alexametrics

Model DongDunBin Tingkatkan Karakter Positif Siswa

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN di sekolah adalah suatu kegiatan yang menyenangkan bagi siswa baru. Kebanyakan para siswa akan berangkat sekolah lebih awal dan bahkan juga banyak di antar oleh orang tuanya. Kemudian ketika di kelas pasti banyak yang belum bisa membaca. Padahal sebagian siswa semua dari lulusan Taman Kanak-Kanak. Hal ini juga terjadi di kelas 1 SDN 1 Montongsari. Masih ada juga beberapa siswa yang masih takut. Kemudian sebagai guru kelas 1 diharapkan mampu mengkondisikan siswa agar berani berangkat sekolah sekolah sendiri. Kemudian guru mencoba konsultasi dengan Kepala Sekolah dan teman sejawat untuk solusi pembentukan karakter siswa di sekolah. Setelah mendapat saran dan masukan dari Kepala Sekolah dan teman sejawat, akhirnya guru kelas 1 menggunakan Model DongDunBin dalam pembelajaran untuk membentuk karakter siswa lebih berani dan mandiri.

Baca juga:  Bangkitkan Kejenuhan Belajar Daring di Masa Pandemi Covid-19

Dongeng adalah cerita yang tidak benar-benar tejadi dan tidak masuk akal. Fungsi dongeng adalah untuk memberikan hiburan. Dongeng mengandung ajaran moral. Dongeng adalah cerita yang tidak benar-benar terjadi dan dalam banyak hal sering tidak masuk akal (Nurgiantoro, 2005:198). Dongeng adalah cerita yang tidak benar-benar terjadi, terutama tentang kejadian zaman dulu yang aneh-aneh. ( KBBI, 2007 : 274). Dongeng dipandang sebagai sarana untuk mewariskan nilai-nilai, dan untuk masyarakat lama itu dapat dipandang sebagai satu-satunya cara.. Dongeng sering mengisahkan penderitaan tokoh, namun karena kejujuran dan ketahanujiannya tokoh tersebut mendapat imbalan yang menyenangkan. Sebaliknya tokoh jahat pasti mendapat hukuman. (Nurgiyantoro, 2005:200).

Model DongDunBin sebenarnya sebuah singkatan. Dong kepanjangan dari dongeng, Dun kepanjangan dari dunia , dan Bin kepanjangan dari binatang. Pemikiran guru bahwa anak kelas satu akan suka dengan cerita atau dong. Misalnya cerita tentang binatang yang bisa berbicara (Fabel). Maka dari itu guru membuat langkah-langkah pembelajaran Model DongDunBin sebagai berikut: Guru menjelaskan apa itu tentang dongeng; Guru menempelkan gambar yang sudah dipersiapkan di papan tulis; Guru menanyakan kepada siswa tentang gambar yang ada di papan tulis; Guru menceritakan tentang Dongeng Si Kancil dengan kisah “ Kerbau dan Buaya”. Dongeng singkatnya adalah ketika Si Kancil sedang berjalan di pagi hari yang cerah di pinggir sungai tengah hutan, tiba-tiba Si Kancil mendengar ada sebuah rintihan seperti kesakitan. Kemudian Si Kancil melihat ada buaya naik di punggung kerbau sambil menggigit punuknya. Kemudian Si Kancil mendekat dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi.

Baca juga:  Wisda Praditoe, Dari Aktivis Sosial Terjun ke Politik

Di akhir kisah akhirnya Si Kancil menolong kerbau dari cengeraman si buaya; Guru bertanya kepada siswa berkaitan dengan dongeng “ Kerbau dan Buaya”; Guru Memberikan evaluasi sederhana berkaitan dengan kisah” Kerbau dan Buaya”; Guru menyimpulkan tentang budi pekerti berkaitan dengan dongeng tentang kisah” Kerbau dan Buaya”.

Setelah Guru mengajarkan materi pembelajaran dengan Model DongDunBin tentang kisah “ Kerbau dan Buaya” ternyata siswa sangat senang dan memperhatikan dengan tenang. Bahkan ketika guru menyebut nama buaya, banyak siswa yang terlihat marah. Ketika guru menyebut nama kerbau semua siswa terlihat merasa kasihan. Tetapi ketika guru menyebut nama Si Kancil mereka tampak senang dan bersemangat. Terlihat ketika ditanya mereka ingin seperti Si Kancil. Kesimpulannya melalui dongeng Si Kancil dapat membentuk karakter siswa. (pai1/zal)

Baca juga:  Pendidikan Karakter di saat Pembelajaran Jarak Jauh

Guru SDN 1 Montongsari, Kabupaten Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya