alexametrics

Persiapan Proses Pembelajaran dalam Menghadapi New Normal

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Proses pembelajaran pada kondisi khusus seperti diamanatkan oleh Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 719/P/2020 bahwa satuan pendidikan pada kondisi khusus dapat tetap mengacu pada kurikulum nasional yang selama ini dilaksanakan.

Satuan pendidikan dalam kondisi khusus tidak diwajibkan untuk menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas atau kelulusan. Namun demikian proses pembelajaran yang sekarang berlangsung secara daring tetap melakukan persiapan menghadapi kondisi menuju new normal yang sewaktu-waktu diterapkan. Sehingga proses pembelajaran bisa dilaksanakan secara tatap muka dengan kondisi tatanan baru (new normal).

SMA Negeri 3 Pemalang telah membentuk satuan tugas jaga sekolah yang bertugas merumuskan kebijakan pelaksanaan pencegahan, penularan dan penyebaran Covid-19. Melakukan pengendalian dan evaluasi pencapaian target pelaksanaan kinerja satgas pencegahan penularan dan penyebaran Covid-19 serta penyelenggaraan PJJ di tingkat satuan pendidikan.

Melakukan pendataan warga sekolah yang terdampak/terpapar Covid-19 secara periodik. Melakukan pendampingan kepada guru dalam penyelenggaraan pembelajaran secara daring. Pembelajaran tatap muka sampai saat ini belum dapat dilaksanakan karena ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka. Meskipun siswa yang belajar di rumah sudah merasa jenuh.
Kalau kita hitung sejak pemerintah mengumumkan kondisi darurat wabah Covid-19 mulai Maret 2020 sampai September belum ada tanda-tanda penurunan orang yang terpapar Covid-19.
Sehingga disamping daring, kita juga mempersiapkan pembelajaran tatap muka, jika sewaktu-waktu gugus tugas Kabupaten Pemalang menyatakan Kabupaten Pemalang merupakan zona hijau maka proses pembelajaran dapat dilakukan dengan tatap muka.

Baca juga:  Enam Tips Menghadapi Pembelajaran New Normal

Persiapan yang dilakukan antara lain menyediakan sarana sanitasi kebersihan meliputi toilet dalam keadaan bersih, sarana cuci tangan dengan air mengalir dengan menggunakan sabun. Menyediakan cairan pembersih tangan (hand sanitizer), penyemprotan di setiap tempat/ruangan dengan cairan disinfektan.

Menyediakan akses fasilitas layanan kesehatan meliputi puskesmas, klinik rumah sakit, UKS. Menerapkan area wajib masker dan semua warga sekolah wajib memakai masker. Menyediakan alat pengukur suhu tubuh (thermo gun) dan dipastikan berfungsi baik. Membuat pemetaan warga sekolah yang tidak boleh melakukan kegiatan belajar di sekolah meliputi, warga sekolah yang memiliki kondisi comorbid yang tidak terkontrol, warga sekolah yang tidak memiliki akses transportasi yang memungkinkan dilakukan penerapan jaga jarak. Warga sekolah yang memiliki riwayat perjalanan dari zona kuning, oranye dan merah atau riwayat kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan belum menyelesaikan isolasi mandiri selama 14 hari.

Baca juga:  Mengurutkan Pecahan Asyik dengan Media Buah Apel

Membuat kesepakatan bersama komite sekolah terkait kesiapan melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah. Seandainya di Kabupaten Pemalang sudah dinyatakan zona hijau dan sudah diperbolehkan melaksanakan pembelajaran tatap muka, tetapi pelaksanaan pembelajaran di SMAN 3 Pemalang disetting sebagai berikut jumlah setiap kelasnya paling banyak 12 siswa, selebihnya belajar di rumah secara daring.

Aturan jaga jarak wajib kita lakukan minimal 1,5 meter jarak antarsiswa. Setiap siswa dan bapak/ibu guru yang mengajar wajib memakai masker dan tidak diperbolehkan berdekatan dengan siswa.
Sebelum masuk kelas setiap siswa dan guru harus cuci tangan pakai sabun yang sudah kita sediakan dan dibersihkan dengan air yang mengalir. Setiap kelas disediakan hand sanitizer. Mata pelajaran yang diberikan hanya mata pelajaran peminatan dan mata pelajaran yang berkaitan dengan pembentukan karakter yaitu PPKN dan Pendidikan Agama.
Setiap jam pelajaran tidak harus 45 menit, tetapi disesuaikan dengan keadaan. Misalnya cukup 30 menit, dan pulang sekolah supaya tidak berkerumun diatur sedemikian rupa sehingga pulangnya tertib tanpa kerumunan siswa.

Baca juga:  Efektifkan Pembelajaran Pengetahuan Lingkungan dalam Pembelajaran Daring

Setelah semuanya pulang, petugas membersihkan semua ruangan dan menyemprotkanya dengan disinfektan. Begitulah persiapan dan skenario apabila nanti suatu saat pemerintah mengumumkan zona hijau dan sekolah diperbolehkan tatap muka dengan tatanan baru (new normal) dengan tetap menggunakan protokol kesehatan ketat. (fbs2/lis)

Kepala SMA Negeri 3 Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya