alexametrics

Belajar Aljabar Mudah dengan Media Pensil dan Krayon

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, ALJABAR merupakan salah satu cabang matematika dalam pemecahan masalah dengan menggunakan huruf – huruf untuk mewakili angka – angka. Berasal dari bahasa Arab, Al – Jabr yang artinya penyelesaian. Aljabar ditemukan oleh cendikiawan bernama Al–Khawarizmi, seorang ahli dalam bidang matematika yang berasal dari Persia. (M. Cholik Adinawan dan Sugiono, Matematika untuk SMP kelas VII, Jakarta : Erlangga, 2002).

Materi aljabar merupakan materi yang memiliki karakteristik abstrak bagi siswa. Sehingga tidak mudah bagi seorang guru untuk menyampaikan konsep dan unsur – unsur aljabar seperti pengertian variabel, koefisien, dan konstanta. Variabel dapat diartikan sebagai lambang atau simbol yang digunakan untuk mewakili suatu bilangan yang nilainya belum diketahui dengan jelas. Variabel sering juga disebut sebagai perubah. Variabel biasa disimbolkan dengan huruf kecil a, b, c, d, e, f, g, …, z. Sebagai contoh, pada persamaan (3x + 14 y) variabelnya adalah x dan y. Koefisien adalah bilangan yang memuat variabel dari suatu suku pada bentuk aljabar.

Baca juga:  Sambut ANBK dengan Belajar Laptop bersama Tutor Sebaya

Konstanta adalah suku aljabar yang bentuknya berupa sebuah bilangan yang bediri sendiri tanpa diikuti variabel. Sebagai contoh pada persamaan (3×2 + 4y – z + 12), maka konstantanya adalah 12. Sedangkan Suku merupakan nilai yang menyusun sebuah bentuk aljabar baik berupa variabel dengan koefisiennya dan juga konstanta. Berikut adalah penjelasan macam-macam suku aljabar: Suku Satu, merupakan bentuk aljabar yang tidak memiliki tanda operasi hitung atau selisih. Contohnya: 2x, 4c2, 3xy. Suku Dua, merupakan bentuk aljabar yang terhubung oleh adanya satu tanda operasi hitung atau selisih. Contohnya: x + y, 2a + 3c, 4×2 – y2. Suku Tiga, merupakan bentuk aljabar yang terhubung oleh adanya dua tanda operasi hitung atau selisih. Contohnya: 3x – 4y + z, 2a2 + 3b + c.

Masih banyak siswa SMP Negeri 2 Kesesi, Kabupaten Pekalongan yang melakukan kesalahan – kesalahan dalam menjumlahkan atau mengalikan bentuk aljabar. Untuk memudahkan siswa dalam memahami konsep matematika yang abstrak, perlu digunakan benda-benda konkret. Karena itu, guru mencoba menggunakan media alat tulis yang ada di lingkungan kelas untuk pembelajaran matematika materi aljabar. Alat tulis juga mudah ditemukan di kelas. Media alat tulis adalah berbagai jenis alat tulis yang mudah didapatkan dari lingkungan sekolah maupun lingkungan rumah, seperti pensil, bolpoin, krayon, spidol, atau ala tulis lainnya. Misalnya, pensil mewakili variabel x, bolpoin mewakili variabel y, krayon mewakili variabel z dan seterusnya.

Baca juga:  Belajar Sistem Peredaran Darah dengan Running LED

Dari alat tulis yang ada, dapat digunakan untuk mengenal bentuk aljabar dan unsur-unsurnya, yaitu variabel, suku, koefisien, suku sejenis, koefisien positif, koefisien negatif dan konstanta serta variabel berpangkat. Penjelasannya adalah sebagai berikut: satu jenis alat tulis diberi lambang satu variabel, jenis alat tulis yang sama melambangkan variabel yang sama, alat tulis yang menghadap ke bawah melambangkan variabel dengan koefisien positif, alat tulis dengan posisi terbalik melambangkan variabel dengan koefisien negatif. Untuk variabel yang mengandung perpangkatan sebagai berikut: variabel yang mengandung perpangkatan dilambangkan dengan tumpukan alat tulis yang diikat dengan karet gelang, banyaknya tumpukan alat tulis sesuai dengan pangkat variabel tersebut. Misalnya, x pangkat dua berarti dua pensil ditumpuk kemudian diikat dengan karet.

Baca juga:  Terapkan Daring Method dan Home Visit Method selama Pandemi

Sebagai contoh, ketika kita akan menjelaskan lima x pangkat dua ditambah tiga y dikurangi dua x pangkat dua, kita bisa menumpuk dua pensil yang diikat dengan karet sebanyak lima buah kemudian dijejer dengan posisi pensilnya tidak dibalik, kemudian ditambah tiga bolpoin dengan posisi tidak terbalik juga. Berikutnya dua pensil yang diikat karet dengan posisi dibalik sebanyak dua buah. Hanya alat tulis yang sama dengan tumpukan yang sama pula yang bisa dijumlahkan atau dikurangkan. Dengan menggunakan media alat tulis dalam aljabar diharapkan membantu siswa lebih memahami bentuk aljabar dan unsur-unsurnya. Siswa pun merasa senang dan bersemangat mengikuti pembelajaran matematika. (dj2/aro)

Guru Matematika SMP Negeri 2 Kesesi, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya