alexametrics

Penerapan Model Discovery Learning dalam Pembelajaran Kompetensi Relasi dan Fungsi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Fenomena proses pembelajaran matematika, terkadang ditemui anak yang dinilai sangat lamban dalam berfikir, hal tersebut di mungkinkan anak itu kurang berbakat dalam pembelajaran matematika. Ketika anak yang lainnya dapat menyelesaikan soal dengan cepat, anak yang kurang berbakat menyelesaikan soal tersebut dengan waktu yang lama. Sehingga dalam hal ini untuk memungkinkan seorang untuk mencapai prestasi diperlukan latihan, pengetahuan, pengalaman dan motivasi agar bakat dapat terwujud.

Semiawan dkk (1990 : 6) mengemukakan bahwa setiap anak mempunyai bakat – bakat tertentu hanya berbeda dalam jenis dan derajatnya. Untuk itu bakat dan kreativitas perlu ditumbuhkan pada diri setiap anak.

Pengalaman penulis, dalam pembelajaran matematika terutama kompetensi relasi dan fungsi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Taman Kabupaten Pemalang tergolong rendah, karena banyak siswa yang belum mencapai tuntas KKM secara klasikal.

Baca juga:  Pembelajaran Sifat–Sifat Himpunan dengan Indeks Card Macth

Oleh karena itu untuk menumbuhkan bakat serta kreativitas anak dalam pembelajaran matematika perlu guru menciptakan dengan menggunakan metode yang tepat. Pemilihan metode yang tepat dalam pembelajaran matematika, sangat banyak untuk menunjang kreativitas anak, sehingga dapat berfikir logis dan sistematika. Penulis mencoba menggunakan metode discovery learning dengan harapan adanya peningkatan bakat dan kreativitas peserta didik di SMP Negeri 6 Taman Kabupaten Pemalang.

Pembelajaran discovery learning merupakan suatu trik pembelajaran dengan peserta didik menentukan sendiri jawaban atas soal-soal yang diberikan (Widyastini : 2001 :18).
Pada metode ini bahan ajar tidak disajikan dalam bentuk jadi, tetapi seperempat atau setengah jadi. Adapun langkah-langkah yang penulis praktikkan dalam pembelajaran di sekolah, yaitu pertama, tingkat discovery penuh. Dalam hal ini peserta didik memiliki kebebasan penuh untuk menentukan bahan dan bentuk kegiatan yang dilakukan. Kedua, pengarahan pada tingkat pemikiran peserta didik. Ketiga, pemberian instruksi yang pelaksanaannya di serahkan kepada peserta didik. Keempat, guru memberikan sejumlah persoalan setelah itu peserta didik membuat dan mencari generlisasi spesifikasi. Kelima, guru memberikan pengarahan tentang spesifikasi dan peserta didik diminta mencari contoh atau menemukan pemecahan sendiri. Keenam guru memberikan penjelasan kemudian peserta didik diminta untuk menggunakan lagi kegiatan berikutnya.

Baca juga:  Solusi Kepala Sekolah Menghadapi Pembelajaran di Masa New Normal

Proses pembelajaran kompetensi dasar kompetensi relasi dan fungsi pada peserta didik di SMP Negeri 6 Taman, Kabupaten Pemalang, guru hanya berperan sebagai pemberi instruksi yang pelaksanaannya diserahkan kepada peserta didik. Model pembelajaran discovery learning diawali dengan guru memberikan sejumlah persoalan kepada peserta didik secara kelompok.
Peserta membuat dan mencari generalisasi dan spesifikasi dan pemecahan. Guru juga dapat memberikan pengarahan tentang suatu generalisasi atau spesifikasi lalu peserta didik diminta mencari contoh-contoh dan pemecahan sendiri materi terkait relasi dan fungsi.

Dalam proses pembelajaran discovery learning siswa terbukti adanya peningkatan. Aktifitas belajar peserta didik, yang meliputi keaktifan, tanggung jawab, kerja sama, percaya diri dan kesungguhan peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran, sehingga terbukti adanya peningkatan siswa dalam kompetensi relasi dan fungsi. (bp1/lis)

Baca juga:  Pengembangan Media Pembelajaran Matematika

Guru Matematika SMP Negeri 6 Taman, Kabupaten Pemalang.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya