alexametrics

Pengabdian Guru di Masa Pandemi Covid-19

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Sesuai Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga No.420/1640/401 tentang Kebijakan Pelayanan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19, dimohon dengan sangat agar orangtua memperhatikan dan memantau putra-putrinya jangan sampai berkeliaran dan bermain di luar rumah. Apabila keluar rumah harus memakai masker, jangan lupa selalu cuci tangan, dan yang terutama adalah berdoa agar terhindar dari Covid-19 dan semoga cepat berlalu.

Untuk memperluas akses belajar di masa Covid-19, Mendikbud meluncurkan Program Belajar dari Rumah. Penyebaran virus Korona (Covid-19) mengakibatkan banyak siswa belajar di rumah, melalui sarana dalam jaringan (luring) atau buku-buku pelajaran dari sekolah. Namun tidak semua siswa maupun pendidik memiliki kemampuan untuk mengakses platform pembelajaran secara opimal.

Solusi yang diambil pemerintah adanya program “Belajar dari Rumah”di TVRI, untuk membantu wali murid/siswa yang memiliki keterbatasan pada akses internet, baik karena tantangan ekonomi maupun letak geografis (Mendikbud Nadiem Anwar Makarim, dalam telekonferensi Peluncuran Program Belajar dari Rumah di Jakarta, Kamis (9/4/2020). Berlanjut untuk semua jenjang, program bimbingan orang tua dan guru serta tayangan kebudayaan. Kerjasama dan kolaburasi antara guru dan orang tua sangat dibutuhkan untuk kelancaran belajar siswa di masa darurat ini.

Baca juga:  Di Demak, Kebutuhan Guru SD Paling Banyak

Sebagai guru dalam memberi tugas untuk siswa agar tidak memberatkan, bisa membantu orang tua, baca puisi, menyanyi, mengaji, melakukan ibadah, membuat poster, keterampilan, mewarnai dan lain-lain sesuai materi masing-masing. Hasil kegiatan atau tugas tersebut dibuktikan dengan foto, audio, dan video atau lainnya. Google form dan classroom sangat membantu siswa dalam memahami materi dan tugas yang diberikan guru, dengan catatan dikerjakan melalui HP atau laptop yang terkoneksi internet. Namun demikian bagi siswa yang terkendala dengan HP. Mungkin HP yang digunakan untuk belajar masih menggunakan HP ayah/ibu, atau mengerjakan tugas posisi HP dibawa kerja.

Guru dengan bijak hati untuk menunggu hasil belajar siswanya. Guru harus membimbing siswa yang belum memiliki HP android dengan cara telepon atau mendatangi rumah siswanya dan hari berikutnya mengambil hasil tugas yang telah selesai dikerjakan. Kewajiban selanjutnya, guru mengoreksi, memberi penilaian, mencatat dan menganalisa hasil nilai dari masing-masing siswanya. Ada sedikit pencerahan bagi siswa yang membutuhkan bantuan pulsa/ paket data dari sekolah sebagai sarana untuk lancarnya kegiatan daring sesuai harapan pemerintah.
Senantiasa melakukan tindakan pencegahan virus Covid-19 adalah mencuci tangan dengan benar, mnggunakan masker jika keluar rumah, menjaga daya tahan tubuh makan yang mengandung protein tinggi, olahraga teratur. Lalu berjemur matahari untuk untuk membantu proses terbentuknya vitamin D dalam darah, meningkatkan antibodi, istirahat yang cukup dan selalu berdoa agar wabah segera berakhir. Sehingga belajar di sekolah segera terwujud, melakukan ibadah dan kegiatan lain bisa tenang. Bapak Ibu guru yang setiap harinya datang ke sekolah tidak waswas dan bisa melakukan tanggung jawabnya sebagai seorang pendidik dalam mewujudkan tujuan pendidikan pada umumnya. (dj2/ton)

Baca juga:  Cara Menghadapi Sifat Malas Belajar Anak pada Mapel Pendidikan Agama Islam

Guru SDN Blotongan 01 Kec. Sidorejo, Kota Salatiga.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya