alexametrics

Asyiknya Bermain Kartu Wayang Tingkatkan Prestasi Siswa Belajar Bahasa Jawa

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Berbicara tentang kemajuan dunia di era globalisasi ini kita harus mampu menghadapi dengan filterisasi yang selektif agar tidak terjerumus dengan budaya asing yang justru akan menyesatkan. Sebagai warga negara Indonesia yang memiliki budaya sangat heterogen ini perlu bersyukur. Budaya yang bervariatif tersebut juga akan menjadi aset bangsa yang tak ternilai harganya. Kekayaan budaya yang ribuan di Indonesia ini harus kita lestarikan dengan cara mencintai. Dalam bahasa Jawa disebut “rumangsa melu handarbeni lan wajib melu hangrungkebi”. Atau dalam bahasa menterengnya “self of belonging” kita harus tetap tumbuh di dalam hati kita masing-masing.

Di Pulau Jawa yang penduduknya sangat padat, memiliki budaya yang banyak juga dikagumi para turis mancanegara. Misalnya wayang kulit, tari tradisional, ketoprak, adat istiadat serta cara hidup bermasyarakatnya yang terkadang membuat para turis domestik maupun mancanegara terkesima melihatnya.

Baca juga:  Menyenangkan Belajar Tematik dengan Alat Peraga 2D

Seni wayang kulit di samping sebagai hiburan juga menceriterakan kisah hidup di masyarakat yang digambarkan melalui perilaku tokoh wayang. Perilaku seseorang di masyarakat itu bisa diidentifikasi/digambarkan bahwa manusia memiliki perilaku seperti yang dimiliki oleh tokoh wayang ada yg mengutamakan emosi, sombong, angkuh, otoriter, iri, dengki dan sebagainya. Akan tetapi karakter wayang juga memiliki karakter yang berperilaku sabar, rendah diri, bijak, serta pemaaf. Untuk mengenalkan budaya wayang kulit kepada peserta didik kelas II SD Negeri Sawah Besar 01 Semarang, pada pembelajaran Bahasa Jawa diberikan pembelajaran kompetensi dasar mengenal wayang dengan menggunakani media pembelajaran kartu wayang. Tujuannya agar kelak peserta didik dapat hidup seperti yang dicontohkan oleh wayang yang berperilaku baik/positif.

Baca juga:  Berlatih Bernyanyi Unisono yang Tepat dan Menyenangkan

Adapun teknis dari pembelajaran ini, siswa dibentuk kelompok untuk bermain kartu bersama. Kemudian kartu dioplos acak, tiap siswa mendapatkan bagian kartu satu-satu dan menyebutkan atau melaksanakan perintah apa yang ada di kartu gambar tersebut. Di dalam kartu itu ada gambar wayang, siswa menyebutkan nama wayang tersebut, dan melaksanakan sesuai perintah apa yang harus dikerjakannya. Pembelajaran dengan media bermain peran dengan kartu wayang ini sangat menyenangkan karena siswa melakukan pembelajarannya ini bisa dengan bermain peran. Bahkan siswa mendemonstrasikan dengan khas suara tokoh wayang yang dia perankan. Para siswa sangat antusias untuk mengikuti pembelajaran dengan bermain kartu wayang.

Para peserta didik sekalipun usianya masih berkisar 8-9 tahun tetapi dengan dikenalkan budaya Jawa melalui pembelajaran bermain kartu wayang nampak dengan tekun mengikutinya dengan baik. Dan diharapkan ke depan siswa akan semakin cinta, bangga terhadap budaya Jawa. Sehingga apa yang diharapkan penulis melalui media bermain kartu wayang dapat meningkatkan hasil prestasi belajar siswa dan kelak dapat diwujudkan dengan bukti kriteria ketuntasan belajarnya meningkat. Mudah-mudahan model pembelajaran dengan menggunakan media seperti ini dapat memberikan motivasi dari berbagai pihak khususnya para pendidik yang lainnya untuk berkreasi dalam rangka melestarikan kebudayaan Jawa yang menjadi aset bangsa Indonesia. (on1/ton)

Baca juga:  Penerapan Metode Demonstrasi pada Pembelajaran Wudu

Guru SDN Sawah Besar 01 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya