alexametrics

Contextual Teaching and Learning pada Sujud Sunah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pada abad 21 melewati milenial, ternyata masih banyak ditemukan beberapa sekolah yang menggunakan pola pembelajaran yang lama. Membaca, menghafal dan mencatat serta diberikan tugas masih mewarnai khasanah guru dalam dunia pendidikan. Bahkan lebih ekstrim lagi, beberapa “oknum” guru di sebagian sekolah sering mengaplikasikan “CBSA” (catat buku sampai abis). Hal tersebut seringkali yang membuat hasil pembelajaran tidak meninggalkan pemahaman pada diri siswa. Pola pembelajaran tekstual di lingkungan sekolah seharusnya sudah mulai mengalami metamorfosis ke dalam pembelajaran yang sesuai dengan pengalaman dan pengetahuna.

Perlunya terobosan-terobosan penggunaan pendekatan dan model pembelajaran yang dapat terukir dan tertanam dalam diri anak saatnya dibangkitkan. Pembelajaran yang dapat membawa anak ke dalam imajinasinya dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan konstektual manjadi solusi yang tepat untuk mewarnai pembelajaran di dalam kelas. Pendekatan konstektual merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam lingkungan kehidupannya. Dengan konsep itu, hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa. Proses pembelajaran alamiah berlangsung dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, bukan sekedar mentrasfer pengetahuan dari guru ke siswa.

Baca juga:  Pembelajaran Akhlak dengan Metode Questions Students Have

Guru sudah seharusnya lebih mementingkan strategi pembelajaran dari pada hanya mengejar hasil. Pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang dimulai dengan sajian atau tanya jawab lisan yang terkait dengan dunia nyata kehidupan siswa (daily life modeling), sehingga akan terasa manfaat dari materi yang akan disajkan, motivasi belajar muncul, dunia pikiran siswa menjadi konkret, dan suasana menjadi kondusif, efektif dan menyenangkan. Prinsip pembelajaran kontekstual adalah: siswa melakukan dan mengalami, tidak hanya menonton dan mencatat, serta pengembangan kemampuan sosialisasi.

Sanjaya (2006) menyatakan bahwa belajar dalam CTL bukan sekadar duduk, mendengarkan dan mencatat, tetapi belajar adalah proses berpengalaman secara langsung. Lebih jauh ia mengupas bahwa Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah suatu strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk menemukan materi yang dipelajarinya dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata, sehingga siswa didorong untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka.

Baca juga:  Role Playing Permudah Pemahaman Penyampaian Isi Atur-atur

SMP N 1 Sragi menerapkan model pembelajaran CTL pada pelajaran PAI dan BP kelas delapan, yaitu materi tentang sujud syukur, sujud sahwi dan sujud tilawah. Penulis selaku guru PAI dan BP tersebut merasa senang karena penggunaan model pembelajaran CTL dapat meningkatkan proses pembelajaran dan hasil belajar siswa. (bp1/ton)

Guru SMP Negeri 1 Sragi Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya