alexametrics

Pendekatan RME dalam Pembelajaran Keliling Bangun Datar

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN matematika ini dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 9 Januari 2020 di kelas V SD Negeri 02 Rogoselo, Kabupaten Pekalongan. Materi yang disampaikan adalah “Bangun Ruang” yaitu kubus dan balok. Pendekatan yang diambil adalah pendekatan RME (Realistic Mathematics Education) di mana siswa diharapkan bisa mengalami dan menemukan sendiri sebuah konsep atau rumus matematika dari keliling bangun ruang yang dimaksud.

Strategi yang digunakan adalah penemuan terbimbing di mana siswa diajak praktik menemukan rumus bangun ruang kubus dan balok dengan dipandu langkah-langkah yang sudah tertuang dalam video pembelajaran. Sebelum pembelajaran, guru meminta siswa menyiapkan peralatan yang akan digunakan untuk praktik. Setelah itu, mereka mengikuti langkah-langkah yang disampaikan melalui video sambil melihat contoh yang sudah dipraktikkan guru melalui video tersebut. Siswa juga diberikan lembar kegiatan siswa tempat mereka mencatat hasil penemuan dan menemukan rumusnya sendiri.

Baca juga:  Belajar Bilangan Pecahan pada Soal Cerita Lebih Menyenangkan dengan Model CTL

Sebagian siswa senang dengan metode pembelajaran tersebut, karena mereka bisa praktik sendiri di rumah dengan langkah-langkah yang sudah dicontohkan oleh guru dalam video yang mereka simak. Mereka antusias dan semangat mengukur keliling sebuah kubus dan balok di sekitar mereka, serta menemukan sendiri rumus keliling kubus dan balok.

Dari pembelajaran yang sudah dilaksanakan tersebut, guru menyadari bahwa beberapa siswa juga memilih alat ukur atau alat praktik yang kurang pas, sehingga hasil pengukuran juga kurang tepat. Misalnya disarankan untuk memakai pita, namun yang digunakan tali rafia, yang notabene kurang valid ketetapan bentuknya.

Dari beberapa refleksi yang diperoleh tersebut, guru menjadi banyak belajar mengenai bagaimana memberikan pembelajaran yang efektif dan efisien. Dalam pembelajaran siswa harus didampingi guru dalam melaksanakan tugas yang diberikan. Terutama tugas praktik seperti pada pembelajaran Matematika. Jika tidak, siswa cenderung kebingungan dengan konsep yang mereka dapat. Selain itu, guru juga belajar bagaimana membuat video pembelajaran yang tepat guna dengan durasi singkat. Karena video pembelajaran yang terlalu panjang bisa membuat siswa kehilangan konsentrasi dan sulit memahami materi.

Baca juga:  Serunya Belajar Bilangan Berpangkat dengan Metode TS-TS

Terdapat beberapa hal yang perlu diperbaiki dalam pembalajaran matematika dengan pendekatan RME kali ini. Seperti yang diterapkan di SDN 02 Rogoselo, Kabupaten Pekalongan. Pertama, guru perlu mempersingkat video pembelajaran yang dibuat. Langkah-langkah praktik penemuan bisa dipecah menjadi dua atau tiga bagian supaya siswa lebih fokus dalam mengikutinya. Misalnya untuk keliling kubus dan keliling balok dipisah dalam dua video yang berbeda. Jika siswa bisa fokus, maka mereka akan dengan mudah memahami konsep dan menemukan sendiri rumus keliling dengan cepat menurut cara mereka sendiri. Kedua, guru perlu memantau lebih intens kegiatan pembelajaran siswa di rumah. Sesekali guru bisa mengadakan tanya jawab di saat mereka praktik. Sehingga guru bisa langsung memberikan arahan yang jelas, jika siswa kebingungan atau melakukan langkah yang kurang tepat. (bp1/zal)

Baca juga:  Media Gambar dan Video Pembelajaran Tingkatkan Hasil Belajar Kebugaran Jasmani

Guru SDN 02 Rogoselo, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya