alexametrics

Kreasikan Sabun Cair Higienis di Tengah Pandemi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, DI tengah pandemi Covid-19 yang belum diketahui kapan berakhir, dunia pendidikan mengalami banyak tantangan dan hambatan. Kegiatan pembelajaran untuk sementara dilaksanakan secara online. Ada yang menggunakan google classroom, zoom, whatsapp, google meet, atau Youtube.

Dengan kondisi demikian, guru dituntut lebih aktif, inovatif, dan inspiratif memberikan kesempatan pada siswa untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki, agar meningkat dalam segi afektif, kognitif, dan psikomotor, sesuai pandangan kurikulum 2013 tentang kegiatan pembelajaran.

Guru prakarya memiliki kesempatan baik di tengah pandemi untuk memberikan inspirasi dan motivasi kepada siswa untuk berkreasi, menghasilkan karya yang bermanfaat bagi banyak orang. Berdasarkan hasil Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) model pembelajaran di era pandemi Covid-19, yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Semarang tentang “Penyesuaian Kebijakan Pembelajaran di masa Pandemi Covid-19” disampaikan oleh Sukaton Purtomo Priyatno menyinggung dua prinsip kebijakan pendidikan di masa pandemi. Pertama, kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga dan masyarakat adalah prioritas utama. Kedua, tumbuh kembang peserta didik dan kondisi psikososial. Guru prakarya bisa mendorong siswa membuat sabun cair untuk cuci tangan dalam mendukung prinsip utama menjaga kesehatan dan keselamatan di masa pandemi. Berpartisipasi menyukseskan era new normal yang dicanangkan pemerintah dengan selalu cuci tangan pakai sabun antiseptik dan air mengalir, memakai masker saat beraktivitas di luar rumah, dan jaga jarak agar mengurangi sentuhan/kontak langsung dengan orang lain.

Baca juga:  Penggunaan Aplikasi HP dalam Pembelajaran Masa Pandemi Covid-19

Pada semester I pembelajaran prakarya kelas VIII terdapat materi “Membuat Kerajinan dari Bahan Lunak” guru bisa merealisasikan pembelajaran ini kepada siswa. Selain untuk pemenuhan kegiatan pembelajaran, juga untuk dipakai sendiri di rumah. Bahkan membuka peluang ekonomi dengan menjual atau menawarkan ke orang lain yang memerlukan. Sabun cair ini masih akan dibutuhkan oleh setiap keluarga atau instansi dalam waktu lama sehingga peluang usaha ini masih terbuka lebar. Pembelajaran ini, selain membawa siswa pada pengalaman langsung membuat sabun cair juga memberi pengajaran tentang peluang usaha rumahan untuk menambah uang saku siswa.

Mengawali pembelajaran dengan pesan singkat melalui whatsapp dan disertai video pembuatan sabun cair kepada siswa. Guru mengajak para siswa untuk mempraktekkan di rumah dan hasilnya akan menjadi bahan penilaian guru. Pembuatan sabun cair ini tidak terlalu sulit. Bahan yang digunakan mudah didapat. Siswa menyediakan bahan-bahan seperti sabun batangan merek bebas, asal sabun antiseptik. Bahan lain, garam, detol, dan air bersih.

Baca juga:  Media Cergam untuk Membaca Permulaan

Alat-alat yang digunakan parutan keju, pisau, blender, panci, kompor, baskom, dan botol kemasan sabun cair. Tahap-tahap atau langkah pembuatan siswa bisa melihat video dari guru. Tetapi bila ada kesulitan, siswa bisa bertanya pada guru dengan pesan singkat atau whatsapp. Proses pembuatannya sampai tahap pengemasan, dapat diabadikan dengan cara membuat video atau foto untuk diteruskan pada guru sebagai bahan atau dasar penilaian.

Guru bisa mendorong siswa untuk berani mencoba memproduksi dan menawarkan kepada orang lain dengan hasil sudah dalam kemasan yang menarik dan punya daya jual. Dengan pembelajaran pembuatan sabun cair untuk cuci tangan, guru bisa menyampaikan materi belajar sesuai kompetensi dasar yang ditetapkan dalam kurikulum 2013. (on2/ida)

Baca juga:  Belajar Stoikiometri di Era PJJ Lebih Mudah dengan Camtasia

Guru Prakarya SMP Negeri 2 Tuntang, Kabupaten Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya