alexametrics

Memahami Konsep Keseimbangan Harga Lebih Asyik dengan Role Playing

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Proses belajar mengajar merupakan interaksi yang terjadi antara peserta didik dengan pengajar. Kreatifitas dalam menyampaikan pembelajaran akan menciptakan kondisi pembelajaran yang kondusif di dalam kelas. Seiring dengan perkembangan zaman, peserta didik ingin mencoba segala sesuatu berdasarkan keinginan merek untuk mendapatkan suatu pengetahuan dengan tidak hanya menerima dari guru semata. Dengan kata lain proses pembelajaran harus melibatkan peserta didik secara aktif sehingga mereka dapat mencari sendiri pengetahuanya.

Kenyataan di lapangan, proses belajar mengajar masih menggunakan metode konvensional. Pembelajaran masih searah, guru menjelaskan materi di buku dan peserta didik mendengarkan apa yang disampaikan guru. Apalagi untuk materi yang berhubungan dengan angka dan grafik.

Hal ini terjadi pada siswa SMAN I Paninggaran kelas X IPS pada Kompetensi Dasar Permintaan, Penawaran dan Keseimbangan Harga. Umumnya dalam menyampaikan materi ini disajikan ilustrasi berupa angka atau grafik. Untuk sebagian besar siswa dengan hanya mendengarkan penjelasan dari guru saja akan membuat mereka merasa pusing karena melihat begitu banyak angka yang disajikan. Hal ini akan menyebabkan kesulitan peserta didik dalam memahami konsep keseimbangan harga. Dampaknya adalah tidak sedikit dari mereka yang malah acuh dan membuat keributan di kelas sehingga pembelajaran tidak bisa berlangsung dengan kondusif.

Baca juga:  Saatnya Desa menjadi Lokomotif Ekonomi Nasional

Berdasarkan permasalahan di atas, perlu adanya penerapan metode pembelajaran yang tepat agar materi yang disampaikan dapat dipahami dengan baik oleh peserta didik. Untuk merangsang keaktifan peserta didik, perlu melibatkan mereka secara langsung. Maka digunakanlah metode pembelajaran role playing. Metode role playing menurut Rustaman dkk (2005) adalah pembelajaran dengan cara seolah-olah berada dalam suatu situasi untuk memperoleh suatu pemahaman tentang konsep. Metode role playing selain memberikan suasana berbeda dalam belajar juga lebih bernakna, karena peserta didik bisa merasakan secara langsung suasana yang terjadi. Penggunaan metode role playing dalam pembelajaran KD ini memberikan ruang yang lebih kepada peserta dididk untuk mengeksplorasi dirinya.

Baca juga:  Naikkan 7 Persen, Perlu Speedometer Bulanan

Pembelajaran dimulai dengan pembagian kelas menjadi dua kelompok, yaitu kelompok permintaan sebagai pembeli dan kelompok penawaran sebagai penjual. Setiap anggota kelompok penawaran menyiapkan produk yang akan dijual kepada kelompok permintaan. Kelompok permintaan menyiapkan daya beli. Anggota kelompok penawaran menawarkan produk yang merka miliki untuk dijual kepada kelompok permintaan yang kemudian direspon oleh kelompok permintaan dengan cara menawar harga produk yang akan mereka beli. Tawar menawar harga terjadi antara kelompok penawaran dan kelompok permintaan. Setelah terjadi kesepakatan harga antaranggota kedua kelompok tersebut, maka terjadilah transaksi jual beli. Setiap kejadian yang terjadi pada proses tawar menawar mereka catat atau dapat didokumentasikan dalam bentuk bentuk video dan dipresentasikan sebelum pembelajaran selesai.
Dengan menggunakan metode role playing pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan peserta didik lebih antusias dalam mengikuti pembelajaran tanpa merasa takut dibayangi oleh angka dan grafik dalam memahami konsep harga keseimbangan. Peserta didik lebih mudah memahami konsep keseimbangan harga dengan langsung berperan sebagi penjual dan pembeli. (fbs2/lis)

Baca juga:  Belajar Materi Zakat Efektif dengan Discovery Learning

Guru Ekonomi SMAN I Paninggaran, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya