alexametrics

Belajar Menggunakan Media TTS, Lebih Asyik dan Menyenangkan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah mata pelajaran yang terintegrasi atau terpadu yang didasarkan pada kajian sejarah, geografi, dan ekonomi serta mata pelajaran ilmu sosial lainnya. Pada jenjang pendidikan dasar, ruang lingkup pengajaran IPS dibatasi sampai pada gejala dan masalah sosial yang dapat dijangkau pada geografi dan sejarah. IPS sering dianggap siswa sebagai mata pelajaran yang kurang penting dan membosankan. Pembelajaran IPS dinilai monoton karena hanya mengedepankan hafalan materi. Padahal IPS sangat penting. IPS di Sekolah Dasar (SD) mengandung berbagai macam pokok pembelajaran seperti membina anak didik menjadi warga negara yang baik, memiliki pengetahuan, keterampilan dan kepedulian sosial bagi dirinya sendiri serta bagi masyarakat dan negara.

Mayoritas peserta didik masih menganggap IPS adalah salah satu pelajaran yang sulit, seperti yang dialami siswa di SD Negeri lamper Lor, Semarang Selatan. Kesulitan yang dialami siswa pada mata pelajaran ini membuat pemahaman siswa rendah sehingga prestasi siswa kurang memuaskan. Kesulitan belajar yang dialami oleh siswa biasanya disebabkan oleh berbagai faktor.

Baca juga:  Membuat Media Pembelajaran Menarik Sepanjang Masa

Agar pembelajaran di kelas berjalan efektif, guru dituntut dapat menciptakan susasana kelas yang menyenangkan. Hal ini bertujuan materi yang dipelajari akan mudah diterima dan dimengerti siswa. Salah satu kunci dalam menciptakan suasana pembelajaran yang variatif dan tidak monoton adalah dengan menggunakan media pembelajaran. Tujuannya untuk memperjelas penyampaian materi pelajaran serta memfokuskan perhatian siswa terhadap materi pelajaran.

Teka-teki silang (TTS) atau crossword puzzle merupakan permainan kata yang biasanya berbentuk serangkaian ruang-ruang kosong berbentuk kotak berwarna hitam dan putih. Kotak-kotak ini juga dilengkapi dua jalur, yaitu jalur vertikal dan jalur horizontal. Tujuannya mengisi kotak-kotak putih dengan huruf sehingga pada akhirnya membentuk kata atau frasa tertentu, dengan menyelesaikan petunjuk yang mengarah ke jawaban tertentu.

Permainan teka-teki silang mempunyai beberapa manfaat. Di antaranya dapat meningkatkan kemampuan otak secara umum. Mengasah otak kita agar mengingat suatu hal dan dapat berkonsentrasi. Mengharuskan kita terus berpikir serta menganalisis. Selain itu, bermain TTS juga dapat membantu mempertajam ingatan. Menurut Sibeman (2014:256) menggunakan teka-teki silang dapat mengundang minat dan perhatian siswa. Karena siswa akan senang diajak bermain. Teka-teki silang dapat diisi secara individu ataupun kelompok.

Baca juga:  Torso Permudah Belajar Alat Gerak pada Manusia

Di era teknologi informasi yang sudah maju saat ini, kita dapat membuat TTS dengan mudah dengan menggunakan aplikasi online. Kita juga dapat membuat TTS dengan menggunakan Microsoft axcel atau secara manual. Langkah-langkah dalam pembuatan media teka-teki adalah sebagai berikut : pertama, membuat daftar kosakata berdasarkan tema pelajaran yang akan digunakan sebagai jawaban dari pertanyaan. Kedua, membuat rancangan draf kata baik secara mendatar maupun menurun. Sesuaikan jumlah kotak dengan daftar kata yang sudah kita buat. Ketiga, membuat rancangan kotak-kotak yang disesuaikan dengan draf kata yang telah dibuat sebelumnya secara mendatar maupun menurun. Untuk bagian kotak-kotak yang tidak dipakai dapat kita beri warna hitam. Keempat, menyusun daftar pertanyaan baik mendatar mupun menurun. Pada setiap kotak awal kata selanjutnya kita beri nomor yang disesuaikan nomor yang ada pada pertanyaan. Kelima, berikan TTS tersebut kepada peserta didik, baik secara individu atau kelompok.

Baca juga:  Tiktok Pass The Pen Challenge jadi Media Pembelajaran dan Hiburan

Kegiatan belajar menggunakan teka teki silang memberikan pengalaman belajar yang baru bagi siswa. Ada perubahan positif dalam kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan guru dengan metode TTS. Yakni peserta didik menjadi lebih semangat dalam belajar, kepercayaan diri para peserta didik meningkat. Kemudian peserta didik menjadi lebih aktif dalam pembelajaran dan saling berkompetisi dalam menjawab pertanyaan. Menciptakan proses pembelajaran yang lebih menyenangkan. Nilai hasil belajar peserta didik meningkat. Belajar menggunakan metode TTS ini diharapkan juga dapat memberikan alternatif pembelajaran di masa pandemi Covid-19 saat ini. (ips1/lis)

Guru SD Negeri Lamper Lor, Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya