alexametrics

Pendidikan Penguatan Karakter Menuju Sekolah Ramah Anak

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Membentuk siswa yang berkarakter bukan suatu upaya yang mudah dan instan. Butuh upaya yang terus-menerus dan refleksi yang mendalam untuk membuat rentetan keputusan moral yang harus ditindaklanjuti dengan aksi nyata, sehingga menjadikan suatu hal yang praktis dan reflektif.

Diperlukan waktu untuk membuat semuanya menjadi kebiasaan dalam membentuk karakter atau watak seseorang. Selain itu pencanangan pendidikan karakter tentunya dimaksud untuk menjadi salah satu jawaban atas beragam persoalan yang saat ini banyak didengar, dilihat dan dirasakan. Persoalan yang muncul diidentifikasikan bersumber dari gagalnya pendidikan dalam menyuntikkan nilai-nilai moral terhadap peserta didiknya.

Banyak hal yang dapat dilakukan untuk merealisasikan pendidikan karakter di sekolah. Konsep karakter tidak cukup hanya dijadikan sebagai suatu poin dalam silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) di sekolah, namun harus lebih dari dijalankan dan direalisasikan. Mulai dari belajar untuk menaati peraturan sekolah dan menegakkan kedisiplinan. Sekolah juga harus menjadikan pendidikan karakter sebagai sebuah tantangan nilai yang berkembang dengan baik yang diwujudkan dalam contoh dan seruan nyata yang diperlihatkan oleh tenaga pendidik dan kependidikan dalam kegiatan keseharian di lingkungan sekolah.

Baca juga:  Cara Asyik Belajar Pronunciation dengan Tongue Twister

Karena pendidikan karakter merupakan salah satu jalan untuk menuju sekolah yang ramah anak. seperti yang telah penulis laksanakan di SD Negeri 1 Kaligading. Lalu, seperti apa sekolah dikatakan ramah anak? Sekolah dikatakan ramah anak jika memenuhi beberapa kriteria di antaranya aman, bersih, sehat, peduli dan berbudaya lingkungan hidup, mampu menjamin, memenuhi, menghargai dan melindungi anak dari kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan salah lainnya.

Serta mendukung partisipasi anak terutama dalam perencanaan kebijakan, pembelajaran, pengawasan dan mekanisme pengaduan terkait pemenuhan hak dan perlindungan anak di dalam satuan pendidikan (Peraturan Menteri PP dan PA Nomor 8 Tahun 2014).

Ada lima hal yang menjadi prinsip sekolah yang ramah anak, diantaranya yang pertama sekolah harus nondiskriminatif yaitu menjamin kesempatan setiap anak untuk menikmati hak mendapatkan pendidikan.

Baca juga:  Fokus Berantas Bullying

Kedua kepentingan terbaik bagi anak, senantiasa menjadikan pertimbangan utama dalam semua keputusan dan tindakan yang diambil oleh penyelenggara pendidikan. Ketiga, kelangsungan hidup dan perkembangan yaitu menciptakan lingkungan yang menghormati martabat anak. Keempat penghormatan terhadap pandangan anak yang mencakup penghormatan atas hak anak untuk mengekspresikan pandangan dalam segala hal yang mempengaruhi anak di lingkungan sekolah.

Kelima pengelolaan yang baik yang menjamin transparansi di satuan pendidikan. Sekolah ramah anak digambarkan dengan ciri-ciri antara lain lingkungan sekolah diibaratkan seperti taman yang menyenangkan, menjamin rasa aman dari bahaya fisik dan psikis. Memiliki budaya saling menghargai, melejitkan potensi dan bakat peserta didiknya, menghargai prestasi dan menjadikan setiap anak juara dan melibatkan orang tua murid dalam berbagai even dan kegiatan.

Baca juga:  Bikin Siswa Betah di Kelas

Guna terwujudnya sekolah ramah anak, kata kuncinya adalah penerapan pendidikan penguatan karakter, dengan memenuhi lima prinsip sekolah ramah anak. (bp1/lis)

Kepala SDN 1 Kaligading, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya