alexametrics

Tujuh Jurus Menuju Sukses Berkompetisi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mengikuti kompetisi merupakan agenda yang selalu ada di semua sekolah. Sekolah selalu berupaya memenangkan kompetisi dengan cara meningkatkan daya saing dengan berani, mampu, dan sukses berkompetisi. Penulis akan memaparkan pengalaman penulis selaku kepala sekolah di SD N 1 Korowelangkulon, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal berupa Tujuh Jurus Menuju Sukses Berkompetisi.

Jurus 1: Start lebih awal. Intinya kita mulai bekerja menggali, mengembangkan, maupun menggembleng peserta didik jauh- jauh sebelum ada jadwal. Tidak perlu menunggu komando, dan tidak perlu menunggu panduan maupun keluarnya petunjuk teknis (juknis). Semua yang terkait dengan lomba peserta didik harus sudah direncanakan dan dirancang jauh- jauh hari.

Jurus 2 : Bagi-bagi tanggungjawab. Kepala sekolah harus pintar membagi tugas dan tanggungjawab kepada para pendidik untuk mengadakan pembinaan kepada peserta didik sesuai dengan bidang kemampuannya. Manfaatnya akan mempermudah pendidik membina peserta didik dan lebih mudah untuk menentukan langakah- langkah selanjutnya.

Baca juga:  Kepoin Negara-Negara di Dunia melalui Model Mind Mapping

Jurus 3: The right man right place. Yaitu menempatkan seseorang sesuai dengan bidang kemampuan yang dimilikinya. Pendidik yang memiliki potensi dan memiliki bakat, diserahi tugas dan tanggungjawab sesuai dengan potensinya. Bagi yang kurang memiliki kemampuan dan bakat dapat ditempatkan pada bidang yang lain, dan tidak perlu memaksakan seseorang yang tidak berpotensi untuk menguasai hal yang tidak dikuasainya. Memaksakan seseorang untuk melaksanakan tugas yang tidak dikuasai justru akan menghambat suatu kesuksesan.

Jurus 4: Gali potensi, minat, dan bakat peserta didik sedini mungkin. Pencarian maupun penggalian potensi, minat, dan bakat pesert didik harus dilakukan lebih awal. Dapat dimulai sejak anak- anak berada di kelas rendah (kelas 1, 2, dan 3). Sehingga akan memberikan kemudahan bagi sekolah untuk menentukan pemetaan bakat dan minat peserta didik. Dengan demikian sekolah mempunyai waktu yang cukup untuk mengadakan pengembangan bakat baik itu melalui pelatihan, pembinaan dan pembimbingan.

Baca juga:  Komunikasi Orang Tua Solusi Ketuntasan Pembelajaran di Tengah Pandemi

Jurus 5: Penerapan budaya kerja. Kerja sama, kerja tim, kerja keras, dan bekerja tanpa pamrih, yang didasari rasa saling asah, asih, asuh, gotongroyong, dan kekeluargaan.

Jurus 6: Terlibat langsung. Kepala sekolah tidak hanya menyusun siasat dan memerintahkan rekan- rekan untuk melaksanakan tugas tetepi ikut terlibat langsung serta ikut terjun melaksanakan pekerjaan yang dilakukan para pendidik. Dengan terlibat langsung akan memberikan keteladanan kepada rekan- rekan kerja, memahami kesulitan-kesulitan serta hambatan-hambatan yang terjadi, sehingga lebih mudah mencarikan pemecahannya.

Jurus 7: Monitoring dan evaluasi. Kepala sekolah selalu memonitor seberapa jauh tingkat ketercapaiannya, kendala yang dihadapi, dan segera mencari jalan keluar. Evaluasi dilaksanakan saat kegiatan sedang berjalan maupun setelah berjalan. Dengan mengadakan evaluasi akan diketahui kekurangan serta hambatan yang menjadi kendala sehingga dapat digunakan sebagai umpan balik untuk segera diadakan perbaikan.

Baca juga:  Pembelajaran Senam Menyenangkan dengan Tayangan Youtube

Dengan menggunakan tujuh jurus menuju sukses berkompetisi tersebut talah mampu memberikan kesuksesan yang luar biasa di sekolah Mudah-mudahan sekelumit ide penulis ini memberikan manfaat dan inspirasi bagi sekolah- sekolah yang lain. (pai1/ton)

Kepala SDN 1 Korowelangkulon, Kec. Cepiring, Kab. Kendal.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya