alexametrics

Meningkatkan Kemampuan Speaking Melalui Aplikasi TikTok

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kemampuan berbicara atau speaking dalam Bahasa Inggris bukanlah hal yang mudah. Hal ini disebabkan oleh pembiasaan yang dilakukan di rumah ataupun di sekolah. Bisa jadi di sekolah diajarkan speaking tetapi di rumah tidak ada pembiasaan untuk mengulang pelajaran di sekolah.

Hal ini pun terjadi di sekolah penulis yaitu SMP Negeri 1 Kedungjati, yang mana kebanyakan siswa masih menggunakan bahasa ibu yaitu Bahasa Jawa. Kendala lain adalah kurangnya referensi berbicara seperti video yang mendukung kompetensi dasar yang sedang dipelajari di sekolah. Siswa masih cenderung bermain game on-line yang menyita banyak pulsa data. Apalagi ditambah dengan wabah Korona yang sedang melanda seluruh dunia. Anak-anak pastinya menjadi lebih asyik dengan gawainya. Selain game, biasanya aplikasi medsos seperti FB,Instagram, Youtube, dan Twitter menjadi sasaran kegiatan di musim pandemi.

Baca juga:  Pembelajaran Teks Prosedur melalui Voice Note di Masa Pandemi

Media sosial adalah sebuah media daring, dengan para pengunaanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual (Wikipedia, 2020). Menurut Tarigan (1981:15) berbicara merupakan suatu bentuk perilaku manusia yang memanfaatkan faktor-faktor fisik, psikologis, neurologis, semantis, dan linguistik yang sangat intensif. Oleh sebab itu perlu penggunaan media sosial yang dapat meningkatkan kemampuan berbicara terutama pembelajaran Bahasa Inggris dari jauh yaitu Tiktok.

Tiktok begitu digemari oleh kalangan muda dan tua. Tiktok sangat mudah dalam penggunaannya. Durasi yang disajikan juga dibatasi 60 detik dan 15 detik untuk rekaman sehingga aplikasi ini paling cocok untuk penyajian informasi secara singkat dan padat.

Dalam penggunaan aplikasi ini, penulis menyelaraskan dengan kompetensi dasar yang diajarkan.Terutama untuk kelas tujuh yang masih sangat minim pengetahuan mengenai Bahasa Inggris. Ditambah lagi dengan pertemuan daring yang belum tentu dapat digunakan siswa dengan baik akibat dari beberapa alasan. Adapun kompetensi dasar yang akan dikembangkan dalam aplikasi ini bisa bervariatif tergantung keperluan materi. Namun untuk kali ini penulis akan memaparkan mengenai penggunaan aplikasi TikTok untuk kompetensi dasar 3.1 tentang greetings untuk siswa kelas tujuh SMP.

Baca juga:  Go-Class dan Go-Form Memudahkan Peserta Didik Memahami Materi Turunan saat PJJ

Penulis menyajikan beberapa video dengan durasi 1 menit menggunakan suara asli dan juga menggunakan musik yang disediakan Tiktok sebagai intermezo. Video pertama berisi panduan singkat tentang greetings secara umum diikuti dengan tulisan yang disajikan oleh fitur Tiktok. Video kedua berisi pertanyaan-pertanyaan dengan menggunakan musik yang disajikan oleh TikTok. Video ketiga berisi kuis yang akan dijawab siswa, dalam hal ini siswa langsung menjawab melalui fitur direct message. Video keempat, berupa tanya jawab yang akan langsung diduetkan oleh peserta didik melalui aplikasi TikTok.

Pada video keempat ini, penulis memberikan instruksi lebih intensif melalui grup daring lainnya seperti WA yaitu dengan menjelaskan cara menduetkan video. Penulis lebih banyak fokus pada penjelasan ini karena mengingat tidak semua anak mempunyai aplikasi ini. Apalagi berkolaborasi atau duet dengan guru, siswa secara psikologis masih cenderung malu. Oleh sebab itu ada dua alternatif yang diberikan kepada siswa yaitu bisa berkolaborasi atau duet kemudian diunggah secara publik dan diunggah secara privat. Video yang privat dapat langsung dikirim ke WA guru. Sedangkan video yang diunggah publik dapat langsung dilihat guru ke akun Tiktok masing-masing. (ips1/ton)

Baca juga:  Tingkatkan Penguasaan Vocabulary Siswa SMP melalui Media Wordwall

Guru Bahasa Inggris SMP Negeri 1 Kedungjati, Kab. Grobogan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya