alexametrics

Belajar Daring Memaksa Guru Melek Teknologi Informasi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, WABAH pandemi Covid-19 yang belum mereda, memaksa pembelajaran di sekolah pada tahun pelajaran 2020/2021 masih harus dilewati dengan daring. Meski sudah berjalan sejak semester genap pada tahun pelajaran 2019/2020, bukan berarti pembelajaran daring dapat berjalan lancar. Artinya masih terdapat hambatan dari berbagai sisi. Salah satunya adalah kesiapan guru dalam melaksanakan pembelajaran daring.

Harus diakui, bahwa pembelajaran daring merupakan hal baru bagi sebagian besar teman-teman guru. Pembelajaran konvensional (tatap muka) yang selama ini dilakukan, sudah dianggap yang paling nyaman bagi mereka. Namun dengan adanya wabah pandemi Covid-19 yang sampai sekarang belum mereda, mau tidak mau pola pikir pembelajaran konvensional itu dipaksa berubah.

Kalau sebelum pandemi, pembelajaran dilakukan dengan tatap muka di ruang kelas. Sekarang pembelajaran harus dilakukan dengan daring tanpa tatap muka secara langsung. Di samping berpisah secara fisik, pembelajaran daring membutuhkan pengetahun dan kemampuan khusus. Di satu sisi, guru harus bisa menyiapkan materi yang pas untuk disajikan secara daring, dan di sisi lain guru dituntut menguasai teknologi informasi untuk melasanakannya.

Baca juga:  Belajar Daring Menyenangkan dan Bermakna

Mungkin bagi sebagian guru, memanfaatkan teknologi informasi dalam pembelajaran daring, tidak menjadi masalah. Namun tidak sedikit pula guru yang masih gagap teknologi (gaptek). Meski mereka sudah pegang telepon genggam pintar, dan memiliki netbook, namun belum memanfaatkan untuk pembelajaran daring. Hal inilah yang kemudian memunculkan masalah baru.

Karena pembelajaran daring sudah merupakan tuntutan dan menjadi kebutuhan saat ini, maka guru harus memaksakan diri mereka sendiri untuk melek teknologi informasi. Penguasaan teknologi informasi ini menjadi wajib hukumnya. Oleh karena itu, mereka merasa mendapat tantangan baru yang mau tidak mau harus mereka hadapi. Dengan semangat dan berbagai cara, mereka berusaha untuk menguasai teknologi informasi dan mengimplementasikan dalam pembelajaran daring. Ada yang belajar mandiri, berkelompok atau melalui In House Training (IHT) di sekolah masing-masing.

Baca juga:  Kreativitas dan Quizizz Kembalikan Antusiasme Belajar Daring

Akhirnya setelah mereka menguasai dan mampu memanfaatkan teknologi informasi dalam pembelajaran daring, mereka baru merasakan betapa dimudahkan dalam berbagai hal yang terkait dengan pembelajaran daring.

Sebagian guru yang selama ini cuek terhadap pemanfaatan teknologi informasi untuk kegiatan pembelajaran, sekarang sudah dapat merasakannya sendiri. Ternyata banyak manfaat dan kemudahan yang diperoleh. Bukan hanya sebagai alat komunikasi, kini tugaspun menjadi semakin mudah dan fleksibel.

Artinya, wabah pandemi Covid-19, jangan hanya dilihat dari sisi gelapnya saja. Pasti ada hikmah di balik musibah. Terbukti, setelah adanya wabah pandemi Covid-19, yang secara tidak langsung mengubah pula cara pembelajaran di sekolah, cara pandang guru terhadap pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran pun juga bergeser. Guru yang dulu cuek-cuek saja, kini mereka menjadi melek. Semoga kemelekan mereka terhadap teknologi informasi ini menjadi awal kebangkitan mutu pendidikan di Negara kita, dan bukan merupakan euphoria sesaat, dimasa pandemi ini saja. (bp1/ida)

Baca juga:  Belajar Daring Tanpa Boring

Pengawas SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya