alexametrics

Asyik Belajar Kisah Nabi dengan Media Film

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kisah-kisah nabi merupakan salah satu materi pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI dan BP) yang terdapat di semua jenjang kelas di SD. Meneladani kisah nabi menjadi hal yang sangat penting sebagai bekal anak-anak menjalani kehidupanya, sehingga materi kisah-kisah nabi harus disampaikan secara tepat agar pesan yang ingin disampaikan dapat tercapai dengan maksimal. Hal ini harus didukung dengan media pembelajaran yang tepat juga. Penulis pernah mencoba menyampaikan materi kisah nabi dengan metode dongeng dan media poster, akan tetapi menurut penulis keduanya kurang memberikan hasil yang maksimal. Dari pengalaman tersebut penulis mencoba mencari alternatif media pembelajaran yaitu dengan media film.

Menurut Baskin (2003:4) film merupakan salah satu bentuk media komunikasi massa dari berbagai macam teknologi dan berbagai unsur-unsur kesenian. Film merupakan media audio-visual. Melalui media ini seseorang tidak hanya dapat melihat atau mengamati sesuatu, melainkan sekaligus dapat mendengar sesuatu yang divisualisasikan.
Jika kita merujuk pada gaya berlajar siswa yang secara sederhana dibagi menjadi tiga jenis gaya belajar yaitu gaya belajar audio, gaya belajar visual, dan gaya belajar kinestetik. Maka media film yang merupakan media pembelajaran audio-visual, memiliki kemampuan untuk mengakomodir gaya belajar siswa yang audio dan visual sekaligus.

Baca juga:  Tawakal sebagai Perwujudan Asmaul Husna Al Wakil

Pemutaran film merupakan media pembelajaran yang efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Anak-anak lebih menyukai film atau video dibandingkan membaca atau mendengarkan. Kisah nabi akan lebih menarik jika disajikan melalui film. Karena, anak tidak hanya mendengarkan tetapi dapat melihat ilustrasi dari materi yang disajikan. Anak tidak perlu harus bersusah payah mengimajinasikan tentang kisah nabi. Karena pengalaman anak juga masih sangat terbatas terhadap lingkungannya. Untuk mengimajinasikan kehidupan nabi di lingkungan yang jauh berbeda dengan lingkunganya apalagi pada masa lampau, tentu merupakan hal yang sangat berat. Media pemutaran film juga sangat membantu guru dalam proses pembelajaran karena guru cukup, memandu dan memberikan penguatan terhadap materi yang disampaikan.

Baca juga:  Pengembangan Media Pembelajaran dengan Google Formulir Mapel PPKn

Penulis selaku guru PAI di SD Negeri 02 Cawet, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang menerapkan pembelajaran dengan media film pada materi kisa-kisah nabi pada semua jenjang. Hal ini berkorelasi positif pada beberapa aspek. Pertama, antusias siswa dalam mengikuti pembelajaran lebih tinggi. Kedua, siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran, misalnya siswa lebih banyak bertanya dibandingkan pada saat menggunakan metode dongen ataupun poster. Ketiga, siswa lebih fokus dalam mengikuti proses pembelajaran, jika pada metode dongeng siswa cenderung mengantuk, berbicara dengan teman dsb, selanjutnya dengan media film nilai siswa naik secara signifikan, dibandingkan jika pembelajaran dengan media lain pada materi kisah nabi.

Pada saat ini mencari film sebagai media pembelajaran bukanlah hal yang sulit. Untuk dapat mengakses film tentang kisah nabi, salah satu media yang digunakan adalah aplikasi Youtube. Dengan aplikasi ini kita dapat memperoleh film yang sesuai dengan harga yang sangat murah dan mudah digunakan dimanapun. Dalam aplikasi tersebut, banyak sekali film tentang kisah nabi. Dalam prosesnya, penulis terlebih dahulu melakukan telaah terhadap film-film yang tersedia. Apakah sesuai dengan materi pembelajaran atau tidak.

Baca juga:  Asyiknya Menghafal Huruf Hijaiyah sambil Bernyanyi

Setelah melakukan telaah dan diperoleh film yang sesuai dengan materi pembelajaran, maka penulis menayangkan film tersebut di kelas dengan proyektor dan pengeras suara. Sebelumnya siswa diberi pengarahan secukupnya terkait film yang akan disaksikan. Dalam proses ini penulis memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan tanya jawab. Kemudian penulis bersama-sama dengan siswa membuat kesimpulan terhadap materi yang telah disampaikan. (ips1/aro)

Guru SD Negeri 02 Cawet, Kec. Watukumpul, Kab. Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya