan-ketentuan puasa Ramadan dan hikmahnya itu rendah. Terbukti bahwa terlihat hasil belajar siswa pada tahap awal (prasiklus) yang mendapatkan nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) di bawah 30 persen, hal ini perlu tindakan kelas dengan metode pengajaran yang baru.
Sebagai alternatif penulis menggunakan metode card sort. Metode card sort merupakan suatu kegiatan kolaboratif yang bisa digunakan untuk mengajarkan konsep, penggolongan sifat, fakta tentang suatu objek atau mengulang informasi (Silberman, 2009).

Baca juga:  Board Game, Facts and Inventions untuk Mengajar Passive Voice

Oleh Hamruni (2012) dimaksudkan mengajak peserta didik menemukan konsep dan fakta melalui klasifikasi materi yang dibahas dalam pembelajaran. Oleh karena itu metode card sort merupakan metode dimana guru menggunakan kartu indeks yang berisi bagian-bagian materi yang dimiliki siswa lain. Kemudian mendiskusikan secara kelompok sesuai dengan kartu yang ia dapatkan. Hal ini bertujuan untuk mereview materi dan meningkatkan keaktifan siswa.

Keberhasilan belajar ditandai adanya perubahan tingkah laku dalam dirinya. Perubahan tingkah laku tersebut menyangkut baik perubahan yang bersifat pengetahuan (kognitif) , keterampilan (psikomotor) maupun yang menyangkut nilai dan sikap (afektif) (Sadiman etal.,1986).

Oleh karena itu apabila siswa mempelajari pengetahuan tentang konsep, maka perubahan perilaku yang diperoleh adalah tidak hanya berupa penguasaan konsep tetapi juga keterampilan dan sikap.
Pembuktian dengan rencana pembelajaran yang memuat pembelajaran dengan metoda card sort menunjukkan peningkatan yang signifikan, diperoleh nilai rata-rata di atas KKM setelah siklus kedua mencapai 100 persen. Hasil pengamatan partisipasi siswa sangat tinggi mencapai 85 persen.

Baca juga:  Whatsapp Berikan Solusi dalam Pembelajaran Jarak Jauh

Berdasarkan hasil penelitian di atas,dapat disimpulkan bahwa metode card sort efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang ketentuan-ketentuan puasa Ramadan dan hikmahnya . Metode tersebut dapat meningkatkan partisipasi siswa secara nyata. (pai1/lis)

GPAI SD Negeri Wonotunggal 02, Kabupaten Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya