alexametrics

Dengan Positive Degree, Nasibku Sama dengan Nasibmu

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEMERINTAH menerapkan kebijakan yaitu Work From Home (WFH) selama masa pandemi Covid-19. Kebijakan ini merupakan upaya yang diterapkan kepada masyarakat agar dapat menyelesaikan segala pekerjaan di rumah. Dengan adanya pembatasan interaksi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di Indonesia juga mengeluarkan kebijakan yaitu meliburkan sekolah dan mengganti proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan menggunakan sistem dalam jaringan (daring).

Dengan pembelajaran secara daring ini, muncul berbagai masalah yang dihadapi siswa dan guru. Seperti materi pelajaran yang belum selesai disampaikan oleh guru kemudian guru mengganti dengan tugas lainnya. Hal tersebut menjadi keluhan bagi siswa karena tugas yang diberikan oleh guru lebih banyak.

Permasalahan lain dari adanya sistem pembelajaran secara online ini adalah akses informasi yang terkendala oleh sinyal yang menyebabkan lambatnya dalam mengakses informasi. Siswa terkadang tertinggal dengan informasi akibat dari sinyal yang kurang memadai. Akibatnya siswa terlambat dalam mengumpulkan suatu tugas yang diberikan oleh guru. Belum lagi guru yang memeriksa banyak tugas yang telah diberikan kepada siswa, membuat ruang penyimpanan gadget semakin terbatas. Penerapan pembelajaran online juga membuat pendidik berpikir kembali, mengenai model dan metode pembelajaran yang akan digunakan. Yang awalnya seorang guru sudah mempersiapkan model pembelajaran yang akan digunakan, kemudian harus mengubah model pembelajaran tersebut.

Baca juga:  Kreativitas Guru Penentu Keberhasilan Pembelajaran Daring

Berbagai media pembelajaran jarak jauh pun dicoba dan digunakan. Sarana yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran online antara lain, e-learning, aplikasi zoom, google classroom, youtube, maupun media sosial whatsapp. Sarana-sarana tersebut dapat digunakan secara maksimal, sebagai media dalam melangsungkan pembelajaran seperti di kelas. Dengan menggunakan media online tersebut, maka secara tidak langsung kemampuan menggunakan serta mengakses teknologi semakin dikuasai oleh siswa maupun guru.

Setelah pendidik mampu menguasai berbagai sarana pembelajaran online, akan tercipta pemikiran mengenai metode dan model pembelajaran lebih bervariasi yang belum pernah dilakukan oleh pendidik. Misalnya, guru membuat konten video kreatif sebagai bahan pengajaran. Penggunaan teknologi seperti gadget, laptop, notebook dan lainnya dalam menyelesaikan tugas pada siswa, juga dapat menimbulkan kreativitas di kalangan siswa dalam mengembangkan pengetahuan yang telah mereka miliki. Dengan metode pembelajaran yang bervariasi dari guru, mereka dapat menciptakan suatu produk pembelajaran kreatif yang dapat mengembangkan pemikiran melalui analisis mereka sendiri, tanpa keluar dari pokok bahasan materi yang telah disampaikan oleh guru. Salah satunya materi Degrees of Comparison yang merupakan pelajaran bahasa Inggris di sekolah.

Baca juga:  Kepemimpinan Kepala Sekolah Jadi Faktor Penentu Keberhasilan Sekolah

Degrees of Comparison berasal dari kata Compare. Degrees of Comparison adalah teori perbandingan yang biasanya membandingkan benda, adjektif atau kata sifat. Tujuan pembelajaran ini, supaya anak memahami Degrees of Comparison. Di dalam bahasa Inggris, ada 3 tingkatan perbandingan yang digunakan yaitu, 1) positive degree, 2) comparative degree, dan 3) superlative degree. Seperti judul di atas, jika diubah ke bahasa Inggris maka menjadi my destany is as same as your destany in Covid-19 pandemic. (pai1/ida)

Guru SMP Negeri 1 Wonotunggal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya