alexametrics

Pembelajaran Operasi Aljabar dengan Model TGT

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mata pelajaran matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang dianggap sulit bagi siswa. Demikian halnya dengan pelajaran matematika di kelas VII SMP Negeri 2 Kesesi. Berdasarkan dua kali tes hasil belajar yang dikerjakan oleh siswa kelas VII diketahui hanya 9 siswa yang memperoleh nilai di atas 72 pada ulangan pertama dan 14 siswa pada ulangan kedua. Nilai rata-rata kelas masih di bawah 72. Nilai tersebut belum memenuhi KKM yang ditetapkan untuk mata pelajaran matematika yaitu 72.

Dengan menggunakan metode ceramah dan pemberian tugas kurang efektik untuk meningkatkan prestasi siswa dalam hal ini tampak dari perilaku siswa yang cenderung hanya mendengar dan mencatat pelajaran yang diberikan guru.

Untuk mencapai tujuan ini, peran guru sangat menentukan. Menurut Wina Sanjaya (2006:19), peran guru adalah sebagai sumber belajar, fasilitator, pengelola, demonstrator, pembimbing, dan evaluator”. Sebagai motivator guru harus mampu membangkitkan motivasi siswa agar aktifitas siswa dalam proses pembelajaran berhasil dengan baik. Salah satu cara untuk membangkitkan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran adalah dengan cara mengganti cara atau model pembelajaran lebih menarik lagi dan pada pembelajaran ditemukan metode dan cara – cara yang baru agar dapat terjadi interaksi yang menarik antara siswa dengan guru. Di antara cara dan metode yang digunakan untuk pembelajaran materi operasi aljabar di kelas VIII SMP Negeri 2 Kesesi dengan menggunakan sarana yang ada di sekolah di antaranya TGT atau Team Games Tournament. Yakni, dengan menggunakan turnamen games yang mana siswa bersaing dengan anggota tim lain. Dengan model pembelajaran ini diharapkan siswa dapat meningkatkan prestasinya.

Baca juga:  Harapan Guru BK Menuju Pembelajaran Tapka

TGT adalah salah satu model pembelajaran kooperatif yang menempatkan siswa dalam kelompok – kelompok belajar yang beranggotakan lima sampai enam siswa yang memiliki kemampuan, jenis kelamin dan suku kata atau ras yang berbeda. Menurut Slavin, pembelajaran kooperatif tipe TGT terdiri atas lima langkah tahapan yaitu: pertama, tahap penyajian kelas. Bahan ajar dalam TGT mula – mula diperkenalkan melalui presentasi kelas. Kedua, belajar dalam kelompok. Siswa ditempatkan dalam kelompok – kelompok belajar yang beranggotakan lima sampai enam siswa yang memiliki kemampuan, jenis kelamin, dan suku atau ras yang berbeda. Ketiga, kuis (games). Tujuan dari permainan ini adalah untuk mengetahui apakah semua anggota kelompok telah menguasai materi.

Baca juga:  TPS Tingkatkan Keterampilan Belajar Aljabar

Permainan pada setiap meja turnamen dilakukan dengan aturan sebagai berikut. Setiap pemain dalam tiap meja menentukan dulu pembaca soal dan pemain yang pertama dengan cara undian. Kemudian pemain yang menang undian mengambil kartu undian yang berisi nomor soal dan diberikan kepada pembaca soal. Pembaca soal akan membacakan soal sesuai dengan nomor undian yang diambil oleh pemain. Selanjutnya soal dikerjakan secara mandiri oleh pemain dan penantang sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dalam soal.

Setelah waktu untuk mengerjakan soal selesai, maka pemain akan membacakan hasil pekerjaannya yang akan ditanggapi oleh penantang searah jarum jam. Setelah itu, pembaca soal akan membuka kunci jawaban dan skor hanya diberikan kepada pemain yang menjawab benar atau penantang yang pertama kali memberikan jawaban benar. Jika pemain semua menjawab salah, maka kartu dibiarkan saja. Permainan dilanjutkan pada kartu soal berikutnya sampai semua kartu soal habis dibacakan, di mana posisi pemain diputar searah jarum jam agar setiap peserta dalam satu meja turnamen dapat berperan sebagai pembaca soal, pemain, dan penantang. Di sini permainan dapat dilakukan berkali-kali dengan syarat bahwa setiap peserta harus mempunyai kesempatan yang sama sebagai pemain, penantang, dan pembaca soal dalam permainan ini pembaca soal hanya bertugas untuk membaca soal dan membuka kunci jawaban, tidak boleh ikut menjawab atau memberikan jawaban pada peserta lain.

Baca juga:  Manik-Manik Mudahkan Belajar Matematika

Setelah semua kartu selesai terjawab, setiap pemain dalam satu meja menghitung jumlah kartu yang diperoleh dan menentukan berapa poin yang diperoleh berdasarkan tabel yang telah disediakan. Selanjutnya setiap pemain kembali kepada kelompok asalnya dan melaporkan poin yang telah diperoleh berdasarkan tabel yang telah disediakan. Setiap pemain kembali kepada kelompok asalnya dan melaporkan poin yang diperoleh kepada ketua kelompok . Ketua kelompok memasukkan poin yang diperoleh anggota kelompoknya pada tabel yang telah disediakan, kemudian menentukan kriteria penghargaan (dj2/aro)

Guru Matematika SMP Negeri 2 Kesesi, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya