alexametrics

Manfaatkan WA untuk Pembelajaran Sosiologi di Masa Pandemi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PBELAJAR di Rumah (BDR) kini menjadi bahasan utama untuk kegiatan belajar anak-anak di masa pandemi ini. Cara belajar siswa dipaksa melakukan perubahan. Pemerintah memberikan kebijakan Belajar di Rumah (BDR) untuk kegiatan belajar siswa, bukan berarti libur. Perubahan kegiatan belajar yang awalnya belajar langsung (tatap muka) sangat berbeda dengan belajar jarak jauh. Pada kegiatan belajar jarak jauh, guru tidak dapat bertatap muka dengan siswa sehingga proses belajar tidak dapat terpantau secara menyeluruh. Oleh karena itu guru dituntut mampu menciptakan suasana yang menyenangkan agar siswa tetap memiliki motivasi dalam belajar. Guru memegang peranan penting dalam kegiatan pembelajaran jarak jauh.

Selama masa pandemi ini, siswa diajak berkenalan dengan banyak aplikasi dan fitur pembelajaran. Guru senantiasa berupaya menciptakan suasana menyenangkan dalam belajar. Aplikasi WhatsApp (WA) menjadi salah satu aplikasi pilihan pada kegiatan pembelajaran siswa kelas XI di MAN 4 Sleman. Alasan siswa lebih memilih aplikasi WA karena kuota aplikasi ini cukup ringan. Kami menyadari latar belakang ekonomi orang tua siswa di madrasah kami sangat beragam, dan tentunya pasti ada yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan internet tersebut. Jangankan internet, untuk kebutuhan makan sehari-hari saja mereka harus memutar otak.

Baca juga:  PBL Tingkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa

Aplikasi WA ini biasa dipakai untuk mengirimkan pesan baik melalui tulisan, gambar mapun suara. Pembelajaran menggunakan aplikasi WA untuk materi kelompok sosial ini ternyata cukup menarik antusias siswa. Setiap kelas membentuk grup Belajar Sosiologi sehingga guru selalu dapat melakukan dan memantau pembelajaran di setiap kelas. Dalam grup Belajar Sosiologi siswa dapat saling berbagi sehingga pembelajaran yang terjadi dapat berjalan dua arah. Kegiatan di grup ini berupaya menciptakan pembelajaran seperti di kelas. Walaupun antara siswa dan guru tidak melakukan tatap muka tetapi komunikasi dua arah dapat terlaksana dengan efektif sehingga kegiatan diskusi dapat berjalan dengan baik.

Kelebihan pembelajaran daring melalui WA yaitu tidak ada batasan tempat dan waktu, siswa bebas kapan dan di mana saja mengerjakan tugasnya dengan catatan wajib dikumpulkan sesuai waktu yang telah ditentukan oleh guru mata pelajaran. Dengan himbauan stay at home saat merebaknya wabah Corona ini, tentu diharapkan siswa mengerjakan di rumah, siswa merasa lebih santai dan senang, merasa punya lebih banyak waktu dirumah bersama keluarganya, waktu beristirahat dan bersantai mejadi lebih banyak, kegiatan belajar menjadi lebih rileks dan tidak tegang.

Baca juga:  Guru BK Berperan Atasi Kejenuhan Siswa selama Pembelajaran Jarak Jauh

Di samping kelebihan, pembelajaran dengan aplikasi WA ini juga menyisakan beberapa kelemahan. Pertama, tidak adanya komunikasi verbal antara guru dengan siswa. Guru tidak tahu apakah siswa sudah paham atau belum terkait materi yang diberikan karena tidak ada penjelasan secara lisan. Kedua, kurang bisa mengukur kompetensi siswa karena bisa saja pekerjaan siswa tidak dikerjakan sendiri. Bisa saja siswa mengerjakan soal bersama temannya, mencari jawaban di buku atau browsing internet. Ketiga, proses pembentukan karakter siswa di sekolah menjadi berkurang. Banyak pendidikan karakter di sekolah yang ditanamkan oleh guru tidak dapat disampaikan secara maksimal. Seperti misalnya pendidikan karakter mulai masuk kelas di pagi hari, siswa belajar memimpin dirinya, memimpin temannya, berdiskusi, berani berpendapat, percaya pada diri sendiri, menolong teman, belajar menghargai temannya, menghargai perbedaan pendapat, makan dan shalat berjamaah, serta penguatan pendidikan karakter lainnya. Keempat, siswa merasa boros dikarenakan kuota jadi cepat habis

Baca juga:  Maksimalkan Layanan Informasi BK dengan Google Classroom

Tidak dipungkiri, keterlibatan orang tua dalam kegiatan belajar jarak jauh sangat penting. Siswa yang tergolong usia remaja pun ternyata belum bisa dilepas begitu saja untuk kegiatan belajar mandiri. Perlu ada komunikasi yang efektif dengan orang tua. Walaupun orang tua tidak sepenuhnya dapat mengawasi pembelajaran siswa namun pengkondisian awal belajar ternyata memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap keberhasilan belajar.

Bukan hanya masalah mampu menyelesaikan soal saja tetapi hal terpenting dalam proses belajar adalah mampu menumbuhkan sikap tanggung jawab untuk dirinya sendiri. Meskipun pembelajaran dari rumah menggunakan aplikasi sederhana, kalau tidak ada dukungan dan kepedulian dari orang tua, maka proses pembelajaran tidak akan berjalan secara maksimal. Perlu adanya sinergi antara sekolah/madrasah, guru dan orang tua demi pendidikan terbaik bagi anak. (bp1/zal)

Guru MAN 4 Sleman

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya