alexametrics

Strategi TDB sebagai Solusi Pembelajaran PAI di Tengah Pandemi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, IDEALNYA pembelajaran online perlu didukung smartphone dan akses internet yang baik dan memadai. Namun, setiap siswa tentu memiliki akses internet yang berbeda-beda. Sehingga akses internet yang terbatas pada sejumlah siswa menjadi salah satu faktor penghambat dari proses pembelajaran online tersebut.

Situasi tersebut terjadi pada siswa di SMPN 32 Semarang dalam pelaksanaan pembelajaran daring. Oleh karena itu, diperlukan strategi khusus dalam menanggapi tantangan pembelajaran PAI di tengah situasi pandemi yang disebut strategi TDB (Tuntas dan Bermakna).

Pembelajaran online dilakukan melalui grub WhatsApp atau aplikasi Zoom Meeting. Bentuk pengajaran melalui Zoom Meeting dengan memberikan penjelasan melalui ceramah atau tanya jawab. Sedangkan jika melalui grub WhatsApp lebih bervariasi seperti dengan memberikan penjelasan dan tanya jawab melalui voicenote (VN), mengirim Power Point (PPT) yang berisi materi pelajaran, atau dengan mengirim link referensi maupun video pembelajaran.

Baca juga:  Dongkrak Hasil Belajar IPS dengan Metode Group Investigation

Sedangkan untuk penugasan terkait pelajaran yang telah dilaksanakan, guru memberikan soal melalui beberapa cara. Di antaranya seperti pemberian pertanyaan atau tugas melalui chat yang harus dikerjakan siswa dengan metode pengerjaan tulis tangan di buku, kemudian difoto dan dikirim ataupun dikumpulkan kepada koordinator masing-masing kelas yang telah ditunjuk untuk dikumpulkan di sekolah.

Selain itu pemberian tugas juga dilakukan dengan cara menjawab soal melalui google form, google classroom, quizziz, dan lainnya. Selain itu, kreativitas penugasan yang diberikan oleh guru, dikembangkan melalui pembelajaran berbasis proyek dengan aplikasi edukasi seperti Google Suite sehingga kolaborasi antarsiswa tetap berjalan meski daring.

Tentu berbeda, pelajaran PAI pada saat tatap muka. Pembelajaran biasa dimulai dengan membaca asma’ul husna, doa-doa harian dan 5 ayat suci Alquran atau surat pendek bersama-sama. Namun pembelajaran daring, pembiasaan tersebut hanya bisa ditekankan oleh guru melalui online dan tidak bisa ditinjau langsung. Meski begitu, upaya untuk terus berusaha agar pembiasaan tersebut tetap terlaksana dengan cara mengingatkan, memberikan arahan dan motivasi kepada siswa melalui grub WhatsApp tetap dilakukan.

Baca juga:  Pembelajaran Menyajikan Teks Persuasi dengan Media Iklan dan Poster

Sedangkan pelaksanaannya di rumah, dapat dipantau dengan kartu kendali siswa dalam memantau terkait ibadah salat, doa, dzikir dan membaca Alquran kemudian ditandatangani oleh orangtua/wali siswa. Kartu tersebut akan dilaporkan oleh siswa melalui Google Classroom. Hal ini diharapkan dapat memantau siswa secara tidak langsung sehingga pembelajaran daring terlaksana maksimal. Apabila terdapat siswa yang terlambat dalam melaporkan, maka guru akan mengontak secara langsung siswa yang bersangkutan untuk konfirmasi dan pembinaan. Inilah yang dimaksud dengan pembelajaran PAI secara tuntas.
Situasi pandemi Covid-19 yang serba sulit, menjadikan guru perlu melakukan pendekatan lebih kepada siswa secara tepat. Pada setiap pembelajaran, siswa akan diajak mendalami kisah teladan dalam suatu peristiwa yang sesuai dengan materi pembelajaran. Hal tersebut merupakan bentuk pemahaman siswa dalam memaknai dengan baik setiap peristiwa yang dialaminya. Pembuktian terkait pemahaman siswa tersebut dibuatlah soal yang menyangkut studi kasus dan dikumpulkan lewat Google Classroom. Inilah yang disebut dengan pembelajaran yang bermakna bagi siswa. Jadi strategi TDB ini perlu diterapkan lebih lanjut untuk memantau pembelajaran siswa secara daring. Pembenahan akan tetap ditindaklanjuti seiring pembelajaran dengan strategi ini diterapkan. (dj1/ida)

Baca juga:  Setoran Hafalan melalui Pemanfaatan Fitur Video Call Whatsapp

Guru PAI SMPN 32 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya