alexametrics

Meningkatkan Self Management dalam Belajar melalui Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Modelling

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Tugas utama siswa di sekolah adalah belajar. Untuk dapat belajar dengan baik seorang siswa harus mampu mengatur dan mengelola waktu dengan baik. Kebanyakan siswa kurang mampu mengatur dan mengelola waktu dengan baik. Waktu mereka kebanyakan terbuang untuk bermain dan fenomena yang sekarang terjadi adalah setiap hari siswa hanya bermain dengan “gadget” mereka dan lupa untuk belajar.

Kemampuan siswa dalam mengatur dan mengelola diri mereka disebut dengan self management. Setiap siswa harus mengatur dan mengelola dirinya dengan baik terutama dalam belajar. Self management dalam belajar adalah suatu kemampuan yang berkenaan dengan keadaan diri sendiri dan ketrampilan dimana individu mengarahkan pengubahan tingkah lakunya sendiri untuk belajar dengan pemanipulasian stimulus dan respon baik internal maupun eksternal.

Baca juga:  Aktivitas Olah Raga Ringan Hilangkan Kejenuhan saat Belajar dari Rumah

Pendorongan diri (self motivation) ialah dorongan batin dalam diri seseorang yang merangsangnya sehingga mau melakukan berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan yang didambakan. Dorongan untuk belajar pada diri seorang siswa bersumber dari diri individu misalnya pada kesenangan membaca, keingintahuan terhadap pengetahuan baru, dan hasrat pribadi untuk maju. Sedangkan dorongan yang datang dari luar ialah misalnya perintah dari orang tua untuk belajar atau ikut-ikutan teman untuk kursus (Gie, 2000: 78).

Berdasarkan informasi dari guru mata pelajaran dan wali kelas serta didukung dengan catatan anekdot didapat siswa SMP Negeri 1 Lebakbarang kelas VIII D; bahwa ada 10 siswa tidak mempunyai keinginan untuk membaca; hal ini ditandai dengan jarang membaca buku pelajaran, siswa jarang terlihat di perpustakaan, siswa lebih suka bermain HP dari pada membaca buku pelajaran.

Baca juga:  Tingkatkan Keaktifan Peserta Didik melalui PBPP

Permasalahan (self management) dalam belajar tidak hanya menjadi tanggung jawab guru bidang studi tetapi juga menjadi tanggung jawab guru pembimbing di sekolah. Yaitu melalui layanan bimbingan dan konseling karena salah satu tujuan bimbingan dan konseling adalah membantu individu untuk menjadi insan yang yang dapat mengatur dan mengelola dirinya dengan baik yang meliputi: pikiran, perasaan, dan tingkah laku untuk dapat memperoleh apa yang ingin dicapai yaitu keberhasilan dalam belajar. Jenis layanan konseling meliputi layanan orientasi, layanan bimbingan kelompok, layanan penempatan dan penyaluran, layanan penguasaan konten, layanan konseling perorangan, layanan bimbingan kelompok, layanan konseling kelompok, layanan konsultasi, layanan mediasi dan layanan advokasi. Sedangkan kegiatan pendukung konseling meliputi aplikasi instrumentasi, himpunan data, konferensi kasus, kunjungan rumah, tampilan kepustakaan dan alih tangan kasus. Format pelayanan konseling meliputi format individual, format kelompok, format klasikal, format lapangan, format kolaborasi, dan format jarak jauh (Prayitno, 2012:2-3).

Baca juga:  Inovasi Layanan Bimbingan Konseling Atasi Kesulitan Belajar di Masa Pandemi

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa self management terjadi karena adanya suatu usaha pada individu untuk memotivasi diri, mengelola semua unsur yang terdapat di dalam dirinya, berusaha untuk memperoleh apa yang ingin dicapai serta mengembangkan pribadinya agar menjadi lebih baik. Ketika individu dapat mengelola semua unsur yang terdapat di dalam dirinya yang meliputi: pikiran, perasaan, dan tingkah laku maka dapat dikatakan bahwa individu tersebut telah memiliki kemampuan self management. (ips2/ton)

Guru Bimbingan Konseling SMP Negeri 1 Lebakbarang, Kab. Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya