alexametrics

Metode Pembelajaran “Dibali Makan Duri Dilagukan”

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pada akhir abad 21 banyak siswa muslim pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) belum lancar membaca ayat–ayat Alquran yang terdapat dalam buku pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Dari satu kelas rata-rata terdapat lebih dari setengahnya belum lancar membaca ayat-ayat Alquran tersebut. Bahkan ada yang sama sekali belum bisa membaca ayat-ayat Alquran dengan alasan sulit mempelajarinya dan tidak suka membaca ayat-ayat Alquran.

Keadaan ini diperparah dengan adanya hadirnya media sosial seperti, televisi, handphone yang tidak ada bimbingan pemakaiannya dari pihak orang tua. Membaca ayat-ayat Alquran dengan indah adalah membaca yang dilagukan. Sering kita mendengarkan bacaan ayat-ayat Alquran yang indah di musala atau masjid, tetapi lewat suara yang diputar dari VCD atau DVD dan sejenisnya.

Sebagai guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMP Negeri 1 Lebakbarang mencoba menerapkan model pembelajaran “Dibali makan duri dilagukan” kepanjangan dari dibaca berkali-kali, bersama, kelompokan, dua-dua, sendiri-sendiri dan dilagukan. Model pembelajaran “Dibali makan duri dilagukan” adalah sebuah metode membaca sebagi solusi untuk mengembangkan minat baca ayat-ayat Alquran yang ada di buku teks pelajaran. Metode ini adalah pengembangan dari metode yang sudah ada yaitu metode driil. Metode driil adalah suatu teknik yang dapat diartikan sebagai suatu cara mengajar di mana siswa melaksanakan kegiatan-kegiatan latihan, agar siswa memiliki ketangkasan dan keterampilan tang lebih tinggi daripada yang telah dipelajari (Roestiyah: 2012). Metode ini diyakini paling efektif untuk menjadikan siswa lancar dalam membaca ayat-ayat Alquran. Diperlukan partisipasi siswa dalam melaksanakan metode ini, karena terkait dengan suatu keterampilan membaca yang indah.

Baca juga:  Asyiknya Belajar Q.S. At-Tiin dengan Metode Snowball Throwing

Metode “Dibali makan duri dilagukan” dilakukan di kelas saat berlangsungnya pembelajaran yang di dalam materinya terdapat ayat-ayat Alquran. Guru memberi contoh membaca ayat-ayat Alquran yang dilagukan, siswa mendengarkan dengan cermat. Apabila guru kurang menguasai lagu dalam membaca ayat-ayat tersebut, bisa menggunakan perangkat audio yang telah diisi rekaman bacaan yang berlagu. Pada bagian ini anak akan merasakan indahnya membaca ayat-ayat Alquran yang dilagukan.

Tahap selanjutnya guru membacakan ayat-ayat Alquran dengan lagu, seluruh siswa menirukan. Tahap pertama diulang berkali-kali hingga lancar. Setelah lancar kemudian siswa baca bersama tanpa guru. Tahap kedua, guru membaca bersama sekelompok siswa. Tahapan ini juga diulang beberapa kali hingga lancar sesuai yang dicontohkan guru. Tahap ketiga, guru membaca bersama dua orang sisawa, kemudian kedua siswa disuruh baca bersama tanpa guru. Tahap yang terakhir baca sendiri satu-satu.

Baca juga:  Menghafal 25 Nabi dan Rosul Allah dengan Shalawat Badar

Metode ini harus didukung sumber daya guru yang menguasai lagu membaca ayat-ayat Alquran. Selain itu untuk menunjang kegiatan tersebut diperlukan perangkat audio untuk menampilan contoh bacaan ayat-ayat Alquran yang apabila guru kurang menguasai bacaannya.

Jika metode ini sering diterapkan dalam pembelajaran di kelas, maka minat baca siswa akan tinggi. Harapan untuk siswa dapat membaca ayat-ayat Alquran dengan lancar dan indah akan tercapai. Pembelajaran di kelas lebih bervariasi dan tidak monoton.

Mari kita tingkatkan motivasi siswa membaca ayat-ayat Alquran yang dilagukan hingga menjadikan indah bacaannya. Gemar membaca Alquran kuatkan iman. Siswa yang Qurani menjadi modal bangsa ini. (bp1/ton)

Guru PAI & BP SMPN 1 Lebakbarang

Baca juga:  Menulis Surat Al-Kausar Jadi Mudah dengan Metode Think Talk Write

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya