alexametrics

Metode Drill Inquiry Tingkatkan Motivasi Belajar Kecepatan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Belajar adalah salah satu aktivitas siswa yang terjadi di dalam lingkungan belajar. Belajar diperoleh melalui lembaga pendidikan formal dan nonformal. Salah satu lembaga pendidikan formal yang umum di Indonesia yaitu sekolah dimana di dalamnya terjadi kegiatan belajar dan mengajar yang melibatkan interaksi antara guru dan siswa. Tujuan belajar siswa sendiri adalah untuk mencapai atau memperoleh pengetahuan yang tercantum melalui hasil belajar yang optimal sesuai dengan kecerdasan intelektual yang dimilikinya.

Dalam proses pembelajaran bermacam komponen membentuk sistem pergerakan untuk mencapai perubahan, bermacam komponen menjadi sinergis apabila satu sama lain mendukung dan berkolaboratif secara aktif. Hambatan disalah satu komponen bisa menyebabkan adanya gangguan sehingga pembelajaran tidak berjalan efektif. Permasalahan yang terjadi di SD Negeri 01 Sumubkidul kelas VI pada materi kecepatan mengalami penurunan hasil belajar dikarenakan guru dalam memberikan materi belum menggunakan metode dan teknik yang bisa menarik peserta didik untuk cepat memahami materi.

Baca juga:  Jamboard Tumbuhkan Motivasi Belajar dan Tingkatkan Kreativitas Siswa

Maka penulis melakukan penerapan metode pembelajaran yang sekiranya dapat mengubah keadaan bagi peserta didik menjadi lebih baik. Yaitu, metode drill dengan teknik inquiri. Drill merupakan suatu cara mengajar dengan memberikan latihan-latihan terhadap apa yang telah dipelajari siswa sehingga memperoleh suatu keterampilan tertentu. Kata latihan mengandung arti bahwa sesuatu itu selalu diulang-ulang, akan tetapi bagaimanapun juga antara situasi belajar yang pertama dengan situasi belajar yang realistis, ia akan berusaha melatih keterampilannya.

Secara umum dapat dirumuskan secara sederhana, sebagai berikut: model pembelajaran inkuiri adalah model pembelajaran yang mengajarkan siswa berpikir melalui proses merumuskan masalah, mengajukan hipotesis, mengumpulkan informasi, untuk kemudian menguji hipotesis yang diajukan untuk dapat ditarik suatu kesimpulan.

Baca juga:  Meningkatkan Hasil Belajar Fiqih dengan Metode Action Learning

Langkah-langkahnya sebagai berikut: pertama, orientasi terhadap masalah, beragam cara dan variasi dapat dilakukan guru agar dapat mengorientasikan siswa kepada suatu permasalahan. Kedua, merumuskan masalah. Ketika rangsangan atau stimulus yang diberikan oleh guru bekerja dengan baik, maka dalam pemikiran siswa akan muncul pertanyaan-pertanyaan dan permasalahan-permasalahan yang akan menjadi basis dan tujuan pembelajaran tersebut. Ketiga, mengajukan hipotesis. Selanjutnya, setelah siswa merumuskan masalah yang ingin dipelajari, mereka kemudian diajak untuk bersama-sama merumuskan hipotesis. Keempat, mengumpulkan informasi (data), siswa bersama kelompoknya harus mengumpulkan sebanyak dan selengkap mungkin data dan informasi yang dibutuhkan. Kelima, menguji hipotesis, setelah berkutat dengan beragam sumber belajar (sumber informasi) yang tersedia dan sumber data yang ada, siswa kemudian akan diajak untuk memproses data dan informasi yang diperoleh. Keenam, kesimpulan. Setelah metode pembelajaran ini diterapkan pada SD Negeri 01 Sumubkidul, maka peserta didik semakin percaya diri, bergairah belajarnya dan selalu siap memperoleh pengetahuan serta harapannya bisa mengendap dalam pikiran lebih lama. Terbukti nilai matematika 70 persen berhasil diatas ketuntasan maksimal. (fbs1/aro)

Baca juga:  ProgramUpskilling dan Reskilling Guru Kejuruan Tingkatkan Kompetensi Siswa SMK

Guru Kelas VI SD Negeri 01 Sumubkidul, Kec. Sragi, Kab. Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya