alexametrics

Bahaya Pandemi Tingkatkan Kreativitas Pembelajaran PJOK

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MATA pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan (PJOK) adalah pengetahuan mengenai kesehatan dan praktik olahraga untuk membentengi diri peserta didik. Salah satunya dengan meningkatkan daya tahan tubuh (imunitas) untuk mencegah Covid-19. Namun pola Belajar Dari Rumah (BDR) pastinya memiliki tantangan bagi guru PJOK. Bagaimana meningkatkan taraf kebugaran peserta didik, keterampilan motorik dan nilai-nilai yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan sosial, sehingga materi pelajaran harus disusun ulang secara seksama.

Kendala atau permasalahan umum yang dihadapi guru dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) ini. Di antaranya, 1) fasilitas media mengajar elektronika (komputer, laptop, handphone Android) tidak semua peserta didik memiliki. 2) Tidak semua peserta didik di SMA Negeri 3 Pemalang mampu mengakses internet (tidak hanya masalah paket data, tapi juga kemampuan dalam pengoperasiannya). 3) Ada guru penjas yang tidak mampu memanfaatkan media mengajar elekronik berbentuk hardware dan software atau gaptek. 4) Masih ada sebagian peserta didik yang kurang memahami PJOK dan menganggap pelajaran tidak penting. 5) Akses internet yang terbatas di tiap-tiap wilayah, karena secara geografis Kabupaten Pemalang merupakan daerah pegunungan yang sebagian infrastrukturnya masih tertinggal dari wilayah lainnya. 6) Sejauh ini guru penjas juga kebingungan memilih dan memanfaatkan platform teknologi atau online learning yang dapat memenuhi pengajaran PJOK.

Baca juga:  Pembentukan Karakter Siswa melalui Kecerdasan Emosional

Jika guru PJOK tidak dapat beradaptasi dengan cepat dalam menindaklanjuti rintangan tersebut, prestasi akademik siswa sudah pasti akan terpengaruh. Bahkan, kekhawatiran para ahli PJOK akan ancaman kekurangan gerak yang dapat menimbulkan masalah kebugaran dan berbagai macam penyakit akan mendera peserta didik, karena sistem imun kekebalan tubuh yang lemah.

Dalam menjawab tantangan ini, perlu memahami cakupan PJOK yang sangat luas, bisa dipelajari di mana saja, tidak terbatas tempat maupun sarana prasarana. Siapa saja bisa ikut terlibat berperan serta memberikan pendidikan jasmani. Orang tua di rumah, dapat memberikan petunjuk cara bermain bulutangkis dengan baik dan benar.
Dalam setiap pembelajarannya, guru melakukan pembahasan mengenai kesehatan, dan kebugaran jasmani. Kemudian guru mewajibkan peserta didik melakukan latihan fisik sederhana yang dapat dilakukan di rumah selama 30 menit dengan diawali peregangan statis dan dinamis. Latihan fisik tersebut bervariasi antara push up, sit-up, skipping, bermain bola basket, jogging, bermain badminton, bermain tenis meja, senam irama, bersepeda, naik turun tangga, dan lain-lain. Latihan fisik ini dilakukan guna menjaga daya tahan tubuh dan imunitas peserta didik agar tetap sehat dan bugar agar terhindar dari Covid-19.

Baca juga:  Pembelajaran IPA lebih Bermakna dengan Metode Tutor Sebaya

Tak hanya itu ulangan harian lewat google form di website SMA Negeri 3 Pemalang menjadi menarik, karena materi disesuaikan dengan fenomena dengan kondisi pandemi Covid-19. Terutama memperkuat pemahaman tentang menjaga imunitas dan daya tahan tubuh melalui latihan fisik, menjaga pola makan dan pola tidur yang baik. Belajar di rumah telah membantu peserta didik mengeluarkan kreativitasnya secara lebih maksimal. Peserta didik melakukan hal lebih dari yang sekedar diinstruksikan. Dengan kreativitas dan antusiasme, peserta didik merekam kegiatan latihan fisiknya. Bahkan menambahkan musik dan berbagai efek sehingga videonya lebih menarik. (fbs2/ida)

Guru PJOK SMA Negeri 3 Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya