alexametrics

Index Card Match Dongkrak Hasil Belajar IPA

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan bagian dari pelajaran yang dapat melatih keterampilan anak untuk berpikir secara kreatif dan inovatif. Peserta didik dilatih berpikir untuk mengembangkan daya cipta dan minat peserta didik secara dini kepada alam sekitarnya. Pengajaran IPA berimplikasi pada kemajuan dan perkembangan teknologi.

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi tingkat keberhasilan pengajaran IPA, antara lain kemampuan peserta didik dan kemampuan guru itu sendiri dalam melaksanakan proses belajar mengajar yang bermakna sesuai dengan tujuan pengajaran IPA yang terdapat pada kurikulum.

Adanya kegagalan dalam pembelajaran IPA kelas V SDN 2 Rejosari Brangsong Kendal dapat dilihat dari hasil yang diperoleh sebagian besar peserta didik. Dari 42 peserta didik kelas V SDN 2 Rejosari, 27 peserta didik (64 %) mendapat nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 75. Sedangkan hanya 15 peserta didik (36 %) yang mendapatkan nilai di atas KKM. Data diperoleh dari daftar nilai ulangan harian yang dilakukan oleh guru.

Baca juga:  Asyiknya Belajar Sistem Pernafasan dengan Metode Role Playing

Berdasarkan observasi, hal tersebut disebabkan keterlibatan peserta didik secara langsung dalam pembelajaran sangat minim. Akibatnya peserta didik tidak memahami materi belajar dan tidak merasa antusias serta tertarik pada materi karena guru hanya menggunakan metode ceramah dalam mengajar. Oleh karena itu, penulis mengambil langkah konstruktif dalam pembelajaran dengan menggunakan metode index card match (ICM).

Index card match adalah cara menyenangkan lagi aktif untuk meninjau ulang materi pembelajaran. Ia membolehkan peserta didik untuk berpasangan dan memainkan quiz kepada lawan sekelas. Index card match merupakan cara yang menyenangkan dan aktif untuk mengkaji materi pembelajaran.

Para peserta bermain dalam sebuah kuis dan berpasangan (Mel Silberman, 2010). Metode ini dikembangkan untuk menjadikan peserta didik aktif mempertanyakan gagasan orang lain dan gagasan diri sendiri dan seorang peserta didik memiliki kreativitas maupun menguasai keterampilan yang diperlihatkan untuk mencapai tujuan pembelajaran (Ismail, 2008).

Baca juga:  Model Enveronmental Learning Tingkatkan Hasil Belajar IPA

Berikut merupakan langkah-langkah pembelajaran menggunakan metode index card match menurut Suprijono (2013), yaitu guru membuat potongan kertas sebanyak jumlah peserta didik dan membagi kertas-kertas tersebut menjadi dua bagian yang berisi soal dan jawaban. Setiap peserta didik diberi satu kertas secara acak. Peserta didik diminta untuk menemukan pasangan mereka, kemudian mintalah kepada mereka untuk duduk berdekatan. Mintalah kepada setiap pasangan secara bergantian untuk membacakan soal yang diperoleh dengan keras dilanjutkan dengan jawaban oleh pasangannya. Proses ini diakhiri dengan klarifikasi dan kesimpulan serta evaluasi yang mencakup seluruh materi dari guru.

Berdasarkan penerapan metode index card match (ICM) pada mata pelajaran IPA pada peserta didik kelas V SD Negeri 2 Rejosari tahun 2019/2020, hasil belajar terbukti mengalami peningkatan yang cukup signifikan dengan capaian nilai rata-rata kelas 82 dan persentase ketuntasan 90,47 %. Hal tersebut disebabkan keterlibatan peserta didik secara langsung dalam pembelajaran, sehingga peserta didik mampu memahami materi belajar dan merasa antusias serta tertarik pada materi. (dj1/lis)

Baca juga:  Pendampingan Guru BK dalam Penguatan Karakter Siswa di Masa Pandemi

Guru Kelas SDN 2 Rejosari, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya