alexametrics

Mudah Operasikan Penjumlahan Bilangan Cacah melalui Papan Bilangan

Oleh : Winarni, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Penjumlahan bilangan cacah merupakan salah satu materi pada muatan pelajaran matematika di kelas 1 SD. Berdasarkan hasil pengamatan saya selama ini, sudah tepat mengajarkan penjumlahan dengan menggunakan benda konkret sebelum mengajarkan menggunakan simbol dan teknik penjumlahan bersusun pendek. Tetapi penggunaan media itu tidak cukup mengantarkan siswa untuk dapat berpikir dan menyelesaikan soal penjumlahan. Pembelajaran penjumlahan menggunakan media yang selama ini dilakukan di kelas adalah siswa menghitung dua kelompok benda yang digabungkan tanpa dikaitkan dengan nilai tempat dari bilangan hasil penjumlahan. Maka dibutuhkan suatu media yang tepat untuk mengajarkan penjumlahan bilangan cacah di kelas 1.

Penggunaan papan bilangan dapat membantu guru mengajarkan operasi penjumlahan dengan tetap memperhatikan nilai tempat. Ketika siswa bermain menggunakan papan bilangan dengan bimbingan guru, siswa akan memahami teknik menyimpan atau meminjam yang nantinya akan dipelajari di teknik penjumlahan bersusun pendek. Penggunaan permainan papan bilangan dalam mengajarkan nilai tempat dan operasi bilangan dapat menjadikan pembelajaran lebih bermakna bagi siswa. Papan bilangan ini juga dapat digunakan untuk mengajarkan operasi bilangan berbagai basis, tetapi dalam tulisan ini hanya dibahas penggunaannya untuk sistem bilangan desimal.

Baca juga:  Asyiknya Ibadah Haji dan Umroh melalui Picture and Picture

Papan bilangan dibuat dari papan atau kardus bekas yang dipartisi menjadi beberapa petak berwarna-warni untuk menunjukkan nilai tempat suatu bilangan. Angka direpresentasikan dengan kancing-kancing berwarna. Penggunaan kancing dan warna juga dapat menarik perhatian siswa. Banyak dan letak kancing pada petak-petak papan menunjukkan angka-angka yang menyusun suatu bilangan. Bagian dari papan bilangan adalah tatakan, kartu nilai tempat, kancing-kancing berwarna, tali pembatas dan kartu-kartu angka.

Suatu contoh soal. Pada operasi penjumlah dua bilangan digunakan bantuan satu tali pembatas. Untuk menunjukkan 13 + 6, guru dapat meletakkan satu tali pembatas yang membagi setiap petak pada papan bilangan menjadi dua daerah. Seorang murid diminta meletakkan kancing-kancing yang merepresentasikan 13 pada satu daerah papan bilangan dan 6 pada daerah lain. Guru menyingkirkan tali bilangan, kemudian meminta murid menuliskan lambang bilangan dan menyebutkan bilangan yang direpresentasikan pada papan bilangan setelah tali bilangan disingkirkan. Hasilnya adalah 19.

Baca juga:  Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika dengan Snowball Driling

Papan bilangan ini dapat membantu guru untuk membimbing anak berpikir, bukan hanya sekedar berhitung sesuai dengan apa yang telah dicontohkan. Pemilihan warna bisa disesuaikan dengan warna kesukaan siswa dengan syarat konsisten dalam penggunaannya agar tidak membingungkan siswa. Penggunaan istilah juga bisa disesuaikan dengan menggunakan kata-kata yang mudah diingat dan dipahami siswa.

Dengan demikian, melalui penggunaan papan bilangan dapat memotivasi siswa kelas 1 di SDN Karangsuno untuk mudah mengoperasikan penjumlahan bilangan cacah dengan tepat. (pai2/ton)

Guru SD Negeri Karangsuno, Kec. Cepiring, Kab. Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya