alexametrics

Teks Laporan Hasil Observasi Semakin Dimengerti dengan Sekolah Adiwiyata

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Menyusun teks laporan hasil observasi merupakan salah satu kompetensi dasar yang ada pada Kurikulum 13 untuk siswa SMP kelas VII. Kurikulum 13 mencanangkan pembelajaran berbasis teks. Artinya, peserta didik dituntut untuk mampu memproduksi sebuah teks melalui kemampuan menulis. Teks laporan observasi ini merupakan salah satu materi baru oleh karena itu tidaklah mengherankan jika dalam pelaksanaannya banyak mengalami kendala. Salah satu kendala yang biasanya dihadapi siswa dalam kegiatan pembelajaran ini, di antaranya masih rendahnya tingkat pemahaman siswa terhadap materi teks laporan observasi.

Hal itu disebabkan oleh kurangnya motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran, karena kurang menariknya cara pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Sebagian siswa merasa jenuh dan bosan dengan model pembelajaran konvensional yang lebih mengutamakan metode ceramah. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah metode pembelajaran yang mampu meningkatkan motivasi dan ketertarikan siswa dalam mengikuti pembelajaran teks laporan hasil observasi.

Baca juga:  Mentimeter Dikuasai, Siswa Happy di Masa Pandemi

Teks laporan hasil observasi merupakan suatu bentuk laporan dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh siswa. Dalam kegiatan ini siswa dilatih untuk menyusun hasil pengamatan yang telah dilakukan dalam bentuk tulisan dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Pembelajaran itu tentunya akan sangat bermanfaat bagi siswa dalam implementasinya di kehidupan sehari-hari, khususnya dalam kegiatan menulis. Tujuan pembelajaran berdasarkan kompetensi dasar yang tertera adalah siswa harus mampu menyusun teks hasil observasi dengan memperhatikan penggunaan bahasa yang baik dan benar. Teks laporan hasil observasi merupakan teks yang bersifat faktual yang berkaitan dengan fakta, kejadian langsung, dan hasil pengamatan yang terjadi di sekeliling kita.

Baca juga:  Tingkatkan Keterampilan Menulis Puisi dengan Quantum Teaching

SMP Negeri 2 Kajen merupakan satu-satunya sekolah SMP di Kabupaten Pekalongan yang mendapatkan penghargaan adiwiyata tingkat nasional pada 2019. Gelar sekolah adiwiyata diberikan pada sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Program adiwiyata sendiri merupakan sebuah program dengan tujuan untuk mewujudkan sekolah yang demikian. Program ini dilaksanakan dengan berdasarkan pada tiga prinsip utama, yaitu edukatif, partisipatif, dan berkelanjutan. Sekolah adiwiyata juga merupakan gelar bagi sekolah yang dianggap sudah baik dan ideal sebagai tempat untuk mendapatkan ilmu pengetahuan serta norma dan etika bagi siswa-siswinya, sehingga menjadi dasar bagi terciptanya kesejahteraan.

Di sekolah ini ada banyak kondisi faktual yang dapat diamati oleh siswa, khususnya dalam hal koleksi tanaman dan etika berbudaya dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah khususnya dalam hal budaya lingkungan. Dengan adanya kondisi ini akan memudahkan siswa dalam melakukan observasi lingkungan sekitar sekolah. Siswa akan langsung dapat mengamati dan mendata kondisi faktual yang ada di sekitarnya. Setelah melakukan kegiatan pengamatan, siswa melanjutkan kegiatan selanjutnya di dalam kelas untuk menuliskan hasil pengamatannya dan mengembangkannya dalam bentuk paragraf lengkap dengan bimbingan guru. Kegiatan ini membuat siswa merasa bersemangat dan bergembira dalam mengikuti pembelajaran teks hasil observasi sehingga tingkat pemahaman mereka pun akan meningkat. (dj2/aro)

Baca juga:  Implementasi TGT Berbantuan LK Tingkatkan Aktivitas Peserta Didik

Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 2 Kajen, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya