alexametrics

Asyiknya Bercerita dalam Bahasa Inggris melalui Modeling the Way

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Salah satu pembelajaran yang dirasa sulit oleh siswa adalah narrative text. Dalam pembelajaran narrative text, siswa diharuskan dapat bercerita kembali dengan menggunakan bahasa Inggris. Hal tersebut membuat siswa merasa takut. Ketakutan yang ada pada siswa didasari karena mereka merasa tidak dapat mengutarakan cerita bahasa Inggris itu dengan benar. Siswa merasa tidak percaya diri dalam menyampaikan cerita di depan teman sekelas mereka. Padahal salah satu penilaian dalam materi ini adalah kemampuan siswa dalam menceritakan kembali cerita-cerita yang terdapat dalam teks bacaan.

Selain tidak percaya diri dalam menyampaikan cerita, siswa diminta untuk menulis terlebih dahulu apa saja yang akan mereka ceritakan. Ketidakmampuan mereka dalam meramu kalimat menjadi sebuah kalimat efektif dan menarik menjadi kendala tersendiri. Guru sebagai pengarah siswa juga mengalami kesulitan ketika siswa kurang dapat menguasai kata kerja dan perubahannya. Dalam kalimat narrative, kata kerja yang digunakan bukan kata kerja yang mereka gunakan ketika bercerita tentang aktivitas sehari-hari. Kata kerja yang digunakan berbeda.

Baca juga:  Pendekatan Experiential Learning dengan Google Site Tingkatkan Kemandirian

Guru harus dapat menemukan dan menggunakan sebuah teknik pembelajaran yang dapat merangsang siswa supaya tampil percaya diri dan dapat menguasai kalimat per kalimat yang akan mereka ucapkan. Teknik tersebut adalah Modeling the Way. Sebuah teknik pembelajaran yang sederhana dan dapat diterapkan untuk seluruh siswa yang berada dalam satu ruang kelas. Agus Suprijono (2012:115) menyatakan bahwa Modeling the Way merupakan sebuah teknik pembelajaran yang dapat membuat siswa kritis, kreatif, dan aktif dalam pembelajaran.

Adapun langkah-langkah pembelajaran dalam menggunakan teknik ini. Pertama, guru menjelaskan tentang keterampilan mendongeng dengan menggunakan sebuah teks narrative. Kemudian, guru meminta siswa untuk bersiap mempraktikkan cerita mereka dengan menggunakan bahasa Inggris.

Baca juga:  Serunya Belajar Descriptive Text dengan Metode Guessing Game

Kedua, guru membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil. Jumlah kelompok tergantung dengan jumlah siswa yang berada di dalam kelas.

Ketiga, kelompok-kelompok siswa menulis skenario cerita terlebih dahulu. Dimulai dari membuat outline sampai mengembangkan menjadi cerita.

Keempat, setelah outline sampai pengembangan cerita berhasil ditulis oleh siswa, guru memberi waktu untuk mereka berlatih. Waktu yang diberikan sekitar 5 sampai dengan 7 menit.

Kelima, setelah kelompok siswa siap. Satu per satu kelompok maju ke depan kelas untuk bercerita. Apabila kelompok terdiri dari 3 siswa, maka cerita itu dibagi 3 sesi. Sesi pertama, siswa menceritakan tentang orientation, yaitu pengenalan tokoh, tempat, dan waktu. Sesi kedua, siswa bercerita tentang isi cerita. Mulai dari awal permasalahan cerita sampai mendekati awal pemecahan masalah. Sesi ketiga, siswa menceritakan tentang penyelesaian masalah dan menyampaikan nasihat cerita.

Baca juga:  Mengenal Benda di Lingkungan Sekitar dengan Flash Card

Keenam, setelah kelompok selesai bercerita, kelompok lain dapat menanggapi cerita tersebut. Ketujuh, guru mengevaluasi cerita-cerita yang telah disampaikan oleh kelompok-kelompok siswa.

Teknik Modeling the Way telah diterapkan pada kelas 9 semester 2 di SMP Negeri 3 Patebon. Dengan menerapkan teknik ini, siswa kelas 9 dapat lebih percaya diri dalam bercerita di depan teman mereka. Penilaian berbicara dengan cara mendongeng menggunakan bahasa Inggris dapat meningkat daripada menggunakan teknik sebelumnya. (ips1/lis)

Guru Bahasa Inggris SMP Negeri 3 Patebon, Kabupaten Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya