alexametrics

Film Superhero Jadi Media Efektif Belajar Fair Play

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, BEBERAPA tahun ini terjadi penyerbuan film-film superhero yang sangat terkenal dengan tokoh-tokoh dari Amerika, seperti X-Men, Hulk, Captain Amerika, Iron Man, Superman, Avengers dan sebagainya. Sebuah penyerbuan yang luar biasa dibarengi dengan berbagai aksesoris perlengkapan sekolah bergambar tokoh superhero, pakaian anak hingga perlengkapan rumah tangga yang berbau tokoh-tokoh superhero tersebut. Anak-anak menjadi rakus bermain dengan benda-benda bernuansa superhero. Keasyikan bermain dan menghabiskan waktu belajar. Seringkali orangtua mem-vonis, bahwa anak-anak malas dan bodoh karena superhero. Tuduhan terhadap jahatnya superhero semakin menjadi. Sebagai biang kerok, anak malas belajar, suka membantah orang tua dan guru, suka berkelahi dengan teman sebaya.

Film superhero kerap diidentikkan dengan kekerasan dan kejahatan. Padahal, ada hal-hal positif yang dapat diambil dari serbuan film-film superhero yang tak terelakkan kehadirannya di sekitar kita. Bahkan masih ada pelajaran-pelajaran baik yang dapat diambil dari memahami film superhero. Pelajaran baik itu adalah tentang Fair Play. Dalam bahasa sederhananya, dapat disamaartikan dengan sifat ksatria. Fair Play dalam dunia olahraga sangat didambakan, karena jiwa fair play dapat diajarkan dengan mendalami dan memahami suatu karakter dalam sebuah film superhero.

Baca juga:  Tingkatkan Hasil Belajar Dribbling dalam Permainan Bola Basket dengan Metode Inklusif

Dalam dunia olahraga, fair play dapat diartikan sebagai semangat olahragawan sejati atau semangat olahragawan ksatria. Seorang olahragawan dapat dikatakan fair play apabila melakukan perbuatan terpuji, daripada sekedar tunduk pada peraturan tertulis. Fair play sebagai konsep moral, penghargaan terhadap lawan serta harga diri yang berisi keinginan tulus dan ikhlas agar lawan mainnya dilihat sebagai partner, sebagai kawan bertanding (friendly rival) yang diikat oleh persaudaraan olahraga. Fair play adalah semangat besar hati terhadap lawan, yang pada gilirannya dapat menimbulkan hubungan kemanusiaan yang akrab dan hangat.

Pertama kali yang perlu dilakukan oleh orang tua adalah berusaha mengikuti menonton film superhero yang anak-anak sukai. Apabila tidak memungkinkan menonton bersama anak, tontonlah secara acak pada waktu senggang. Ambil bagian-bagian yang sekiranya seru menurut anak-anak. Langkah berikutnya, ngobrol tentang film tersebut bersama anak-anak. Apapun boleh dibicarakan, tentang jalan cerita, tokohnya, andai-andai yang muncul di benak anak-anak atau hal lain di film tersebut. Setelah itu, barulah orang tua memerankan dirinya sebagai guru yang menanamkan nilai-nilai baik. Dalam hal ini, nilai-nilai fair play kepada anak-anak. Hakekat olahraga adalah perjuangannya dan menjunjung tinggi kejayaan, bukan semata–mata untuk kemenangan.

Baca juga:  Pembelajaran Daring Kombinasi Blog dan G-Form untuk Pembelajaran PJOK

Perlu diingat bahwa bermula dari obrolan tentang film superhero, bisa mengarah kepada sesuatu yang lebih serius yaitu penanaman nilai–nilai fair play. Namun yang sangat penting untuk diperhatikan oleh orang tua, hendaknya menggunakan bahasa anak–anak, sehingga apapun yang disampaikan dapat membumi dan dimengerti oleh anak–anak. Karena anak–anak sekarang banyak yang sudah pinter dan banyak yang merasa sudah pinter. Sebagai orang tua atau pendidik, mengembangkan sikap kritis amat perlu. Anak diajak bicara terlebih dahulu, dilakukan komunikasi dua arah untuk mengetahui lebih jauh tentang perkembangannya. (bp1/ida)

Guru PJOK SDN 2 Sojomerto

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya