alexametrics

Board Game, Facts and Inventions untuk Mengajar Passive Voice

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pada pembelajaran Kurikulum 2013 kelas 9 materi kalimat pasif/passive voice diajarkan di semester dua. Adapun bentuk kalimat pasif tersebut masih terbilang sederhana karena hanya berupa kalimat dengan pola Simple Present Tense dan Past Tense. Namun demikian siswa ternyata masih menemui kendala dalam membedakan kedua bentuk waktu ini, apalagi jika sudah diubah menjadi bentuk kalimat pasif.

Ketika dua pola berbeda tersebut diberikan secara bersamaan ternyata siswa masih sering terbalik dalam menerapkan rumus yang diberikan guru ketika mengajar secara konvensional. Bahkan sering terjadi pola kalimat aktifnya pun juga terbalik atau bahkan dicampur. Hal inilah yang dulu sering terjadi di SMP N 3 Patebon. Oleh karenanya guru bahasa Inggris mencari suatu cara atau teknik untuk mengajarkan bentuk passive voice yang tergolong sebagai materi yang tingkat kesulitannya tinggi.

Board Games, Facts and Inventions adalah salah satu bentuk permainan yang dipilih untuk mengajarkan passive voice. Permainan ini sangat menyenangkan meskipun harus menguras pikiran siswa. Mengapa facts dan inventions? Guru memilih facts yang artinya fakta/faktual dan menjelaskan tentang keadaan dalam Simple Present dan Inventions yang artinya penemuan yang bisa dihubungkan dalam kalimat yang menjelaskan tentang masa lalu dalam Past Tense. Artinya tema kalimat yang dipakai dalam permainan ini dibatasi seputar fakta atau penemuan.

Baca juga:  Guru Menjadi Model bagi Anak

Sebagai contoh kalimat aktifnya The Postman delivers letters and packages almost every day, kalimat pasifnya menjadi Letters and packages are delivered by the postman almost every day atau Van Gogh painted Starry Night around 1800s yang kalimat pasifnya menjadi Starry night was painted by Van Gogh around 1800s.

Setelah guru memberikan penjelasan awal tentang pengertian passive voice maka selanjutnya yang harus dikerjakan adalah memeriksa pemahaman siswa dengan memberikan kuis atau pertanyaan yang bisa dibahas bersama teman sebangku. Kemudian guru menyiapkan media pembelajaran berupa board game yang bentuknya bisa sesuai selera guru dan telah dimodifikasi atau bisa didapatkan di internet. Board game ini bisa berbentuk seperti pola permainan ular tangga dimana semua bermain dari start dengan menggunakan dadu dan bidak yang mewakili diri setiap siswa. Bentuk lainnya bisa dibuat seperti jalan cacing/worm path. Guru menyiapkan setidaknya enam perangkat board game yang sama yang nantinya akan dibagikan pada kelompok-kelompok yang terdiri dari empat sampai lima siswa. Dipilih satu siswa dalam tiap kelompok yang bertindak sebagai juri yang memegang kunci jawaban. Begitu seterusnya siswa yang lain secara bergantian menjadi pemegang kunci jawaban. Pemegang kunci bertugas membuat papan skor untuk menghitung skor yang diperoleh tiap-tiap pemain yang jawabannya benar. Kalimat yang ada di board game adalah kalimat yang berbentuk aktif dalam Simple Present atau Past Tense. Sedangkan kalimat yang ada di tangan pemegang kunci adalah bentuk pasifnya. Yang harus dilakukan setiap pemain adalah mengubah kalimat aktif dalam board game menjadi bentuk passive voice supaya ia bisa mengocok dadu kembali dan maju sampai ke ujung tangga. Untuk mengatasi rasa bosan menemui kalimat yang sama maka kalimat yang ada di board game tersebut bisa diganti-ganti dan guru sebisa mungkin membuat perangkat permainan dengan tempelan.

Baca juga:  Belajar Listening Through The Song Lyric

Kalimat-kalimat aktif tersebut harus selalu diperbarui setelah digunakan dua kali untuk mencegah siswa menghafal jawaban karena pada intinya guru ingin siswa memahami bentuk passive voice bukan sekadar menghapal. Guru mengawasi jalannya permainan dan menanyakan kesulitan yang mungkin dihadapi. Bukan tidak mungkin permainan ini akan sangat membuat kelas menjadi ramai. Guru bisa menyiasatinya dengan hanya memberi kesempatan bermain untuk tiga kelompok dalam satu waktu. Secara bergantian kelompok yang belum atau telah selesai bermain bisa ikut mengawasi permainan supaya berjalan dengan jujur dan adil. (ips2.1/lis)

Guru Bahasa Inggris SMPN 3 Patebon, Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya