alexametrics

Word Square Tingkatkan Minat Belajar dalam Materi Penemu yang Mengubah Dunia

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ragan model pembelajaran untuk penyampaian materi dalam kelas banyak dijumpai. Dari yang sederhana hingga memanfaatkan teknologi semua dapat diaplikasikan dalam proses pembelajaran. Hal ini mempermudah pendidik untuk berkreasi dalam kegiatan belajar agar peserta didik tidak jenuh apalagi bosan. Lebih utama adalah suasana belajar menyenangkan agar peserta didik nyaman dalam mengikuti kegiatan di kelas. Sehingga substansi pembelajaran dapat dipahami dengan baik.

Word square merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat menjadi referensi pendidik dalam menyampaikan materi. Word square merupakan model pembelajaran yang memberi ruang kepada peserta didik untuk belajar sambil bermain. Sesuai namanya, word square yakni terdapat sebuah kata rahasia yang berada dalam kotak yang telah disediakan. Keunggulan dari strategi ini yakni mendorong peserta didik untuk memiliki sifat ingin tahu yang tinggi, teliti, dan berpikir efektif.

Pola permainan yang disusun dengan model word square mengandung unsur kolaboratif. Kolaboratif tersebut memadukan antara word (kata) yang menjadi acuan pertanyaan pendidik dan square (kotak) yang disediakan sebagai jawaban peserta didik. Hal ini akan merangsang kemampuan menjawab pertanyaan yang dilakukan peserta didik dengan pemahaman yang menjadi jawaban untuk dicocokkan kebenarannya.
Sejatinya, jawaban dari pertanyaan telah disediakan dalam kotak tersebut, namun untuk mengecoh peserta didik terhadap jawabannya diberikan jawaban tambahan di dalam kotak. Hal ini akan menunjukan sejauh mana tingkat pemahaman peserta didik

Baca juga:  Mudah Pahami Bacaan Alquran dengan Puzzle Jigsaw          

Model pembelajaran ini akan diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran di jenjang sekolah dasar (SD) mengingat penulis merupakan pendidik yang mengampu pada jenjang tersebut. Penulis mengambil kelas VI SD untuk mengimplementasikan model word square. Materi yang menjadi bahan penyampaian dalam model ini adalah tema 3 dengan subtema 1 dengan materi penemu yang mengubah dunia. Materi ini dipilih untuk model word square karena memiliki jawaban yang pasti sehingga cocok digunakan dalam proses pembelajaran tersebut.

Adapun keperluan yang harus dipersiapkan pendidik untuk kegiatan pembelajaran subtema penemu yang mengubah dunia dengan model word square. Pertama, kotak-kotak yang menjadi jawaban pertanyaan. Dalam pembelajaran ini, kotak-kotak berisi temuan-temuan yang ada di dunia. Apabila lebih ingin mengreasikan maka dapat tulisan jawaban diganti dengan gambar sesuatu yang ditemukan oleh tokoh tersebut. Kedua, menyiapkan kata-kata yang menjadi pertanyaan dalam pembelajaran ini adalah nama tokoh penemu. Pendidik dapat menyertai nama tokoh dengan foto tokoh tersebut, agar peserta didik tidak hanya mengenal nama saja melainkan juga wajah dari penemu. Ketiga, pemberian nama untuk masing-masing tim. Penulis menggunakan nama tim dengan kata sifat yang positif diantaranya: rajin, pintar, disiplin, cekatan dan lain sebagainya.

Baca juga:  Peningkatan Minat Belajar BTIK Menggunakan Wordwall

Langkah-langkah yang dilakukan dalam model word square dengan materi penemu yang mengubah dunia yaitu: pertama, pendidik mengelompokan peserta didik menjadi 5 tim dengan masing-masing tim terdiri atas 3 peserta didik. Kedua, peserta didik mengambil urutan untuk melakukan giliran mencocokan antara hal yang ditemukan dengan penemu hal tersebut. Ketiga, peserta didik memulai mencocokkan nama penemu dengan barang yang ditemukan dalam kotak-kotak yang telah dibuat oleh pendidik. Keempat, peserta didik saling mengoreksi pekerjaan masing-masing rekan. Kelima pendidik memberikan arahan dan bimbingan dari pekerjaan yang telah dilakukan peserta didik.

Pembelajaran dengan model word square membuat peserta didik aktif di dalam kelas. Kegiatan pembelajaran secara ceramah telah diminimalisasi pendidik melalui model ini. Keaktifan peserta didik mendorong keberanian untuk berpendapat dan memberi tanggapan atas pendapat rekannya. Selain itu, peserta didik juga berlatih untuk jeli dan teliti atas pekerjaannya. Pembelajaran yang aktif di kelas saat ini bukanlah sebuah tuntutan melainkan kesadaran. Sebab dunia pendidikan bukan hanya tempat untuk mencetak generasi penerus yang hanya pintar, melainkan menjadi tanggap dan kritis. (ips1/lis)

Baca juga:  Model Quantum Berbantuan Audio Visual Meningkatkan Minat Belajar Ekonomi

Guru: SD Negeri Wonotingal, Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya